Gadis Cantik CEO

Gadis Cantik CEO
Gadis Cantik CEO


__ADS_3

" Tentu semua untuk istri dan anak-anak ku "


ucap Dee hyun dengan seringai nya


Duck hwan dan dokter min hanya tersenyum melihat dee hyun memperlakukan istri nya bagai kan seorang ratu dengan lembut dan romantic, membuat dokter min teringat akan Pria yang pernah mengusi hati nya dan sampai saat ini masih tersimpan cinta untuk nya.


" Dee hyun kamu dan keluarga mu mengingat kan ku dengan seseorang."


Ucap dokter min dengan wajah tersenyum.


" Dengan siapa ?"


Tanya Dee hyun sepontan


Dengan cepat duck hwan melihat kearah wajah istri nya, yang tampak tersenyum, dokter min yang menyadari dia dilihat oleh sang suami dengan cepat menjawab.


" Pria yang menemani ku selama ini, yang sabar menanti hati ku untuk nya. "


Ucap dokter min sambil melihat kearah wajah tampan tuan duck hwan yang menggengam tanggan dokter min. " terimakasih sayang " ucap dokter min kepada sang suami dengga hati yang belawaan denggan ucapan nya.


" Anda sungguh romantics !"


ucap zahra


" Terimakasih nyonya kang "


Ucap dokter min.


" Ah.. Tidak perlu berterimakasih dokter min dan panggil saja saya zahra, saya masih terlalu muda di pangil nyonya "


Ucap zahra.


" Baik lah, asala kamu berjanji memangil ku eonni, biar lebih akrap. "


Ucap dokter min.


" Baik lah bila begitu. !"


Ucap zahra


Disisi lain ruangan Dee hyun riri dan suzi masih mencari keberadaan Jung woon disaat masuk keruangan Jung woon ternyata kosong tidak ada tanda keligatan pria tampan itu.


" Zi samchon woon tidak ada, seperti nya kita harus kembali. !"


Ucap riri memberi tahu ke suzi.


" Baik lah seperti nya dia tidak inggin bertemu Zi. "


Ucap Suzi dengan wajah lucu.


" Bukan seperti itu sayang mungkin samchon sibuk !"


Ucap riri kepada sang adik


Mereka berdua pun memutuskan untuk kembali keruangan sang daddy namun sebelum melangkahkan kaki mereka untuk masuk keruangan kerja Dee hyun riri terhenti saat seketaris daddy nya memberi tahu ada telefon untuk riri.


" Agasi maaf ini ada telefon untuk mu. "


Ucap seketaris Dee hyun.


" Untuk ku...?"


Tanya riri tidak percaya siapa yang mencari nya sampai bisa menelfon ke kantor daddy nya hanya untuk mencari keberadaan nya.


" Adik ku yang cantik, Zi masuk duluan ya eonni mau menerima telefon dulu. "


Ucap riri dengan wajah tersenyum memberi adik nya pengertian.


" Baik lah ,,, "


Ucap Zi lansung membuka pintu ruangan sang daddy.


" Halo selamat siang "


Ucap riri dengan suara lembut.


" Kyaaaa kamu kemana saja ?


Kenapa tidak di angakat telefon ku ?


Seperti nya kamu suka sekali menerima hukuman ku ?"


Suara pria itu bertanya dengan suara dingin dan menysuk lansung ke hati, suara siapa lagi kalau bukan suara hae joon.


" Samchon,,,?"


" Masih inggat suara ku. ?"


Tanya hae joon kepada riri


" Iya ada apa, ?"

__ADS_1


Jawab riri.


" Ada apa ? Tidak mau menjawab pertanyan ku ?"


" Pertanyaan nya terlalu banyak "


Ucap riri dengan santai


" Begitu... ! Berati kamu mau menerima hukuman mu sayang ?"


Tanya hae joon dengan suara manja membuat bulu kuduk riri mulai merinding memikirkan hukuman apa yang akan diberi hae joon kepada nya .


" Tidak... Siapa bilang saya mau menerima hukuman mu !"


ucap riri dengan wajah yang mulai memerah


" Kenapa telefon ku tidak kamu angakat ?"


Tanya hae joon.


" Oh.. Smartphone ku ada di tas mommy dan saat ini kami baru saja dari ruangan Jung woon Oppa "


Ucap riri


" Kenapa kamu pergi ke tempat Jung woon oppa ?"


Tanya hae joon.


" Aku dan Suzi merindukan nya sudah satu bulan kami tidak bertemu "


Ucap riri memberi memberi penjelasa kepada samchon posesif yang sedang menghubungi nya saat ini


dan tiba-tiba saja sosok yang dirindukan riri dan suzi datang dengan santai dan tersenyum kepada riri saat ini dan bertanya riri sedang berbicara dengan siapa , riri pun menulis siapa yang sedang menghubungi nya dan dengan jahil Jung woon menspeaker pangilan hae joon.


" Begitu cerita nya " tanya hae joon " bagai mana dengan ku sudah dua hari tidak Bertemu dengan mu ?"


Tanya hae joon yang tidak menggetahui pangilan nya sudah di monopoli Jung woon.


" aku juga merindukan mu sayang "


ucap Jung woon meniru suara perempuan, hae joon yang sudah sangat hafal dengan suara Jung woon pun menggamuk.


" Kyaaaa hyeong kamu memonopoli pangilan ku ?"


Ucap hae joon seperti anak kecil.


" Iya kenapa ? Apa kamu cemburu ? Aku tidak akan merebut nya dia akan selalu menjadi adik ku !"


Ucap Jung woon dengan suara yang masih menahan tawa.


Ucap hae joon


" Baik lah kalau begitu akan ku coba. "


Ucap Jung woon.


" Hyeong..."


Ucap hae joon seperti anak kecil.


" Sudah lah janga seperti anak kecil, aku tidak akan merebut nya dan cepat lah pulang aku tidak berjanji bila akan ada Pria tampan datang melamar adik ku. "


Ucap Jung woon mematikan sambungan telephone hae joon sukses membuat pria tampan yang saat ini berada di negri asing itu mengupat kesal


Karena sambungan telefon nya terputus dan hati nya masih belum puas mendengar suara pujaan hati nya.


" Oppa kenapa kamu selalu membuat dia kesal ?"


Tanya riri dengan suara lembut dan tersenyum cantik.


" Aku selalu rindu melihat wajah Pria satu itu menjadi seperti anak kecil "


Ucap Jung woon sambil tersenyum.


" Kamu dan dia sama-sama memilik sifat kekanak-kanakan "


ucap riri.


" Tidak apa-apa bila itu tidak menggagu orang lain "


Ucap Jung woon sambil melempar senyum" ii kesini bersama siapa ?


Jung woon kembali bertanya


" Bersama mommy, ii rindu kumpul bersama keluarga, selama tujuh bulan ini waktu ku selalu disita oleh nya untuk menggejar menjadi dokter magang. "


Ucap riri dengan wajah sedih.


" Gadis baik... Janga bersedih, Walau kamu tidak selalu berkumpul bersama mereka semua, kamu masih akan tetap berharga untuk mereka terlebih lagi kamu sibuk dengan tugas mu bukan dengan hal yang tidak berguna "


Jelas Jung woon memberi semangat kepada riri yang sudah dia angap sebagai adik nya sendiri dan kenyatan nya memang benar mereka memiliki ikatan darah.

__ADS_1


" Terimakasih oppa kamu selalu memberi ii semangat "


Ucap riri memeluk jung woon.


" Tentu aku akan selalu menjadi kesayangan ku. "


Ucap Jung woon tanpa tahu ada wanita seksi sedang memperhatika kedekatan jung woon dan riri.


" Baik lah ii percaya dengan mu oppa," ucap riri sambil melepas pelukan nya dan kembali bertanya.


" Oppa bagai mana kabar kakak ipar ku ?


Apa kalian masih belum ada kemajuan ?


Tanya riri dengan suara bahagia dan wajah tersenyum


"Entah lah dia terlalu sibuk, !"


Ucap Jung woon.


" Bukan dia yang terlalu sibuk tapi hati ini terlalu dinggin" ucap riri sambil menunjuk dada bidang Jung woon." Jangga sampai kamu kehilangan diri nya seperti daddy kehilangan mommy" ucap riri.


"Oh.. Oh.. Sayang ku sudah dewasa sekarang ? Apa dia yang mengajari mu ?"


Ucap Jung woon sambil mengajacak rambut riri.


"Oppa bagai mana bisa kamu berkata seperti itu. "


Ucap riri dengan wajah merona.


"Cepat sana masuk daddy mu pasti penasaran dimana putri nya. "


ucap Jung woon menyuruh riri masuk.


"Tidak mau didalam ada tamu, aku tidak inggin masuk aku masih ingin bersama mu oppa. "


Ucap riri tanpa ada rasa malu


" Baik lah bila begitu ayo kita pergi kekantin untuk minum kopi. "


Ucap Jung woon


" Baik lah, ayo... "


Ucap riri dengan semangat.


" Tapi kita keruangan ku dulu untuk meletakan ini "


ucap Jung woon memperlihat kan bawaan nya.


Setengah jam berlalu riri dan Jung woon akhir nya memutuskan untuk kembali karena daddy posesif dan protektif itu sudah mencari putri sulung nya tanpa mereka sadarai dan mereka inggin kan, mereka berselisih jalan dengan tuan duck hwan dan dokter min.


Riri yang mengenali dokter min pun menyapa dengan wajah tersenyum, dokter min pun tidak sangup untuk tidak menayakan kabar riri yang sudah lama tidak bertemu dan disaat melihat wajah jung woon dokter min mematung seakan melihat Jawab sang pujaan hati yang lama meninggalkan nya.


" Hai bibi rim ..lama tidak berjumpa !"


Ucap riri menyapa dokter min


" Hai gadis cantik bagai mana keadan mu ?"


Tanya dokter min


" Baik bibi rim dan bibi bagai mana ?"


" Bisa kamu lihat aku sangat sehat dan perkenal kan ini suami ku. "


Ucap dokter min memperkenalkan duck hwan kepada riri yang sedari tadi melihat wajah dan senyuman riri sangat mirip dengan istri nya.


" Hai paman perkenal kan aku riri "


Ucap riri dengan wajah tersenyum


" Hai.. Aku duck hwan suami wanita cantik ini "


Ucap nya dengan memperlihat kan senyuman pula


Dan saat itu tiba-tiba saja Jung woon datang dari belakang tuan duck hwan dan dokter min membuat mereka melihat kearah Jung woon dan membuat kecangunan antara mereka semua.


" Ayo riri cepat."


Ucap Jung woon dengan suara lembut dan terdengar tegas


"Iya oppa aku kesana !"


Ucap riri dengan santai


" Paman bibi maaf oppa sudah memangil ku. "


Ucap riri


Dokter min hanya bisa diam dan menganguk kan kepala nya, Karena dia sangat fokus melihat wajah tampan jung woon seperti pria tampan yang sangat dia rindukan.

__ADS_1


Duck hwan pun terdiam saat dia melihat jung woon mengengam tanggan riri dan memperhatikan wajah riri dan Jung woon seakan Dia melihat wajah Kim Hoo jin dan wajah min hyo rim saat muda.


Jung woon yang tidak pernah menyukai Tuan duck hwan pun hanya tersenyum sinis dan sebelum riri dan Jung woon pergi dia membukuk memberi hormat.


__ADS_2