
" Maaf sayang... Oppa tadi sedang berada di kamar."
Ucap jung woon sambil memegang wajah cantik riri membuat hati JH meradang.
" Siapa dia "
tanya jung woon kepada riri dengan senyuman manis nya.
" Oh iya oppa dia teman ku, dia juga tinggal di sini kata nya di kamar nomor 46 "
Ucap riri sambil tersenyum kearah jung woon.
JH yang semula merasakan hati nya berseri-seri lansung meradang saat jung woon memegang pipi mulus riri dan bertambah meradang saat melihat riri merangkul lenggan kekar jung woon.
" Terimakasih telah menemani gadis ku "
Ucap jung woon sambil memegang tangan riri yang serang merangkul nya.
" Iya baik lah kalau begitu aku istirahat dulu "
Ucap JH dengan wajah sangat datar dia mencoba menyimpan rasa sakit yang sedang dia rasa.
Riri hanya diam sambil memperlihatkan senyuman nya kepada JH riri sangat bersukur saat ini jung woon masih berada di apartemen nya.
Disaat riri sudah berada di dalam apartermen jung woon dia lansung pergi ke arah dapur untuk mencari minuman dingin,
" Riri siapa dia ? "
Tanya jung woon sambil duduk di meja makan yang ada didalam apartemen nya.
Berpura-pura tidak mengenal JH.
Huup...
Riri membuang nafas berat
" Ii tidak tahu siapa dia, yang ii ingat kami pernah bertemu di kampus, di kafe di restoran dan yang terakhir kali hari ini diloby saat menunggu life. "
Jelas riri mencoba mengatur nafas nya.
" Apa itu benar ?"
Tanya jung woon sedikit curiga
" Em... Itu sangat benar "
Ucap riri
" Kenapa kamu begitu panik tadi ?"
Tanya jung woon.
" Bagai mana tidak panik? Dia itu seperti hantu yang tiba-tiba ada, pertemuan dengan diri nya tidak pernah diharap kan, dan satu lagi bila ketahwan bunglon bisa-bisa ii mati berdiri. "
Ucap riri dengan sangat lancar menjelaskan kepada jung woon.
__ADS_1
" Siapa bunglon ?"
Tanya jung woon dengan wajah penasaran
" Song hae joon, sahabat mu oppa yang memiliki sifat seperti bunglon kadang dingin, kadang hangat seperti saat ini hilang entah kemana saat di butuhkan.
Ucap riri dengan lancar tanpa dia sadari mengungkap kan rasa di hati nya.
" Oh... Baik lah bila seperti itu, kamu mau tetap tinggal di sini apa pulang ke tempat mu ? Karena oppa harus pergi kerja. "
Jelas jung woon sambil memakai jas nya.
" Aku mau pulang ketempat ku seharus nya , karena lebih nyaman disana lagian JH juga sudah masuk kedalam rumah nya. "
Ucap riri sambil mengemasi tas dan jas dokter nya
"Baik lah,,, bila begitu."
ucap jung woon sambil mengambil kunci mobil nya.
"Riri apa hae joon menghubungi mu? "
Tanya jung woon sedikit serius saat berada di dalam life.
" Ada apa oppa ? Apa ada sesuatu yang sedang terjadi ?"
Tanya riri sedikit curiga.
" Tidak apa-apa, aku harap dia bisa datang ke acara pernikahan in jung dan sairen, seperti nya kamu sudah sangat merindukan diri nya "
" Iya... Ku harap seperti itu. "
Ucap riri dengan suara sangat lesu.
" Jangan sedih dong disini ada oppa tampan mu, "
" Iya tampan tapi sangat sibuk sampai-sampai tidak memiliki waktu mencari calon kakak ipar untuk ku, "
" Kamu ya pandai sekali menghakimi oppa mu "
" Hahahahaha, itu kenyataan oppa yang tidak bisa oppa hindari "
Ucap riri sambil tersenyum ceria di hadapan jung woon.
" Riri aku harap kamu selalu menjadi gadis pengertian, dan mengerti akan situasi. "
Ucap jung woon sambil memegang kepala riri dia sangat menyayangi riri seperti adik perempuan kandung nya sendiri, yang memang kenyatan nya dia memang memiliki ikatan darah
" Tentu oppa, ii akan selalu menjadi gadis baik dan akan selalu mengerti dengan situasi yang sedang ii hadapi "
ucap riri dengan wajah bersemangat
Ting
bunyi life terbuka yang tepat nya mereka saat ini sudah berada di lantai 20 tempat apartermen milik keluarga riri.
__ADS_1
Jung woon mengantar riri sampai di depan pintu dan saat riri akan masuk kedalam jung woon mencegah riri
" Riri oppa berharap kamu bisa menjahui pria tadi, oppa tidak ingin kamu terlibat masalah dengan nya "
Ucap jung woon dengan suara sedikit menekan.
" Iya oppa, riri tahu bila daddy tahu pasti dia tidak akan memperbolehkan riri tingal di sini lagi. "
Ucap riri sambil tersenyum.
" Gadis pintar, riri bila ada sesuatu jangan pernah pergi dengan siapa pun, pakai lah mobil mu sendiri. "
Ucap jung woon memberi peringatan.
" Bila itu sudah mendesak. "
Ucap riri karena dia tidak ingin repot mengemudi dia lebih suka naik kendaraan umum.
" Oppa apa kamu akan selalu berada di sini, apa kamu tidak akan pergi berkerja ? "
Tanya riri dengan wajah cantik
" Aduh... Aku lupa ini semua karena gadis nakal ini "
Ucap jung woon sambil menarik hidung riri
" Oppa sakit,,, "
teriak riri sambil memukul tangan jung woon,
Setelah kepergian jung woon riri pun masuk kedalam apartemen nya dan beristirahat sejenak sebelum dia pergi kembali ke rumah sakit nanti malam.
Di saat riri sedang menikmati hari nya dengan tenang sangat berbeda jauh dengan JH,
Pria tampan itu sedang mengamuk di dalam apartermen nya dia merasa kesal dengan perasaan yang dia rasakan saat ini, bagai mana bisa hati nya meradang saat melihat riri bersama Pria lain yang setahu dia pria itu adalah kekasih hati riri.
"Ah... Kenapa ini perasaan ku seperti ini !!? , JH sadar lah dia sudah memiliki kekasih dan kamu harus menepati janji mu kepada ibu mu. "
Teriak JH di dalam kamar mandi sambil merendam amarah nya dengan cara membasahi seluruh tubuh nya di bawah sower .
" Siapa kamu riri ? Bagai mana bisa kamu membuat ku seperti ini. "
Ucap JH dengan perasan kalut.
.
.
.
.
Maaf ya buat semua pencinta Gadis Cantik CEO akhir-akhir ini author sibuk banget, dan sebisa mungkin author sempati untuk nulis kisah cinta riri dan hae joon.
jangan lupa mampir di novel ku yang baru berjudul
__ADS_1
Azka dan nayra.