
Pagi ini menjadi pagi yang cerah dan penuh kebahagiaan bagi keluarga kecik kang dee hyun, dimana mereka bertiga sedang sarapan pagi bersama di dalam kamar karena zahra masih harus tetap berada di atas ranjang karena dia harus menghabiskan cairan infus nya, senyum kebahagian di wajah kang dee hyun tidak pernah berhenti terlebih lagi saat melihat suzi selalu bersikap manja kezahra meminta perhatian saat dee hyun memeluk zahra dia tidak mau tinggal diam juga ikut memeluk zahra, kini kebahagian kang dee hyun sangat lengkap semua yang dia ingginkn tercapai sudah, hanya tinggal satu masalah lagi yang harus dia tuntaskan,
"Sayang terimakasih telah memberi hadia terindah didalam hidup ku, memberikan ku malaikat cantik dan memberiku satu malaikat lagi "
mengelus perut zahra yang masih tampak rata
" kuharap dia akan menjadi malaikat tampan seperti ku,"
"Iya semoga dia menjadi malaikat tampan untuk melengkapi keluarga kita ."
"Bagaimana tanggapan nenek atas masalah yang terjadi semalam. " tanya zahra kepada sang suami yang masih memeluk nya dan memeluk suzi yang berseder di tubuh zahra
"Aku hanya memberi tahu mereka kamu hanya kelelahan, masalah suzi kamu hanya takut suzi bersama orang yang belum kamu kenal."
__ADS_1
"Kenapa kamu terdiam sayang ? " tanya dee hyun kepada sang istri
"Kenapa kamu tidak menanyakan kenapa sifatku berubah tadi malam ?" Tanya zahra kepada sang suami sembari membelai rambut baby suzi
"Aku sudah mengetahui kenapa sifat mu berubah, karena aku sudah mengetahui nya."
"Apa kamu menyelidiki ku, " zahra menayakan dengga wajah seribu tanya
"Jadi kamu ? " Tanya zahra penuh denggan kecurigaan
"Ya aku mencari tahu setelah kamu memberitahu tentang suzi waktu itu, aku penasaran, aku melakukan itu karena ku tidak mau suzi pergi dari kehidupan ku, saat itu aku hanya tahu namanya wanita yang menggiginkan nyawa suzi bernama lee haa na, dan aku tidak mengetahui siapa pria yang inggin dia rebut, aku baru mengetahui nya malam tadi ternyata lee haa na adalah menantu dari keluarga ku, dan Pria itu adalah kakak tiri ku, kang in jung, dia anak tertua dari istri ayah ku,"
"Sayang maaf kan aku, aku tidak bermaksud membuat mu penasaran atas siapa pria yang dicintai kakak ku,"
__ADS_1
"aku pikir dia bukan dari keluarga mu, karena banyak orang yang awalan nama nya kang, dan saat aku pergi ke mansion kang, aku juga tidak melihat fotonya disana,"
lYa kami memang tidak memiliki foto keluarga bersama saat kami dewasa, hanya ada foto keluarga disaat kami masih sekolah dasar disaat itu aku berusia sepuluh tahun dan in jung sebelas tahun, dan itu sudah lama sekali terjadi, kami memiliki dunia kami masing-masing, walau saat itu in jung sanggat memperhatikan ku seperti adik nya sendiri aku selalu menghidar dari nya, karena aku selalu menggangap dia dan ibu nya, telah mengambil ayah dari ibu ku membuat aku membenci mereka termasuk ayah,
Hubungan ku dan dia membaik disaat dia menyelamatkan aku dari kecelakaan, waktu itu aku sedang berlari menyebar tampa melihat lampu sudah berubah warna merah, dia menyelamatkan aku dari tabrakan mobil dan mengorbankan dirinya untuk ku, dan disaat itu dia membutuhkan donor darah secepat mungkin, yang mana darah nya sama denggan darah milik ku dan ayah, namun saat itu ayah tidak ada hanya ada aku, disaat aku tidak mau mendonorkan darah ku, aku inggin dia mati namun nenek memberi tahu semua permasalahan yang terjadi diantara ibu ayah dan ibu in jung yang selama ini dirahasiakan ayah, aku meresa bersalah karena tidak menggagap kehadiran mereka, dimana ibu sanggat memperhatikan aku dan in jung juga sanggat menyayangi aku sebagai adik nya sendiri.
Akhirnya aku mendonorkan darah ku kepada nya setelah dia sehat aku memutuskan untuk tinggal di Amerika melanjutkan pendidikan ku disana tinggal bersama adik dari ibu ku, kami bertemu disaat hari besar itu pun, jarang ketemu karena dia juga tidak tinggal bersama keluarga kang. Dia lebih memilih tinggal di apatermennya dan hidup sederhana tampa menggunakan nama keluarga kang. Dia tidak pernah merubah sifat nya kepada ku, setiap bertemu dia selalu bersikap seperti biasa mengapa ku denggan penuh kehangatan seorang kakak terhadap adik dan aku masih denggan ke egoisan, bukan berarti aku membenci nya namun aku merasa bersalah terhadap nya, aku hampir membunuh kakak ku yang telah rela mengantikan posisi kesakitan denggan ku mengorbankan nyawa nya demi aku"
"Sayang... Maaf kan aku membuat mu mengingat kenangan masalalu mu yang menyakitkan, "
zahra memperhatikan wajah tampan sang suami yang tampak bahas denggan air mata, zahra mencium muka suaminya dan menyeka air mata milik suaminya denggan tanggan nya sembari memeluk baby suzi yang sudah tampak tertidur pulas karena dia banggun terlulu cepat
"Ya sayang... Aku akan menjadi lebih baik dari sebelumnya demi kalian bertiga dan aku akan mengorbankan nyawa ku demi menyelamatkan kalian. " kang dee hyun mencium pucuk kepala zahra
__ADS_1