
Pagi ini zahra sudah dengan semua rutinitas nya, mempersiapka pakaiyan kerja dee hyun memandikan suzi dan membantu riri menyiapkan sarapan beberapa asisten rumah tangga mereka membersih kan bagian rumah lain nya,
Hari ini zahra tidak ikut kekantor bersama dee hyun karena dia inggin berbelanja untuk persiapan riri masuk kekampus, mengingat riri memiliki otak yang sangat pintar dan usia nya juga masih 17tahun dia seharusnya masih duduk di bangku sekolah menengah atas tepat nya sma kelas dua , namun dia tidak mau sekolah dia lebih memilih untuk mengambil paket c dan menjaga suzi di rumah saat zahra kerja, namun sekarang setelah tinggal di korea bersama dee hyun dan zahra dia tidak memiliki teman hanya suzi dan jung woon saja,
dee hyun menyarankan riri masuk ke universitas kedokteran di korea, menghingat riri menyukai bidang kesehatan, awal nya riri menolak namun dee hyun dan zahra memaksanya . Riri juga sudah lancar berbicara korea dan sudah bisa membaca tulisan korea.
zahra meminta izin kepada dee hyun untuk pergi membeli perlengkapan riri untuk masuk ke saram, tidak inggin riri pergi sendiri, zahra sudah menganggap riri sebagai adik nya, bahkan dia memangil zahra dan dee hyun mommy dan daddy.
"Sayang hari ini aku tidak ikut kekantor bersama mu ya"
Zahra meminta izin kepada suaminya.
"Kenapa sayang apa kamu sakit atau apa? " dee hyun merasa khawatir karena zahra tidak mau ikut bersama nya.
"Tidak aku hanya inggin menemani riri membeli perlengkapan nya untuk masuk ke kampus "
Jawab zahra santai kepada suaminya
__ADS_1
"Oh ya jadi kamu diterima ri ? "
Tanya dee hyun kepada riri
"Iya daddy denggan nilai terbaik bahkan tanpa campur tanggan daddy. "
Riri membangakan diri atas prestasi nya
"Oh ya, "
Tanya dee hyun denggan muka bangga dan tersenyum manis
Riri memberi senyuman nya ke keluarga baru nya dan menanyakan kepada baby suzi yang sedang dia suapi dan lucu nya suzi menggangukan kepalanya seperti mengerti apa yang dikatakan riri kepada nya. Membuat semua yang berada disana tertawa.
Setelah semua selesai sarapan dee hyun pergi meninggalkan kediaman nya yang diantar zahra sampai depan pintu besar rumah mereka, dan tidak lupa dee hyun mencium seluruh muka zahra dan perut zahra yang mulai membesar, ya kehamilan zahra kini sudah hampir genap 13 minggu, zahra memperhatikan mobil dee hyun yang pergi meninggalkan kediaman mereka, dan kembali ke dalam untuk bersiap-siap mereka akan pergi ke mall terbesar di korea.
Setelah semua perlengkapan riri dapat, mereka memutuskan untuk pergi makan siang dan membukuskan untuk dee hyun mengginat makanan yang mereka makan adalah kesukaan dee hyun, zahra meminta riri pulang terlebih dahulu karena dia inggin mampir kekantor memberikan makanan kesukaan suaminya, dia masuk ke gedung kantor denggan senyum indah di wajah nya, beberapa kariawan menyapa zahra dan baby suzi, ya mereka semua mengenal wanita cantik itu dia istri tercinta Ceo mereka dan putri cantik yang selalu membuat mereka inggin memiliki nya,
__ADS_1
Zahra berjalan denggan pasti dan senyuman indah tidak luntur dari wajah disaat dia tiba di depan pintu ruangan suaminya dia melihat suami nya bersama seorang gadis cantik zahra melihat dari balik pintu yang terbuka sedikit
Gadis itu merangkul manja di tubuh sang suami dia mendengar semua pembicara mereka
"Kamu ini semakin nakal saja ya,"
dee hyun mencubit hidung gadis itu
"Aw.. Sakit, Tentu aku nakal hanya terhadap mu oppa ,"
gadis itu menjelaskan kepada dee hyun tamapa melepaskan pelukan nya di tubuh dee hyun.
Zahra yang melihat kedekatan antara dee hyun dan nee shey lansung sakit hati dan rasa cemburu itu lansung menikam hati nya, terlebih lagi disaat zahra mendengar pembicaraan mereka dan melihat gadis asing itu merangkul tubuh suaminya.
Zahra yang tidak kuat melihat kedekatan suaminya denggan gadis lain dia memutuskan untuk pergi, meninggalkan mereka berdua untuk melepas kerinduan sepasang kekasih itu, ya kekasih itu lah yang ada di pikiran zahra gadis itu kekasih dari suaminya.
__ADS_1
Dia menaiki taxi yang berada di depan kantor dee hyun denggan raut wajah sedih nya, senyum indah berubah menjadi tangisan dalam diam, awal nya dia inggin pulang kerumah untuk meminta penjelasan dari suaminya, namun disaat didalam taxi dia menerima kabar dari seseorang dan dia meminta diantar ke stasiun kereta.