
bab 136
" Tidak perlu, aku tidak mau merepotkan mu."
" Tidak apa-apa, tunggu disini ya. "
Ucap JH yang pergi menuju meja kasir untuk mengambil pesanan nya.
Riri yang tidak inggin di antara oleh JH lansung mengambil langkah seribu pergi meninggalkan JH saat pria tampan itu pergi kekasir, saat riri sampai di depan kafe ternyata hae joon sudah menanti nya di depan pintu mobil yang sudah terbuka sambil melipat kudua tangannya di dada dan menyilangkan kedua kaki panjang nya menatap riri dengan tatapan mata elang yang siap menyambar kelinci putih
" ya allah kenapa dia sudah ada di korea, matilah aku keluar dari mulut buaya masuk mulut singa ! Huu.. kata nya tadi dia masih berada disana sekarang sudah ada disini "
Batin riri bertanya sambil memperlihat kan wajah sedikit shock
Bagai mana tidak pria tampan itu saat ini masih memakai setelan jas mewah kerja nya yang berwarna silver dan kemeja hitam berserta dasi yang sangat cocok dengan jas nya.
Terlebih lagi riri shock hae joon tidak memakai masker, topi atau kaca mata untuk menyamar seperti biasa nya saat dia menghampiri riri, hal hasil dia menjadi pusat perhatian setiap orang terlebih lagi para gadis.
" Kenapa masih diam disana ?"
Tanya hae joon denan suara cukup menyeramkan untuk riri membuat dia takut mendekat.
"Sayang sampai kapan kamu mau disana aku sudah lelah menunggu mu"
Ucap hae joon berjalan menuju riri membuat semua orang disana lansung memandang kearah nya dan
Cuupp
Hae joon mencium pucuk kepala riri didepan semua orang
Riri hanya bisa diam dia sedang merangkai kata untuk menjawab pertanyaan dari hae joon dan mencari alasan yang tepat.
Hae joon yang sudah lelah akhirnya mengendong tubuh gadis mungil itu dan membawanya masuk kedalam mobil mewah nya.
Riri yang tersadar saat tubuh nya di gendongan hae joon lansung meminta di turunkan.
" Kyaaa...aku malu "
Cicit riri saat di gendongan hae joon
" Kenapa malu, kamu calon istri ku ! "
Ucap hae joon dengan lantang memberi tahu semua orang riri calon istri nya riri yang mendengar ucapan hae joon sukses membuat riri malu terlebih lagi hae joon lansung mengendong nya seperti pengantin baru,riri yang mendapat gendonagan hae joon pun lansung melingkarkan kedua tangannya di leher hae joon dia takut terlepas
" Ya allah kenapa dia selalu bisa membuat ku jantungan "
ucap riri... Semua gadis yang melihat riri dan hae joon hanya bisa patah hati dan merana karena pujanan hati mereka sudah ada yang punya.
Keriyuhan yang hae joon dan riri buat saat ini tidak luput dari sorotan aparazi yang selalu berkeliaran mencari berita tending untuk mereka sugukan kemasyarakat.
disaat keriuhan itu berlansung JH sama sekali tidak terpengaruh karena dia asik mencari riri yang hilang tiba-tiba seperti biasa nya, saat keluar dari kafe JH sama sekali tidak memperhatikan siapa yang sedang di kerumuni semua orang dia masih fokus mencari riri dan segera masuk kedalam mobil nya untuk mengejar riri.
Bruk...bruk... Shit...
Ucap JH sambil memukul setir mobil nya dia sangat frustrasi tidak bisa menemukan keberadaan riri, bagai mana bisa gadis mungil itu menghilang dengan cepat seperti hantu yang bisa menghilang sekejap mata.
" Awas saja kamu,,, pasti akan ku temukan. "
Ucap hae joon sambil meremas rambut nya.
Dret... Dret.....
__ADS_1
Bunyi smartphone JH tertulis nama ibu
" Sayang kamu dimana ?"
" Di jalan ibu,,,"
" Apa sudah mengambil pesanan ibu ?"
" Tentu sembentar lagi akan sampai "
" Ya sudah hati-hati sayang "
Ucap wanita cantik itu
" Iya ibu. "
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Disaat JH merasa frustrasi tidak menemukan riri berbanding terbalik dengan riri yang sedang berdebar menghadapi pria bunglon di hadapan nya, bagai mana tidak riri menjuliki hae joon bunglon dia selalu bisa merubah sifat nya setiap saat .
Dari garang menjadi lembut.
Dari cerewet nenjadi manja
Itulah sifat hae joon yang ada di mata riri.
Setelah lama di perjalan riri hanya bisa diam tidak bisa berkata apa-apa sampai disaat mobil mewah hae joon memasuki halaman rumah mewah yang bernuansa minimalis.
" Sayang ayo turun !"
Ucap hae joon kepada gadis cantik yang ada di samping nya.
" Dimana kita ?"
" Di rumah kita.. "
Ucap hae joon
" Apa... ?"
" Turun lah ada yang ingin ku perlihat kan kepada mu "
Ucap hae joon sambil memberi tangan nya kepada riri. Dan dengan jantung yang masih berdebar riri ikut masuk kedalam rumah mewah itu.
Saat masuk pertama kali riri sudah dapat melihat ruangan yang begitu besar dan luas yang sudah terisi dengan perabotan indah. Dan riri diajak ke berkeliling dengan hae joon kesegala ruangan pas di dapur masih sangat polos belum terisi dengan perabotan.
Membuat riri bertnya.
" Samchon kenapa disini masih kosong ?"
Tanya riri
" Disini saya kusus kan untuk mu yang berkreasi memilih semua yang kamu inginkan. "
Ucap hae joon sambil memeluk riri dari belakang.
" Maksud nya ?"
" Ini akan menjadi rumah kita nanti, dapur ini akan manjadi tampat untuk mu memasak semua makanan untuk ku dan anak-anak jadi aku ingin kamu yang memilih semua peralatan nya "
Ucap hae joon sambil mencium pipi riri yang memerah.
__ADS_1
" Apa kamu tidak salah bicara ?"
Ucap riri.
" Aku tidak pernah salah bicara dan aku tidak akan pernah menggingakri perkataan ku "
Ucap hae joon sabil membalikan tubuh riri supaya wajah mereka salih bertemu
" Tapi aku belum siap ?"
Ucap riri sangat pelan
" Aku akan menunggumu siap sayang. "
Ucap hae joon sambil memegang dagu riri menyatu kan mata mereka.
Riri hanya bisa tersenyum bahagia dia tidak tahu harus apa dan bagai mana menjawab perkataan pria tampan yang sudah merebut hati nya saat ini.
Hae joon yang sedari tadi sudah sangat rindu dengan riri akhir nya mengecup bibir riri dengan lembut, menyalurkan kata rindu yang sudah tersimpan sejak dua hari yang lalu,
Bermula dari kecupan membuat hae joon tidak merasa puas dia ingin mendapat lebih, dan kembali merasakan bibir manis kekasih nya, entah kenapa disaat itu berlansung timbul rasa amarah dia mengingat riri bersama pria lain yang tidak kalah tampan dari nya dan yang pasti nya pria itu lebih muda dari nya
Pria itu berani memengang tangan riri sambil tersenyum. Membuat hae joon berani bertindak lebin dari biasa nya dia ingin memaskitan bahwa riri hanya milik nya seorang dan tidak dapat di sentuh pria lain
" Samchon aku tidak siap "
Ucap riri saat dia tersadar tindakan hae joon sudah melebihi batas.
" Sayang aku sudah sangat ingin merasakan nya, "
Ucap hae joon dengan suara paruh menahan hasrat nya.
" Aku tidak mau melakukan nya sebelum menikah "
" Aku akan sabar sayang menunggu itu, namun tidak yang ini aku ingin memastikan apa ada yang menyentuh nya "
ucap hae joon memastikan hal yang ada di fikiran nya.
Kenapa hae joon melakukan ini ?
Karena hae joon tersulut emosi saat melihat gadis nya bersama pria lain bahkan pria itu memang tangan riri .
hae joon yang memiliki sifat posesif melihat gadis nya di sentuh lansung murka memunculkan niat menghukum riri yang semula niat itu tidak terbesit sekalipun di pikiran dia. entah kenapa ada fikiran itu datang dia ingin memastikan orang itu tidak menyentuh riri lebih dari saat dia melihat pria itu memegang tangan riri.
Setelah memeriksa sesuatu yang ada di fikiran nya dia lansung menghukum riri dengan Meninggalkan jejak kepemilikan nya yang ada di tengkuh riri agar semua tahu riri milik nya seorang, tidak lupa hae joon berbisik ketelinga riri.
" Sayang jangan pernah nakal dan tidak menurut !, bila masih mengulangi nya aku pastikan di sini akan ada anak kita."
Ucap hae joon sukses membuat riri lansung membukat kan mata dan mendorong hae joon menjauh dari nya.
" Dasar Samchon mesum "
Ucap riri didalam hati.
.
.
.
.
__ADS_1
.