Gadis Cantik CEO

Gadis Cantik CEO
Gadis Cantik CEO


__ADS_3

bab 63


setelah mendengar semua penjelasan dee hyun zahra tetap diam dan bangkit dari duduk nya meninggal kan dee hyun yang sedang berlutut, dia sudah tidak dapat menahan senyum bahagia nya, dan mengatakan bahwa dia memanfaatkan dee hyun.


‎sesampainya di kamar zahra tertawa bahagia karena dia wanita satu-satu nya untuk dee hyun, dan di lain tempat dee hyun sanggat frustrasi dia menjambak rambut nya kerena permohonan maaf nya ditolak,


"Ha... Percuma aku menjelaskan panjang lebar namun dia tetap mendiamkan aku Hu..... "ucap dee hyun di dalam hati


Dee hyun tahu betul istri nya memiliki sifat keras kepala, yang tidak mudah tergoyah bila sudah bilang tidak ya tidak,,,,


‎ dee hyun yang prustasi dia lebih memilih untuk pergi ke ruang kerja nya yang berada di lantai atas sebelah kamar nya, namun percuma dia tidak bisa konsentrasi, hatinya belum puas bila belum melihat senyum indah zahra,


‎jam kini menunjukan tepat jam empat pagi dee hyun memutuskan kembali kekamar untuk beristirahat, zahra tampak sudah tertidur kembali, denggan perlahan dia menaiki tempat tidurnya berbaring di sebelah zahra yang tentunya dia menghadap ke arah zahra,


"Sayang maaf karena aku menyakiti mu"


Ucap dee hyun kembali meminta maaf.


Dee hyun kembali membelai rambut zahra yang tertidur memandangi setiap inci dari wajah cantik itu, tiba-tiba saja zahra memeluk dee hyun Denggan sanggat erat dan membenamkan wajah nya di dada dee hyun, ya itu adalah kebiasaa zahra bila tidur bersama dee hyun dia suka sekali mencium wangi dari maskulin suaminya.


‎ Dee hyun yang mendapat pelukan dari zahra membuat nya sangat bahagia karena wanita ini masih memeluk nya disaat tertidur, dee hyun pun mencium pucuk kepala zahra dan memejamkan matanya yang selama lima hari ini tidak bisa tertidur karena selalu menunggu kabar tentang zahra dan suzi .


Sinar fajar pagi mulai terlihat zahra yang terbiasa banggun pagi , dia lansung memulai aktivitas seperti biasanya, dimulai dari membersihkan dirinya melaksanakan tugas nya sebagai umat islam dan menyiapkan sarapan untuk keluarga kecil mereka, setibanya didapur ternyata riri sudah berada disana lebih deluan, betapa bahagianya nya hati riri melihat zahra yang baru tiba di dapur, riri lansung memeluk zahra


"Mommy... Ii merindukan mu"


Riri memeluk zahra melepaskan kerinduan nya,


"mommy juga rindu denggan mu sayang "


Zahra membalas pelukan riri


"Apa yang mau kamu masak ? "


Tanya zahra kepada riri


"Tidak tahu mom ini ii masih memikirkan apa yang akan ii masak "


Ucap riri


"Ya sudah sini biar mommy yang masak, kamu lihat suzi saja apa dia sudah bangun atau belum "


Ucap zahra


"Siap mom...ii pergi dulu "


Riri lansung meluncur kekamar baby suzi


Riri sanggat tahu akan tugas nya setiap hari, jadi dia langsung bergegas kekamar suzi, zahra sangat terampil dalam memasak membuat semua makanan kesukaan sang suami,

__ADS_1


setelah selesai memasak semuanya zahra, melihat jam sudah menujukan jam tujuh pagi namun dee hyun masih belum turun, sedang kan suzi saja sudah siap menunggu untuk sarapan bersama, tak seperti biasanya dee hyun selalu tepat waktu, akhir nya Zahra meminta salah satu asisten nya membanggakan dee hyun.


" bibi nam tolong bangun kan daddy suzi yang masih diatas "


pinta zahra kepada asisten nya


"Baik bu,,"


ucap asisten tersebut


Dan tidak lama kemudian asisten nya kembali,


"Bagaimana apa dia sudah bangun ?"


ucap zahra


"Tidak ada jawaban bu,, "


ucap sang asisten


"Baiklah biar saya jasa"


"Riri kamu dan suzi sarapan deluan karena, mom akan membangun kan daddy dulu"


Zahra memberi perintahkan kepala riri dan suzi untuk sarapan deluan.


"Daddy suzi apa kamu tidak inggin sarapan bersama? "


Tanya zahra kepada suaminya


Namun dee hyun masih asik memejamkan mata nya,sambil mendengar suara lembut zahra yang membangunkan nya, yang di hati nya semakin yakin bahwa istri nya sudah mulai memaafkan diri nya,


"Sayang ayo bangun cepat, putri mu sudah menunggu di bawah ayo lah."


Ucapan zahra namun dee hyun masih tetap dian tidak merespon


" Baiklah bila itu mau mu "


Disaat zahra inggin berdiri dee hyun menahan zahra, membuat tubuh zahra terjatuh di atas tubuh dee hyun,


Cup...


Bibir dee hyun mendarat di bibir zahra


"Morning kiss sayang"


Ucap dee hyun kepada zahra


"Kamu...sudah bangun namun berpura - pura tidur ?"

__ADS_1


Tanya zahra kepada suaminya nya.


"Tidak aku memang masih tertidur dan terbangun disaat kamu mebanggun kan aku"


Ucap dee hyun


"Ya sudah cepat bangun, susul putri mu, yang sudah menati dibawak "


Ajak zahra


"Em sebentat lagi"


Ucap dee hyun.


" cukup sampai disini "


ucap zahra sambil berdiri dari sisi sang suami


"Ah... Sayang kok gitu sih.. aku mau... "


rajuk dee hyun kepada zahra


"Tidak untuk sekarang, ini hukum kamu karena membiarkan gadis genit itu memeluk mu. "


ucap zahra


"Ayo cepat bangun, setelah sarapan temani aku jalan-jalan. "


ajak zahra


"Baik lah nyonya kang. "


ucap dee hyun sambil memperlihatkan wajah prustasi


"Suami pintar"


Zahra mencium singkatan pipi suaminya dan keluar dari kamar mereka


Dee hyun bergegas kekamar mandi untuk menguyur tubuh nya denggan air dingin meredam asrat nya yang tidak tersampaikan karena mendapat hukuman dari zahra akibat membiarkan tubuh nya di peluk oleh han nee shey


"ah kalau tahu ini hukuman nya aku tidak akan membiarkan nee shey memeluk ku" guman dee hyun di dalam kamar mandi


Tak lama berselang dee hyun sudah siap dan menyusul zahra yang sudah menunggu nya di meja makan, mereka pun akhirnya sarapan dan setelah sarapan dee hyun kembali ke kamar mereka untuk melanjutkan tidur nya kembali karena masih mengantuk, zahra membiar kan suaminya melanjutkan tidur nya mengingat hari ini weekend. sedang kan dia masih asik denggan perkerjaan nya sendiri,




.....

__ADS_1


__ADS_2