
Saat ini riri masih merasa sakit hati dengan pria tampan yang sering dia juluki samchon mesum, tupai jelek dan bunglon. Bagai mana tidak riri sudah lama menunggu balasan dari pesan yang dia kirim namun tidak mendapatkan balasan dari nya.
" Kyaa... Mau dimana ?"
Triak riri saat itu dimana dia saat itu berada di balkon menikmati angin segar berharap hati dan fikiran nya bisa sejuk seperti angin yang menghebus tubuh nya.
" Awas saja kamu, bila bertemu dan menghukum ku,,, pasti akan ku beri pukulan tepat di wajah jelek mu itu, dasar tupai jelek... "
Ucap riri dengan suara sangat kesal dan terlebih lagi dia harus menerima kemana pun langkah nya di ikuti oleh lima orang body gard yang sedang berjaga di belakang nya.
" Aduh... Kenapa hidup ku seperti ini sekali,,,, berharap bahagia menikmati waktu liburan ku malah harus menerima buntut lima yang diam tanpa bicara dan selalu mengikuti kemana pun "
Ucap riri dalam hati merutuki nasip nya menjadi putri sulung dari orang kaya
Dan disaat riri ingin memutuskan masuk kedalam ruangan pesta tanpa dia ketahui ada sosok pria tampan yang selalu mengangu hari riri, namun pria itu seperti nya tidak mengenal riri yang berpenampilan sangat berbeda.
"Aduh.. Mati aku,,, mak, kenapa dia disini"ucap riri saat melihat wajah tampan JH
Riri yang tidak ingin terjebak dan terlibat lansung mengambil langkah seribu namun dalam langkah yang sangat angun seperti seorang putri bangsawan, karena tidak mungkin riri berlari seperti bisa nya menghidar dari JH bisa-bisa JH mengetahui saat ini riri putri sulung dari kang dee hyun yang sedang ada di hadapan nya bukan riri seorang dokter sederhana.
" Nona.. Muda anda ingin kemana ? "
Ucap salah satu body gard wanita
" Saya hanya ingin ke toilet, apa kamu tidak melihat tanda ini ?"
Ucap riri sambil tersenyum menahan amarah nya karena ulah sang daddy yang kini mulai menujukan sifat posesif nya melebihi waktu riri masih menjadi mahasiswi.
" Aduk... Kenapa daddy dan mommy mulai lagi menuju kan sifat posesif nya kan aku bisa menjaga diri ku sendiri
Ucap riri saat melihat penampilan nya di kaca dalam toilet wanita.
" Hai... Cantik "
ucap salah satu wanita berusia tidak jauh dari hae joon, menyapa riri dengan wajah tersenyum bahagia.
" Eonni...!"
ucap riri sangat kaget dia melihat sosok wanita cantik yang sedang mencari perhatian sang oppa jung woon yang diam-diam sudah jatuh hati kepada wanita cantik itu.
" Iya,,, apa kabar mu? Kenapa kamu terlihat sangat marah? Dan satu lagi kenapa kamu belum berada di pesta "
Ucap wanita cantik itu yang bernama han nee shey yang memiliki sifat 11-12 seperti samchon tampan dan mesum.
__ADS_1
" Tidak ada hanya ingin mencari angin segar saja dan rencana nya mau pergi kesana sebentar lagi. "
Ucap riri sambil tersenyum malu.
" Riri kamu masih menjadi gadis pemalu seperti tiga tahun lalu "
Ucap nee shey.
" Eonni,,, ini...."
Ucap riri tersipu malu.
" Yaa sudah cepat lah kedalam apa kamu tidak ingin bertemu dengan hae joon ?
Ucap nee shey memberi tahu riri bahwa hae joon datang kepesta itu.
" Apa eonni yakin? "
Tanya riri mencoba meyakinkan diri nya menderita nee shey membicarakan tentang hae joon
" Iya aku yakin karena sebelum kesini aku bertemu dengan nya di rumah besar "
Ucap nee shey
Tanya riri kembali yang sudah sangat tidak sabaran melihat wajah hae joon
" Seperti nya belum dia berkata ingin kesini saat jam 8 namun belum juga datang karena jam sekarang sudah menujukan jam setengah sembilan malam. "
Ucap nee shey karena memang dia sempat bertemu dengan hae joon di rumah besar.
" Tunggu lah sebentar lagi mungkin dia masih dijalan."
Ucap nee shey sambil meneluk pundak riri.
Nee shey sangat tahu sodara sepupu nya itu sangat menyukai riri dan bahkan akan melamar riri namun nee shey tidak mengetahui kenapa disaat hae joon ditanya kan tentang riri sedikit binggung dan memperlihat kan wajah dingin nya.
" Bisa jadi dia di jalan eonni, karena saat ini jalanan sangat ramai !"
Ucap riri sambil tersenyum
" Baiklah bila begitu aku pergi terlebih dahulu "
Ucap haa nee shey pergi meninggalkan riri.
__ADS_1
" Samchon kamu sudah kembali,,, kenapa kamu tidak membalas semua pesanan dari ku ?
Apa mungkin ku sudah memiliki gadis lain ?
Aaahhhhhhh.... Bisa gila ku "
Ucap riri sambil ingin mengacak rambut nya dan di cegah lansung oleh body gard wanita yang mengikuti riri sampai kedalam toilet.
" Nona jangan membuat penampilan mu rusak "
Ucap wanita itu memperingati riri sambil memegang tangan riri untuk mencegah gadis cantik itu mengacak-acak rambut nya
" Baiknlah... Bila itu keinginan mu. Tapi bisakah kita keluar sekarang "
ucap riri sambil menunjuk pintu keluar dan melihat jam sudah menujukan jam setelah sembilan
" Baik nona. "
Ucap nya.
" Hai... Semua bisa kah kalian semua menjaga ku dari jarak jauh karen aku sangat tidak nyaman !"
Ucap riri dengan suara lembut.
" Baik nona,,,!"
ucap semua body gard
Setelah body gard agak jauh dari nya dengan santai riri membuaka sepatu tinggi nya dan berlari menuju lift dia ingin menunggu kedatangan hae joon di loby tanpa di ikuti para body gard.
Riri malam itu benar-benar membuat repurtasi nya sebagai gadis cantik dan anggun hilang menjadi julukan ****** gila kembali kepada nya kerena
Membuat kelima body gard kewalahan mengajar riri yang berlari sangat cepat menuju lift yang saat itu ingin tertutup.
" Sampai jumpa... Semua "
Ucap riri sambil melambaikan tangan nya saat pintu lift tertutup
" Daddy mommy maaf putri cantik mu berbuat nakal karena aku sudah sangat merindukan nya... "
Ucap riri sambil tersenyum didalam lift saat melihat para body gard nya mengejar nya.
tanpa dia ketahui semua body gard nya sedang berlari menuruni tangga ke lantai bawah mengejar riri sambil menguhubungi pihak keamanan untuk berjaga di depan lift yang berada di loby.
__ADS_1