
disaat riri berjalan menuju tempat keberadaan sang keluarga tanpa riri sadari dia di senggol seseorang yang membuat tubuh nya tidak seimbang dan hampir terjatuh.
Untuk saja ada sosok pria yang menolong riri tepat waktu bila tidak mungkin riri akan menjadi perhatian semua orang di pesta ini karena terjatuh.
" Apa anda tidak apa-apa nona ?"
Ucap pria yang menyelamatkan riri.
Riri yang berada di dalam pelukan pria itu sempat terkesima, memandagi wajah tampan nya, wajah yang selalu membuat riri merindu disaat riri sendiri, wajah yang membuat hari-hari nya berwarna tanpa dia sadari bahwa dia dan pria itu sudah menjadi pusat perhatian
" Nonna.. Apa kamu tidak apa-apa ? Apa perlu aku membawa mu kerumah sakit ?"
Ucap pria itu yang setia memengang tubub riri.
Siapa lagi dia kalau bukan hae joon pria tampan yang sudah membuat hatinya berantakan
" Samchon... "
Ucap riri dengan sangat semangat melihat keberadaan hae joon
Samchon gadis ini berani sekali memangil ku Samchon di tengah keramaiyan ucap hae joon di dalam hati
" Samchon,,,, apa anda tidak salah bicara ?"
Ucap hae joon bertanya kepada riri mencoba meyakinkan kan riri tidak salah memangil diri nya samchon
" Ehm... Maaf tuan saya salah berkata "
Ucap riri cepat-cepat melepaskan diri nya dari dalam pelukan hae joon
Samchon Apa kamu melupakan aku atau ini hanya salah satu permainan mu bersama jung woon oppa ?
Ucap riri didalam hati
Riri benar-benar ingin memeluk hae joon yang saat itu berdiri dihadap nya untuk melepas kerinduan di dalan hati yang selama dua minggu ini sudah berpisah tanpa kabar.
" Nona apa kamu terluka? "
Tanya hae joon seperti tidak mengenal riri dan baru pertama bertemu.
" Tidak tuan saya baik-baik saja "
ucap riri sangat lembut menyimpan perih yang dia rasakan
Disaat riri ingin berjalan tiba-tiba saja kaki nya terasa sakit dan membuat dia sedikit merintih kesakitan
" Seperti nya kaki mu keseleo biar saya bantu !"
ucap hae joon
" Tidak termakasih tuan "
Ucap riri lansung menolak pertolongan dari hae joon hati nya benar-benar sakit karena hae joon memangil nya nona namun riri tidak bisa untuk marah karena dia sudah berjanji akan mengikuti permainan yang di buat para srigala.
Dan tidak berselang lama body gard wanita yang mengawasi riri sedari tadi sudah datang menghampiri riri.
" Nona apa anda ingin kembali kekamar ?"
Ucap wanita itu
" Iya tolong saya !"
Ucap riri singkat sambil meraih tanggan sang body gard
" Terimakasih tuan saya pamit dulu "
Ucap riri pergi meninggalkan hae joon dengan luka dihati nya
Sedang kan hae joon merasa sedikit aneh di dalam hati nya karena dia bersikap sangat hangat dan nyaman berada di dekat gadis yang baru saja dia temui malam ini.
Bahkan dia merasakan perasaan tidak rela melihat kepergian gadis cantik itu
Seakan ada rasa rindu di hati yang belum sempat dia ungkapkan
" Kenapa jantung ku berdetak sangat kuat saat bersama gadis itu dan kenapa rasa ini seperti tidak rela melepaskannya "
Ucap hae joon bertanya didalam hati nya.
__ADS_1
" Sudah lah mungkin ini hanya kebetulan saja "ucap hae joon kembali saat sudah tidak melihat riri yang sudah menghilang.
Hae joon pun pergi bergabung bersama dee hyun dan jung woon yang saat itu tidak mengetahui bahwa hae joon sudah bertemu dengan riri.
Flashback
Setelah kepergian dee hyun dari mansion tuan kim hae joon terjaga dari tidur nyaman nya, karena jung woon berbisik
" Bangun lah bila tidak aku akan mengambil wanita mu riri azahra "
Ucap jung woon berbisik di telinga hae joon.
Tidak disangka karena bisikan jung woon, pria tampan itu membuka mata nya namun hal yang tidak disangka, disaat hae joon terjaga melupakan tentang kenangan nya bersama riri.
Semua orang disana sempat kaget karena setahu jung woon, tuan kim hoo jin dan eun hoon. Hae joon sangat mementingkan gadis nya dan terjaga karena ulah jung woon yang jahil ingin mengambil riri dari nya namun kenyataan yang harus di terima mereka bertiga hae joon melupakan riri,
setelah di konsul ke dokter , dokter membari tahu bahwa hae joon mengalami amnesia yang bersifat sementara saja karena dia terlalu memikirkan orang tersebut sebelum kecelakaan itu terjadi.
" Hyeong dimana ini ?"
Ucap hae joon terjaga dari tidur nya.
" Hae Joon kamu sudah bangun ?"
βtanya jung woon dengan antusias
" Hem... Hyeong, dimana ini bagai mana bisa aku disini dan terluka ?"
Ucap hae joon bertanya kepada jung woon
" Hae Joon tidak usah banyak bicara, kamu beristirahat lah terlebih dahulu, setelah keadaan mu setabil kita akan membahas semua nya !"
Jelas jung woon kepada hae joon yang saat itu masih sangat terlihat lemah.
" Ehm.. "
Guman hae joon menenuruti ucapan di jung woon.
Satu hari berlalu sebelum pesta pernikahan in jung dan sairen yang lebih tepat nya di kediam mewah tuan kim jung woon menjelaskan apa yang sudah terjadi dan kenapa hae joon bisa berada di desa kecil dan terpencil.
Ucap jung woon bertanya kepada hae joon dengan wajah penasaran.
" Hyeong aku hanya mengingat, terakhir kali aku berada di mobil dan dikejar oleh satu mobil dan mereka menembak mobil ku."
Ucap hae joon menjelaskan kejadian yang dia alami.
" Apa kamu mengingat siapa yang terakhir kali kamu hubungi ?"
Tanya jung woon
" Aku...."
Ucap hae joon mengantung dia mencoba mengingat apa yang sudah terjadi dan tidak lama kemudian dia merasa sakit di bagain kepala nya saat mencoba mengingat apa yang terjadi.
Bahkan yang dia inggat adalah suara lembut dan tawa seorang gadis saat hae joon mengatakan
" *Selamat malam dan selamat tidur tidur sweety "
Ucap hae joon dan suara wanita itu menjawab
" baiklah,,,kamu jangan nakal ya dan selamat tidur "
Ucap suara gadis yang dia inggat menjawab ucapan hae joon*.
" Ha..... "
Ucap hae joon menahan sakit.
" Hae joon sudah lah jangan kamu paksakan untuk mengingat karena aku yakin cepat atau lambat kamu akan mengingat itu. "
Ucap jung woon meminta hae joon berhenti mengingat kejadian sebelumnya saat dia belum sadar kan diri.
Mentari pagi yang menyekujan kini berganti dengan terik nya sinar matahari menyinari bumi kini semua srigala sudah berada di kediaman mewah tuan kim hoo jin mereka yang semula tanpak saling mencurigai kini sudah mulai bersahabat kecuali kang dee hyun yang masih setia dengan kewaspadaan nya.
" Tuan Hoo jin terimakasih telah menolong ku , bila aku tidak bertemu dengan mu mungkin saja aku sudah dimakan hewan liar."
Ucap hae joon dengan santai berterimakasih kepada tuan kim.
__ADS_1
" Tidak masalah karena kita sebagai manusia harus saling menolong "
Ucap tuan kim
" Tuan... Apa yang bisa kami bantu untuk mengucapkan terimakasih ?"
Ucap jung woon bertanya kepada tuan kim.
" Tidak perlu jung woon, tapi bila kamu tidak keberatan aku hanya ingin pergi berlibur kedesa mu dan melihat pergunungan indah dan dibawah nya terdapat pantai "
Ucap tuan kim dengan sangat santai dan ramah.
" Baiklah bila ada waktu aku akan membawa mu berkunjung "
Ucap hae joon
Anak dan ayah itu kini mulai sedikit akrap dan mereka berdua bercerita tentang masalalu yang mereka lewati yang penuh tangis dan tawa.
Jung woon sedikit meraha sedih saat dee hyun dan in jung berkata sudah siap untuk menjemput mereka berdua.
Dan sampai lah disaat dimana perpisahan anak dan ayah itu harus berpisah kembali.
" Tuan hoo jin terimakasih sudah menerima kedua sodara ku disini "
ucap in jung dengan bersalaman kepada tuan kim karena memang in jung lah yang lebih dewasa dari semua nya.
" Tidak masalah tuan kang in jung, aku hanya bersikap sebagai tuan rumah yang baik. "
Ucap tuan kim sambil tersenyum.
" Bukan kah begitu tuan kang dee hyun ?"
Ucap tuan kim bertanya kepada pria dingin yang masih bersifat antisipasi nya.
" Iya seperti itu lah tuan hoo jin "
Ucap dee hyun sedikit menyunging kan senyuman nya.
" Baik lah bila begitu kami siap berangkat "
ucap in jung.
" Tuan hoo jin terimakasih banyak "
ucap hae joon
" Tidak masalah srigala kecil , jaga lah orang yang mencintai mu sebelum dia pergi meninggalkan mu. "
Ucap tuan kim sambil tersenyum melihat hae joon
Yang tidak lain berpesan untuk menjaga putri semata wayang nya. Tuan kim sangat tahu di hati hae joon paling dalam merindukan riri walau saat ini hae joon dalam keadaan amnesia.
" Tentu aku akan menjaga orang yang dapat masuk kedalam hati ku yang sudah lama kosong "
Ucap hae joon sambil tersenyum karena saat ini hae joon masih mengingat dia belum bisa melupakan mantan kekasihnya yang sudah lama meningal.
Keempat srigala pun masuk kedalam helikopter pribadi milik Kang Grup dan DH Grup, meninggal kan mansion mewah tuan kim yang berada ditengah hutan yang terdapat hamparan bermacam bunga indah bahkan bungga yang tidak harus ditanam.
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa like dan vote ya dan yangan lupa tekan bintang di samping jempol
terimakasih banyak semua.
I Love you πππππ
__ADS_1