
" aku janji akan menjaga putri cantik mu, sampai kontrak kerja ku selesai "
Ucap lita tanpa memperdulikan ryung yang berdiri di belakang nya,
" kamu... Mengenal nya ?"
Ucap ryung bertanya penuh rasa penasaran k8epada lita ryung benar - benar penasaran bagai mana mungkin gadis ini mengenal ibu yuri yang sudah meninggal tiga tahun silam.
" Cepat katakan di mana kamu mengenal istri ku ?"
Ucap ryung dengan tatapan dingin
" aku pernah bertemu dengan nya saat aku pergi berlibur bersama ibu ku dan "
Ucap lita sembari mencoba melepaskan tangan ryung yang memegang nya dengan sangat erat.
" dimana ?"
Ucap ryung
" lepaskan aku, jika kamu seperti ini aku akan berteriak dan tidak akan mencerita satu kata pun "
Ucap lita melawan kepada ryung dia tidak mau kalah dia merasa tidak berbuat salah kepada ryung dan istri nya, kenapa dia harus menerima perlakuan kasar ryung, namun ryung masih menatap lita sangat dingin
" kamu siapa ?"
Ucap ryung dengan tegas
" aku thalita hanaya "
Ucap lita dengan tegas sembari menatap ryung dengan kesal
" hhuuuu " ryung membuang nafas kasar dan melepaskan cengkraman tangan nya di tubuh lita " kamu.... ,jika bukan karena putri ku, kamu pasti "
Ucap ryung terpotong sebelum dia selesai bicara
" kenapa ? Kamu ingin membunuh ku ? Silahkan cekik aku !"
Ucap lita menantang ryung bahkan lita berani mengambil tangan ryung dan mengarahkan ke leher jenjang nya,
Ryung yang melihat lita emosi langsung pergi meninggalkan lita yang berada di dalam walk in closed dengan wajah memerah menahan amarah
" dasar kau pria gila, tidak pernah mendengar penjelasan dan pendapat orang terlebih dahulu .pantas saja istri mu pergi lebih dahulu, jika sifat mu seperti ini ku jamin tidak ada wanita yang ingin menjadi istri mu "
Ucap lita dengan kesal berteriak kepada pria yang sudah pergi meninggalkan nya
" aku tidak jamin bisa lama menjaga putri mu "
Ucap lita menatap foto ibu yuri dan berlalu pergi keluar dari dalam kamar ryung pergi mencari keberadaan yuri
'' Jika seperi ini kejadian nya aku lebih memilih tidak pernah bertemu dengan nya "
Ucap lita di dalam hati sembari mengunggu pintu lift terbuka
__ADS_1
" nona muda "
Ucap salah satu pelayan
" iya.. "
Ucap lita sembari keluar dari dalam lift dan di ikuti oleh pelayan wanita itu
" kenapa mengikuti ku ? "
Ucap lita dengan santai
" tuan muda memintaku untuk menemani nona mencari udara segar "
Ucap pelayan itu
" pria brensek kamu pikir aku ingin maling di rumah mu "
Ucap lita kesal namun hanya berani di dalam hati
" dimana yuri ?"
Ucap lita bertanya keberadaan yuri kepada salah satu pelayan
" sedang bermain di taman "
Ucap nya
" antar kan saya kesana !"
Setibanya di taman lita langsung disambut oleh teriakan yuri yang memangilnya mommy
" mommy ..."
Ucap yuri sembari berlari menuju lita sembari merentangkan kedua tangan nya
" iya sayang "
Ucap lita sebari memeluk yuri kedalam pelukan nya
" hai ... Aya !"
Ucap zee asal ceplos menyapa lita dengan sebutan aya, nama yang sudah biasa dia panggil ke lita sejak dulu.
" aya ?"
Ucap lita mengulang perkataan lita dengan wajah waspada kepada zee
" ya.. Aya "
Ucap zee sebari tersenyum dan melipat kedua tangan nya di depan dada, Membuat lita semakin waspada terhadap zee
" nama ku lita, bukan aya !"
__ADS_1
Ucap lita membuat zee tersenyum
" Aduh... , Aya berhentilah menjadi orang lain, kamu tetap aya gadis kecil yang selalu berada di dekat mama nya kemana pun dia pergi keluali "
Ucap zee mengantung membuat lita semakin penasaran dan geram melihat wanita yang baru pertama kali dia temui itu, walau baru pertama kali bertemu tapi lita merasa sudah sangat lama mengenal nya
" Siapa kamu ? Kecuali apa ?"
Ucap lita waspada dan memeluk yuri dengan erat di pelukan nya
" aku , kakak ipar mu "
Ucap zee dengan santai sebari berjalan menuju kursi santai dan menyeruput segelas teh.
" aya , aya apa kamu sudah melupakan aku ?"
Ucap zee semabri tersenyum " apa aku harus membaca biodata pribadi mu, baru kamu mengenal ku ?, thalita hanaya adareld wijaya "
" Kamu... "
Ucap lita menuju tempat zee bersantai
sebelum lita melanjutkan perkataan nya riri sudah tiba di sana bergabung bersama lita dan zee
" kamu melupakan kami semua ?"
Ucap riri dengan lembut
" kalian siapa ?"
Ucap lita sangat penasaran, namun wajah nya tampak sekali sedang berusaha menginggat sesuatu
"dia mbak ii dan aku kak zee "
Ucap zee.
" sudah lah jika kamu lupa, lama - lama kamu juga akan menginggat kami "
Ucap riri sembari menepung pundak lita
" Yang terpenting kisah monyet sudah menjadi cinta sejati "
Ucap riri
" dan kami berharap bisa bertahan sampai tua dan mau memisahkan, tidak seperti ku "
Ucap zee sembari tersenyum getir.
.
.
.
__ADS_1
.
.