
disaat jung woon dan nee shey larut didalam dunia mereka berdua menyalurkan kata rindu dan ketertarikan kan mereka, tiba-tiba saja hae joon berdiri didepan pintu kamar sambil berkata
" Hai kalian sampai kapan melakukan itu disana ? apa tidak ada tempat lain?
ucap hae joon melihat pasangan yang dimabuk cinta.
.
" Oppa.... ?"
Ucap nee shey sangat kaget melihat Sodara sepupunya yang sangat dia khawatirkan tadi sudah terjaga dan berjalan menuju sofa yang ada di ruang tv.
" Oppa kenapa kamu bangun dari tempat tidur ? Kamu masih harus beristirahat !"
Ucap nee shey berjalan menuju sang kakak.
" Gadis bawel,,, ini hanya luka biasa, aku tidak akan mati dengan luka ini, !"
Ucap hae joon sambil tersenyum melihat wajah panik nee shey
" Apa aku mengganggu waktu kalian berdua ? "
Ucap hae joon sambil melihat wajah jung woon sambil tertawa
" Dasar bocah tengil, selalu saja mengoda.
Bila kamu tidak sedang sakit ku pastikan kamu menerima ini :
Ucap jung woon sambil memegang bantal sofa.
" Eeh... Eeh.. Kamu tidak boleh seperti itu, bagai mana pun aku akan menjadi kakak ipar mu, karena dia adik ku. "
Ucap hae joon sambil tersenyum jahil mengoda nee shey yang kini wajah nya sudah memerah seperti tomat.
" Kau.... "
Ucap jung woon sambil melepar bantal sofa kearah hae joon.
" Ya... Sudah aku mau pulang dulu ke kamar ku,, disini tidak tepat untuk beristirahat karena aku yakin bakal ada suara yang tidak enak di dengar "
Ucap hae joon sambil berdiri dari sofa ruang tamu hae joon.
" Apa maksud mu bocah tengil, kamu pandai sekali mengoda orang. "
Ucap jung woon sedikit kikuk.
__ADS_1
Jung woon sudah sangat tahu apa yang dimaksud oleh hae joon.
" Kyaaa... Kami tidak akan melakuka nya. "
Ucap nee shey dengan suara sedikit lantang
" Tentu jangan pernah berfikir demikian. "
Ucap jung woon kepada hae joon yang saat itu sudah membuka pintu apartemen jung woon.
" Itu terserah kalian saja, yang penting kamu hyeong harus bertanggung jawab bila sesuatu terjadi oke.... "
Ucap hae joon sambil menutup pintu.
" Dasar bocah tenggil. "
Ucap jung woon sambil melihat nee shey yang saat itu masih duduk manis di tempat duduk yang sedari tadi dia tempati.
Nee shey saat ini benar-benar bingung harus berkata apa dan bagai mana berhadapan dengan jung woon karena dia sudah mengetahui bahwa pria tampan dan dingin di hadapan nya ini bukan lah pria penyuka lawan jenis.
Dia benar-benar tertipu karena sifat dinggin yang di perlihatkanlah oleh jung woon kepada setiap wanita, dan sifat sedikit ramah kepada setiap rekan kerja nya yang pastinya pria.
Jung woon bersikap ramah karena memang itu sudah tuntutan kerja, walau jung woon memiliki sifat dingin tapi tidak sebanding dengan dee hyun yang benar-benar menyandang gelar pangeran es kutup utara.
Jung woon adalah pria yang sangat sibuk dan tidak memiliki waktu untuk bersama gadis, untuk nya menghabiskan waktu bersama gadis itu membuang-buang waktu saja
Apa jung woon pernah memiliki gadis atau kekasih ?
Ya tentu,, dia adalah pria playboy terkenal di club malam, semasa kuliah dan mengeluti dunia malam yang saat ini masih di kelolah nya bersama hae joon.
setelah jung woon masuk kedalam dunia bisnis, jung woon hanya serius akan satu wanita, namun disaat dia berhasil meniti karir tiba-tiba saja pujaan nya menghilang beberapa bulan dan disaat jung woon berhasil menemukan nya, sang pujaan sudah memiliki keluarga baru.
Ini lah kenapa jung woon tidak terlalu, memikirkan wanita dia sudah tidak ingin mengecewakan mereka karena jung woon tidak memiliki waktu untuk wanita nya.
Tanpa jung woon ketahui sang pujaan hati pergi meninggalkan nya, ada satu alasan terbesar yang dia simpan dan harus dia lakukan.
" Nee shey maaf,,, atas kelancangan ku tadi. "
Ucap jung woon memecahkan kecanggungan setelah hae joon pergi.
" Tidak apa-apa tuan kim, anggap saja itu tidak terjadi
Ucap nee shey sangat pelan dan gugup
Tidak terjadi apa maksud mu ?
__ADS_1
Ucap jung woon didalam hati.
" Anggap saja kita sedang latihan drama " ucap nee shey sambil berdiri dan mengambil tas nya namun disaat nee shey berdiri jung woon lansung menahan nee shey.
" Apa kamu mau pulang ? Biar aku yang antar "
Ucap jung woon sambil memengang lengan nee shey.
" Tapi tuan kim, apa kamu tidak keberatan ?"
Ucap nee shey bertampah gerogi.
" Bangai mana tidak, setelah tiga tahun mengoda dan menghabiskan waktu mereka akhirnya hubungan mereka ada kemajuan.
" Tidak apa-apa, tunggu aku sebentar dan jangan kemana-mana. "
Ucap jung woon sambil melihat wajah cantik nee shey.
" Ehm.. Baiklah. "
Ucap nee shey.
Jung woon pun pergi meninggalkan nee shey yang berada di ruang tamu dan segera menganti pakaian nya dan Sebelum membuka pintu kamar jung woon berkata,
Mungkin ini saat nya aku membuka lembaran baru, sudah satu tahun lebih kamu pergi bahagia bersama pria lain, dan aku juga harus belajar mencintai penganti mu.
Ucap jung woon di dalam hati sambil membuka pintu kamarnya dan berjalan menuju nee shey yang sudah menanti
" Ayo.. Aku antar kamu pulang. "
Ucap jung woon sambil membuka pintu apartemen nya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
..