
bab 50
Dikantor dee hyun sebenarnya ada satu dokter dan suster yang selalu stembai melayani setiap orang yang sakit di gedung kantor miliknya, bukan tampa sebab dia meminta hae joon datang karena dia lebih mempercayai hae joon untuk masalah kesehatan keluarga nya mengingat hae joon adalah sahabat nya sedari kecil, dan hae joon juga anak dari sahabat ibu nya.
Dee hyun akhirnya memutuskan untuk membawa baby cantik nya menuju rumah sakit tempat hae joon bertugas, karena dia takut hae joon lama dan dia juga ikut panik melihat suzi semakin serbah salah
"Sayang ayo kita ketempat hae joon saja,"
ajak dee hyun kezahra karena dia takut terjadi sesuatu terhadap putrinya
"Iya ayo sayang"
zahra lansung mengambil tas kebutuhan suzi
Saat keluar dari kantor dee hyun memberi tahu kepada sekretaris nya untuk mengosongkan semua jatwal nya, dan lansung di Iya kan denggan salah satu Sekretaris nya, dee hyun dan zahra tampak terburu-buru meninggalkan gedung kantor miliknya, denggan tanggisan baby suzi yang berada di gendongan sang daddy,
Tak hanyal membuat orang yang melihat mereka ikut panik dan penasaran karena selama ini mereka tidak pernah mendengar baby cantik itu menangis, dan melihat wajah big boss mereka panik seperti sekarang dan disaat itu juga mereka melihat istri cantik boss mereka juga menunjukkan wajah tak kala panik, ya semenjak suzi sakit terakhir kali saat di indonesia yang menyatakan suzi memiliki gejala kangker membuat zahra selalu takut terjadi sesuatu terhadap putrinya,
Tidak butuh waktu lama dee hyun bersama dua wanita cantik nya telah sampai di rumah sakit tempat hae joon kerja, dee hyun di sambut lansung denggan hae joon yang menunggu kedatangan nya karena sebelum pergi dee hyun kembali menghubungi hae joon dia yang kerumah sakit,
"Cepat bawa keruangan ku,,, ajak hae joon"
Tak berselang lama hae joon lanansung memeriksa baby cantik itu dia sudah mengetahui apa penyebabnya baby cantik sakit, dia sedang meresakan ketidak nyamanan di dalam mulut nya yang mana saat ini gusi baby itu mengalami bengkak akibat gigi yang akan tumbuh, di usia dia sekarang memang waktu untuk tumbuh nya gigi susu
"Tenang lah sicantik ini tidak apa-apa, dia hanya merasa ngeri di gusi nya,"
"Apa maksud nya "
tanya dee hyun
"Gigi nya akan tumbuh sebentar lagi, yang mana bagian atas dan bawah secara bersama akan segera muncul, yang menimbulkan rasa nyeri dibagian tersebut,"
"Apa yang harus kita lakukan untuk menghilangkan rasa nyeri nya ? " Tanya zahra kepada hae joon
"Tenang lah nuna, kamu hanya perlu memberikan dia mainan untuk dia gigit bertekstur lembut,
" jawab santai hae joon "
"Baik lah, dimana bisa aku dapatkan itu ?"
tanya dee hyun
"Bisa di cari di toko perlengkapan baby"
hae joon memberi tahu
"Hae joon aku minta kamu siapkan satu kamar untuk kami, karena aku tidak inggin pulang, aku inggin putri ku di rawat saja bila ada sesuatu bisa lansung mendapat pertolongan segera,"
ucap dee hyun denggan raut wajah yang sudah tidak panik lagi seperti tadi.
__ADS_1
dee hyun meminta suzi dirawat bukan tanpa alasan karena dia melihat kepanikan zahra dan tidak dipungkiri dia juga panik melihat baby cantik nya sakit, dia inggin selalu memberikan yang terbaik untuk putrinya
"Baiklah,,, tunggu sebentar ."
ucap hae joon
hoe joon memanggil zahra denggan sebutan nuna karena dia menghormati zahra sebagai kakak yang mana usia song hae joon lebih muda empat tahun dari kang dee hyun, dia juga sudah mengungkap dee hyun sebagai sodaranya sendiri
Kini suzi sudah berada di ruang perawat, sedang tertidur akibat pengaruh obat yang di berikan kepada nya, untuk mengurangi rasa nyeri di gusinya, suzi tertidur di dalam pelukan mommy nya yang ikut merebahkan tubuh nya di sebelah suzi, suzi tidur sambil seguk kan, karena lamanya dia menangis dan mengamuk.
baru saja sebentar zahra tinggal ke kamar mandi suzi lansung terbangun dan menangis padahal sebelumnya zahra pergi dia sudah memastikan suzi tertidur nyenyak
"Nah sayang itu mommy mu tiba tenang lah, " dee hyun memeluk dan mencium pucuk kepala baby nya
"Sayang kenapa kamu menangis hem..."
Tanya zahra kepada suzi yang berada di dekapan daddy nya yang baru keluar dari kamar mandi
"Dia terbangun saat kamu tidak ada disamping nya."
"Sini mommy gendong"
Ucap zahra sambil mengambil suzi dari daddy nya dan meminta dee hyun untuk membuat susu untuk suzi
"Daddy bisa membuatkan susu untuk ku ?"
Tanya zahra kepada sang suami mengikuti suara baby
jawab dee hyun dia mencium putrinya sebelum pergi membuat susu untuk suzi
Setelah susu di buat namun suzi tidak mau meminum nya hanya seperempat saja dia meminumnya, dia kembali menagias dia merasakan sakit di gusi nya
"Sayang apa kamu tadi sudah memberi tahu kepada jung woon untuk membeli mainan yang di sarankan hae joon ?"
zahra mengikatkan dee hun untuk membeli yang disarankan oleh hae joon
"Ya sudah katanya sebentar lagi dia sampai "
Ucap dee hyun menjawab pertanyaan zahra
"Bagaimana ini dia sudah tidak sabar lihat lah, inggin sesuatu untuk digigit."
"Iya sabar ya sayang daddy ,sebentar lagi samchon jung woon datang
dee hyun menenangkan putrinya
Zahra yang tidak sabar dan betah melihat babynya menangis dia berinisiatif sendiri, tiba-tiba saja dia membuka manik baju dan memberikan hal yang seharus nya di berikan seorang ibu ke baby nya,
__ADS_1
dee hyun yang melihat ingin sekali protes karena dia merasa itu milik nya namun tiba-tiba saja suzi diam, baby itu menikmati pemberian mommy nya.
dee hyun yang melihat tingkah laku ibu dan anak itu hanya bisa membuat nafas kasar Dan mendekati zahra yang sedang duduk merangkul suzi, pas tepat didepan zahra dan suzi dia menunjuk ke arah itu sambil berkata
"Sayang kenapa kamu berikan ini kepada princess itu kan punya ku, ??"
ucap dee hyun kepada zahra yang sedang di perutukan untuk suzi,
zahra hanya diam dan berpikir apa yang dimaksud perkata suaminya tidak berapa lama zahra tersenyum dia tahu maksud suaminya
"Tidak apa-apa kan hanya sekali-kali"
jawab zahra santai
"Tapi itu punya ku sayang "
dee hyun memasang muka merejuk dan memanyunkan bibirnya
"Berbagilah kamu kepada putri mu ."
ucap zahra sambil tersenyum
" aw.. Sayang perlahan lah tidak ada yang ingin mengambil nya, bahkan daddy mu tak akan bisa."
zahra mengeluh kepala suzi dan mencium kepada putri nya
"Ah... Jung woon dimana kamu, cepatlah datang kalau tidak punya ku bisa habis diambil baby ku,"
teriak dee hyun denggan menunjukan ekspresi muka lucu nya, untung saja kamar yang ditepati mereka kedap suara jadi teriakan dee hyun tidak didengar orang, zahra yang melihat tingkah suaminya hanya tersenyum tidak tahan melihat tingkah laku suaminya yang tidak mau berbagi denggan putri mereka
.
.
.
.
.
.
.
daddy manyun melihat suzi mengambi miliknya,
__ADS_1