
Apa yang baru saja kamu ucapkan ?
"Rupanya kamu sudah mengetahui tentangnya apa kamu selama ini diam-diam mengawasi aku "
ucap in jung dengan emosi mendengar ucapan lee haa naa
lee haa na hanya menagis mengeluarkan air mata supaya mendapatkan dukungan keluarga kang
" tidak usah kau mengeluarkan air mata buaya mu, aku tidak akan terpengaruh wanita licik seperti mu."
ucap in jung dengan suara dingin dan tidak terpengaruh dengan tangisan lee haa naa
in jung pergi melangkah jauh dari runggan makan naik kelantai dua menuju kamarnya dan tak berapa lama lee haa na menyusul
"Kang in jung kenapa kamu berubah kembali menjadi dinggin terhadap ku ? "
bertanya penuh harapan
"Apa masalah buat mu ? "
ucap in jung menjawab sambil menganti baju
__ADS_1
"Ya tentu aku ini istri mu terlebih lagi pilihan keluarga mu."
ucap lee haa na
"Apa kamu bangga menjadi menantu pilihan keluarga ku ?"
ucap in jung bertanya kepada lee haa na
" in jung apa tidak ada rasa cinta untuk ku ? Setidaknya sikap lembut saat aku masih mengandung anak mu?"
ucap lee haa na
"Kamu jangan berharap karena cintaku hanya untuknya dan untuk anak ku, yang tertitip dirahim mu atas kesalahan ku "
meninggalkan haa na di dalam kamar dengan penuh amarah
"Kang in jung..." Teriak haa na
" dasar wanita kurang ajar sudah matipun kau masih mempersulitku awas kau batin haa na mengutuk sairen dalam benaknya"
Kini kang in jung pergi meninggalkan mansion kang mengendarai motor kesayangan nya,yang penuh denggan kenangan indah saat bersama pujaan hati menusuri tempat-tempat penuh kenangan saat bersama sewaktu mereka kuliah dan sembari menyesali perbuatan nya, pergi pulang kekorea tampa membawa kekasih hati yang berada di Singapura dan teryata itu pertemuan terakhir mereka.
__ADS_1
Perpisan tampa ada ucapan selamat tinggal bahkan semua jejak nya terhapus tampa jejak, bahkan orang tuanya pindah dari kediaman yang dulu pernah di kunjungi in jung saat meminta anak mereka menjadi istri .
Dan yang terdalam dia menyesal tidak menjadikan pujaan hati sah di mata hukum, dia terlalu terobsesi denggan keinginan nya.
"Sayang apa kamu merindukan ku ?
Apa kamu sebegitu benci terhadap ku ?
Meninggal kan aku tampa satu kata
Membunuh ku denggan cara merindu
Membuat ku mencari mu seperti orang gila dan akhirnya aku hanya menemukan
Kesendirian mu di tempat peristirahatan terakhi mu,
Kau menyiksaku denggan penyesalan ku,"
ucap in jung
"Ha.............."
__ADS_1
kang in jung berteriak sekuat mungkin menghilangkan rasa sakit di hatinya.