
Setelah mereka bersedih bersama akhirnya tertawa bahagia karena melihat wajah zahra dan riri yang sembap karena menangis, keluarga kecil itu saling melengkapi satu sama lain. keluarga adalah tempat kita mengadu keluh kesah yang kita rasakan tidak ada zona nyaman selain disaat kita Bersama keluarga yang menyayangi kita secara tulus dari hati jangan kan kita orang dewasa , baby kecil pun tahu dia bisa membedakan siapa orang yang menyayangi nya dan orang yang tidak menyukai nya.
Riri pergi dari hangat nya pelukan keluarga yang dimiliki nya untuk membatu bibi nam menyiapkan makan siang untuk keluarga tersayang nya, sedangkan baby cantik itu besama mommy dan daddy, bila ikut bersama riri bisa-bisa sore nanti baru selesai karena suzi sudah mulai pandai mengganggunya saat memasak dan mengacak-ngacak dapur.
Zahra dan dee hyun kini sedang berbaring bersama menemani suzi yang sedang tertidur, di benak zahra masih berfikir bagai mana dia menjelaskan kepada keluarga suaminya tetang pria yang bersama nya didalam foto yang ada di media masa itu, dia selalu mencoba menggigat siapa pria itu , saat ini dia takut sekali mertuanya tidak mempercayai nya dan lebih memilih mempercayai media masa,
"Sayang kenapa kamu masih diam ?"
Tanya dee hyun kepada zahra
"Sayang bagaimana aku menjelaskan kepada ayah, ibu dan nenek tentang semua ini "
Ucap zahra kembali bertanya kepada dee hyun
"Tenang lah, aku lebih mengetahui semua yang terjadi dikehidupan mu. "
Jawab Dee hyun santai sambil memengangi wajah sembap zahra.
" Ih kamu ini aku bukan bertanya tentang pendapat mu tapi pendapat ayah,ibu dan nenek apa mereka percaya denggan ku ?"
Ucap zahra yang merajuk mendengar jawaban dee hyun.
Belum sempat dee hyun menjawab pertanyaan dari zahra, pintu kamar mereka sudah diketuk dari luar ternyata itu salah satu asisten di mansion mereka yang meberi tahu bahwa mereka mendapat telefon dari rumah besar keluarga kang,
Tok... Tok.. Tok...
" Maaf tuan nyonya ,ada telefon dari rumah besar keluarga kang "
Ucap salah satu asisten mereka
"Baik kamu sambungan lansung ketelefon kamar saya "
Ucap dee hyun memberi perintah kepada asisten yang masih berada di depan pintu nya, tanpa beranjak dari tempat tidur mereka.
" Hallo..."
Sapa dee hyun dengan nada lembut
"Hai.... anak nakal bagai mana keadaan cucu mantu ku "
Teriak dari wanita lansia yang masih sehat bugar
"Awww...halmeony telinga ku sampai berdengung, "
Ucap Dee hyun kepada sang nenek yang sedang menelefon nya
" Cepat berikan kepada cucu ku. "
Ucap sang nenek dengan suara cemas nya
"Iya halmeony(pangilan nenek dari sebelah ayah) ini istri tercinta ku."
Ucap dee hyun kepada sang nenek dan memberikan telepon ke zahra.
Denggan ragu-ragu zahra menjawab panggil lan telefon dari sang nenek, dia amat cemas tidak tahu apa yang akan dia sampaikan kepada nenek nya tentang yang sedang terjadi.
"Hallo halmeony !"
Ucap zahra gugup menyapa sang nenek
"Sayang apa kamu baik -baik saja ?
Bagaimana keadaan cucu ku ?"
Ucap wanita lansia dari sebrang telefon yang panik menanyakan kabar tentang zahra, dia sangat khawatir tentang zahra dan cucunya yang sedang di kandungan zahra.
__ADS_1
"Baik halmeony keadaan kami sekarang baik-baik saja"
Ucap zahra menenangkan sang nenek yang sedang panik
"Sayang jangan terlalu kamu pikir kan semua yang sedang terjadi, aku sangat percaya akan diri mu, kamu wanita membawa kebahagiaan untuk keluarga kami "
Ucap nenek yang menenangkan zahra.
Dia sangat percaya denggan zahra karena dia sudah mengetahui apa yang terjadi antara zahra dan dee hyun, dee hyun menceritakan semua kepada sang nenek, bahwa dee hyun lah pria pertama yang mengambil mahkota zahra dia menceritakan semuanya yang terjadi kepada sang nenek, bahkan nenek nya juga sangat tahu dee hyun melakukan tes DNA secara diam-diam dibelakang zahra tanpa sepengetahuan zahra, untuk memastikan baby suzi anak nya, tertera hasil dari tes DNA dee hyun dan suzi sama, itu juga lah yang membuat sang nenek menyetujui dee hyun menikahi zahra tanpa persetujuan tuan kang in woon Ayah mertua zahra. Namun rahasia besar tentang suzi anak dari kang in jung belum bisa di katakan.
" Iya halmeony aku akan mencoba nya "
Ucap zahra kepada sang nenek
"Baik lah, bisah kah kalian makan siang di kediaman kami? "
Tanya nenek kepada zahra
"Baik lah halmeony kami akan kesana"
ucap zahra kepada sang nenek
Setelah telefon terputus zahra memberi tahu kepada dee hyun bahwa sang nenek meminta mereka untuk pergi ke mansion kang untuk makan bersama, dan menjelaskan apa yang terjadi , tidak perlu lama zahra dan dee hyun pergi kemansion kang hanya berdua saja, sedang kan suzi di titip kan kepada riri dan bibi nam,
zahra tidak ingin menggangu jam tidur siang suzi yang baru saja terlelap.
"Riri kami mau pergi ke mansion kang untuk makan siang bersama disana dan tolong jaga adik mu. "
Ucap dee hyun kepada anak gadis nya yang berusia hampir 18 tahun itu,
"Oke siap bos"
jawab riri dengan penuh semangat kepada orang tua nya,
"Tapi bagaimana masakan ku ?"
" Gampang mommy dan daddy janji akan makan malam dirumah oke ! "
Ucap zahra yang memberi selamat kepada riri
" Baiklah kalau seperti itu, salam buat halmeony dan hati-hati !"
Ucap riri dengan wajah cantik dan senyuman nya.
" Baik lah. "
Ucap zahra singkat
Dee hyun dan zahra pun pergi ke mansion kang hanya berdua saja mengendarai mobil mewah dee hyun yang berwarna merah, tidak butuh lama mereka berdua sampai karena jarak tempuh mereka hanya memakan waktu tiga puluh menit, mereka berdua pun sampai lansung disambut denggan kepala pelayan mansion kang
"Selamat datang tuan muda dan nyonya muda, semuanya sudah menanti di ruang keluarga "
Ucap sambutan dari kepala pelayan yang memberi tahu bahwa mereka berdua sudah di tunggu
" Ya terimakasih "
Ucap dee hyun.
" Assalamualaikum ayah,ibu nenek "
Ucap zahra sambil menyalami tanggan mertua dan neneknya
" Waalikumsalam "
ucap nenek dan ibu mertuanya, sedang kan tuan kang hanya diam saja
__ADS_1
" Ada malah apa memangil kami kesini "
Ucap dee hyun yang kesal melihat muka ayah nya yang melihat zahra tajam yang tidak seperti biasanya bertemu zahra.
" Duduk lah, apa kamu tidak punya sopan santun terhadap orang tua ? "
Ucap tuan kang denggan nada suara naik satu okta dari dee hyun.
" Apa anda pernah merasa mengajar kan saya cara sopan santun ?"
Ucap dee hyun kepada sang ayah.
" Sudah-sudah tenang lah dee hyun, saya meminta kalian berdua kesini untuk menjelaskan apa yang terjadi, meluruskan masalah yang diperbincangkan halayak ramai saat ini. "
Ucap sang nenek yang menengahkan perdebatan antara anak dan ayah itu.
" Bagaimana aku bisa tenang tuan kang melihat istri ku denggan tatapan memfonis istri ku bersalah. "
Ucap dee hyun yang masih emosi.
Ya kang dee hyun tidak pernah bisa akur bila bertemu dengan ayah nya, sifat egois nya selalu muncul saat bertemu sang ayah ada saja yang membuat anak dan ayah itu berselisih faham, terlebih saat ini dia melihat sang ayah menatap zahra seakan memfonis berita yang sedang terjadi itu kenyataan yang benar bahwa suzi bukan cucu nya, yaitu anak dari kang dee hyun dan zahra.
" Tenang lah sayang duduk dulu kita bicara kan semuanya baik-baik "
Ucap ibu lee na yang sedang memeluk sang menantu kesayangan. Dia mencoba menenangkan dee hyun.
" Cukup anda diam karena aku tidak perlu mendengar kata-kata mu, "
Ucap dee hyun yang membentak sang ibu,
Zahra dan semua yang ada diruang keluarga kaget saat dee hyun membantah ibu kim lee na, yang mencoba menenangkan nya, perkataan Dee hyun membuat tuan kang bertamban emosi karena dee hyun membentak sang istri yang berniat baik kepada dee hyun.
"Anak durhaka kamu kang dee hyun, ibu mu berbicara baik-baik kepada mu tapi kamu mebentak nya, "
Ucap tuan kang yang naik pitam.
" Ibu, ibu ku sudah terkubur menjadi tulang menulang, itu semua akibat perbuatan anda tuan kang terhormat yang menduakan ibu ku bersama kekasih mu "
Jawab dee hyun kepada sang ayah dengan emosi yang sama sedang memuncak
" Kamu... "
Ucap tuan kang
Disaat ayah dan anak itu berdebat denggan emosi yang sedang memuncak mereka tidak ada yang sadar bahwa zahra yang mendengar dan melihat perdebatan antara anak dan ayah itu sedang mesakan kontraksi dan sebisa mungkin dia menahan sakit di perut nya, dee hyun yang emosi tidak inggat lagi denggan keadaan zahra yang tidak bisa memiliki pikiran terlalu menguras emosi nya itu semua bisa berdampak dengan kandungan.
" Sayang sudahlah cukup jangan lagi berdebat tenang lah."
Ucap zahra sambil memegang lengan dee hyun dan mencoba tidak merasakan sakit diperut nya
Dee hyun sama sekali tidak mendengar dan menggubris ucapan sang istri dia terlalu kebawa emosi nya denggan sang ayah dia bahkan tidak melihat muka zahra yang sudah pucat menahan kontraksi dan tiba-tiba saja zahra jatuh pingsan, tubuh ibu hamil itu terjatuh di atas sofa yang tadi sempat dia duduki bersama ibu mertuanya.
nenek dan ayah dee hyun yang melihat zahra pingsan lansung panik dan berteriak nama zahra dan meminta kepala pelayan memangil sang dokter
dee hyun sangat panik melihat istrinya pingsan denggan cepat dia membenar kan tubuh zahra di sofa panjang yang berada di ruang keluarga kang dan disusul datang nya dokter kepercayaan keluarga kang yang rumah nya satu kawan mansion kang.
" Bagaimana dok keadan cucu mantu ku? "
Tanya nyonya besar kang kepada sang dokter
" Nyonya muda tidak apa-apa dia hanya shock saja dia mengalami keram diperut nya, itu biasa terjadi denggan ibu hamil mereka tidak bisa mendapat atau mendengar hal yang terlalu menyita pikiran mereka, "
Ucap sang dokter menjelaskan keadan zahra kepada keluarga kang yang sedang cemas dengan keada zahra.
__ADS_1
Setelah sang dokter menjelaskan keadaan zahra , denggan cepat dee hyun menggendong zahra denggan gaya pengantin baru, dia membawa zahra keluar dari mansion kang tanpa berbicara apa pun, bukan tanpa sebab dia ingin lebih memastikan keadaan zahra baik-baik saja membawa zahra masuk kedalam mobil nya kembali kekediaman nya untuk diperiksa oleh song hae joon.