
Dua jam berlalu akhir nya hae joon menghampiri riri yang sedang beristirahat di kamar tamu, sejak ibu hae joon mengetakan bahwa riri hamil sejak itu hae joon meningalkan riri bukan pergi keluar rumah melain kan dia mengurung diri di dalam kamar,
Dia masih berfikir apa itu kenyataan atau hanya harapan ibu nya saja, jujur hae joon masih takut bila dia di beri pilihan seperti tiga tahun lalu.
Tok..tok..tok..
Bunyi pintu kamar hae joon di ketuk tidak lama kemudia terdengar suara wanita separuh baya lebih yang tidak lain ibu hae joon
" hae joon apa boleh ibu masuk ?"
Ucap ibu hae joon sambil membuka pintu bertanya kepada anak nya tapi dia sudah berada di dalam kamar hae joon tanpa hae joon mempersilahkan dia masuk
" hai... Bocah nakal apa kamu fikir memiliki anak itu perkara mematikan ?"
Ucap ibu hae joon menghampiri putra nya dan hae joon hanya dia bersandar di sofa yang ada di dalam kamar nya
( wajah hae joo lagi berfikir )
" berhentilah seperti anak remaja yang ketahwan menghamili kekasih nya, kamu itu sudah menikah dan usia mu sudah 30 tahun, kenapa kelakuan kamu seperti ini ?"
Ucap ibu hae joon
" eomma... Aku masih belum siap bila di beri pilihan seperti tiga tahun lalu, eomma tahu betapa aku menderita saat itu, kehilangan anak kami dan riri melupakan aku "
Ucap hae joon
" berhentilah berburuk sangka tuhan maha adil, dia tahu yang terbaik untuk kita, dan dia tahu kapan waktu yang pas untuk segala nya "
Ucap ibu hae joon sambil duduk di tepi ranjang memandang wajah anak laki - laki nya yang diam dan berfikir
" apa kamu pernah berfikir betapa riri menginginkan anak ? Dan setiap dia membahas soal anak kamu selalu mengeles dan mencari topik lain ? Kamu tahu istri mu itu seorang wanita yang akan merasa lengkap hidup nya disaat dia bisa memberi keturunan kepada suami nya "
Ucap ibu hae joon
" berhentilah nak bersikap bodoh sebelum kamu kehilangan mereka ! Kamu tahu riri begitu menderita kamu pergi saat mengetahui dia hamil"
Ucap ibu hae joon memberi tahu bahwa riri kecewa melihat sikap hae joon tadi, yang sangat berbeda dengan hae joon yang tiga tahun lalu mengetahui riri hamil
hae joon yang mendengar ucapan ibu nya langsung berdiri dari tempat dia bersandar dia buru - buru mencari riri dia takut istri nya kabur meningalkan dia sendiri terlebih lagi istri nya sedang mengandung.
Hae joon berlari dengan sangat cepat menuruni anak tangga menuju kamar tamu dan sesampai nya di kamar tamu hae joon tidak menemui riri kamar itu terlihat sedikit berantakan karena riri tadi beristirahat disana
"Riri...riri kamu dimana ?"
Ucap hae joon mencari riri membuka pintu kamar dan kamar mandi yang berada di kamar tamu tapi dia tidak menemukan keberadaan riri
" riri.... Kang riri azahra... "
Teriak hae joon mengemparkan masions mewah nya karena dia tidak menemui sang istri.
" tuan apa terjadi sesuatu ?"
Tanya salah satu kepala keamanan
" kamu melihat istri ku pergi keluar rumah ?"
Ucap hae joon bertanya
" tidak tuan sedari tadi saya berjaga di depan, nonya tidak ada keluar rumah "
Ucap kepala keamaan
__ADS_1
" cepat cari istri saya keseluruh sudut rumah "
Ucap hae joon dengan wajah kesal dan seluruh asisten yang berada di kediaman itu langsung berhambutan mencari istri majikan mereka, sampai tiga puluh menit berlalu
" tuan ... nyonya riri tidak ada di mana pun kami sudah mencari nya kesetiap sudut rumah "
Ucap pengawal hae joon dan di wajah semua asisten rumah tangga sangat panik melihat majikan tampan mereka berubah menjadi seperti monster
" hae joon tenang dulu kita cari riri di tempat yang biasa di kunjungi "
Ucap ibu hae joon menenangi anak nya.
" sudah eomma bahkan aku sudah menghubungi tuan kim !"
Ucap har joon dengan wajah panik dia benat- benar kehilangan akal saat tidak menemui riri di seluruh tempat
"!Ah..... kemana kamu ri.. "
Ucap hae joon sambil melempar vas bungga di dekat nya dia benar- benar kesal dia tidak dapat mengetahui istri ya dimana
Disaat hamburan vas bungga berserakan riri muncul dengan wajah kesal karena vas bungga kesayangan nya sudah berhamburan di lantai
( wajah riri kesal melihat vas keramik nya pecah )
" kenapa ini... ?"
Ucap riri dengan kesal menatap jawah suami nya yang sedang tidak enak di lihat oleh semua orang.
Dan reaksi para asisten dan ibu har joon hanya tersenyum bahagia melihat wanita yang mereka cari dari tadi
" Sayang kamu dari mana saja ?"
" yang....yang... Lepasin "
Ucap riri sambil menepuk punggung hae joon tapi pria itu tidak peduli sama sekali
Ibu hae joon yang melihat langsung mendekati riri dan hae joon sambil menjewer telinga hae joon dan berkata
" anak bodoh ! Apa kamu mau membunuh anak menantu ku dan cucu ku di perut nya kehabisan nafas karena kamu peluk "
Ucap ibu hae joon sambil menarik telingga hae joon
" aahhuuu..aahhuu... Sakit eomma "
Ucap har joon sambil melepas pelukan nya dengan riri dan mengikuti tangan ibu yang sedang menarik telingga nya membut riri tersenyum bahagia melihat tingkah lucu hae joon
" sayang kamu dari mana ?"
ucap hae joon bertanya kepada sang istri yang baru saja datang
" dari kamar bibi mai "
ucap riri dengan singkat sambil berjalan menuju sofa
" kamu dari tadi disana ? ngapain ?"
ucap hae joon
" aku pergi kekamar bibi mai karena dia sedang pusing dan saat mau kasih tahu kamu, kamu sedang bicara sama eomma"
ucap riri dengan santai tanpa memperdulikan kekahwatiran hae joon
__ADS_1
" kenapa gak ngomong- ngomong sweety!, aku panik banget, takut terjadi sesuatu dengan kamu dan baby kita "
ucap hae joon sambil duduk di samping riri dan mengelus perut riri yang rata tanpa ada rasa malu di hadapan ibu nya
" oh... gitu "
ucap riri dengan singkat
" kenapa oh gitu ?"
tanya hae joon dia penasaran dengan jawaban riri.
" lantas harus gimana lagi, bukan nya kamu tadi gak mau nerima anak ku ini "
ucap riri dengan ketus
" eh... kok anak kamu ? dia juga anak ku sweety "
ucap hae joon bertingkah manja.
" tadi kenapa kamu lari ?"
ucap riri
" aku kaget sayang, aku hampir aja nyelakai kamu dan bayi kita "
ucap hae joon dan pria tanpa itu langsung berlutut di hadapan riri yang sedang duduk di sofa yang berada di ruang tamu.
" maaf kan aku sayang aku hampir melukai kamu dan bayi kita, aku berjanji gak akan seceroboh itu lagi "
ucap hae joon meminta maaf
" ehm... " guman riri
" sweety maaf kan aku, aku janji tidak akan melakukan hal yang membahayakan bagi kalian berdua dan dari hari ini sampai seterus nya aku akan menjadi suami dan ayah siaga untuk kalian berdua "
ucap hae joon
" iya aku memaaf kan mu appa, jadilah ayah terbaik untuk anak kita "
ucap riri sambil tersenyum
" untuk anak- anak kalian "
ucap ibu hae joon sambil tersenyum
" anak- anak ?"
ucap riri dab hae joon secara bersamaan
" iya ... bila perkiraan ibu benar, kali ini riri mengandung dua baby . bila Kalian tidak yakin bisa melakukan usg "
ucap ibu hae joon
" terimakasih ya allah engkau berikan kami rezeki yang begitu berharga "
ucap hae joon sambil mencium seluruh wajah riri dengan penuh semangat.
.
.
.
__ADS_1
....