
Seletah semua siap riri bersetra zahra, kyo dan dua adik-adik nya pun lansung menuju bandar udara international incheon Korea selatan.
Kali ini adalah kepergian riri yang paling lama untuk zahra, riri akan menetap selama satu bulan di Swiss dan ini perisahan cukup menyita emosi zahra untuk melepaskan putri sulung nya hidup di negara besar yang sangat jauh, tidak memiliki sodara yang dapat memantau riri bahkan hanya hae joon yang dapat zahra percaya, Namun pria tampan itu memiliki perkerjaan yang sama sibuk sama seperti sang suami.
Tapi apa daya zahra harus rela melepas putri nya untuk karir riri di masa akan datang, mengingat riri tidak tertarik sama sekali dengan dunia bisnis sang daddy walau putri sulung memiliki otang sangat encer dia tidak tertarik lebih tertarik dengan dunia medis membelah dan menjahit setiap luka di tubuh pasien nya.
" Ii janga pernah lupa menghubungi mommy "
Ucap zahra memeluk putri sulung nya
" Iya... Mommy ii janji "
Ucap riri
" Ii inggat semua tugas mu, jangan pernah lupa akan hal yang dilarang dan dijahui"
Ucap zahra menggingat kan riri
" Iya mommy... Riri janji setelah semua selesai ii akan segera kembali.
Disana juga ada samchon dia akan melindungi ku "
Ucap riri
" Nona jangan bertindak gegabah, karena saya tidak bisa ikut bersama mu "
Ucap kyo
" Iya kyo saya janji "
Ucap riri
" Kyo tolong jaga mommy dan adik-adik ku "
Ucap riri sambil tersenyum dan memeluk sahabat nya.
" Tenru... "
Ucap kyo sambil memeluk riri
Kali ini kepergian riri tidak bersama kyo, dia memang sengaja sendiri, dia ingin mandiri dan bisa melakukan apa pun, mengingat Swiss bukan negara korea status social riri tidak ada yang tahu, dan cukup aman untuk riri berada di Swiss bersama hae joon yang kini menjadi tunangan nya.
'" Kyo aku harap kamu tidak terlihat oleh jh " Ucap riri " tahan dia agar tidak menggetahui keberadaa ku "
Ucap riri
" Baik... Itu tugas mudah "
Ucap kyo
" Eonni... Cepat kembali karena Zi akan kesepian "
Ucap Zi dengan wajah memelas nya, Zi kecil tidak ingin berpisah dengan kakak perempuan nya.
" Tentu Zi,,, eonni akan cepat pulang dan bermain bersama mu "
Ucap riri sambil memeluk Zi
" Zi pegang janji eonni "
Ucap Zi kecil
" Iya sayang, "
Ucap riri.
Setelah perpisahan riri pun lansung menuju ruang tunggu dan tidak lama kemudian dia lansung masuk kedalam pesawat yang akan membawa nya menuju Swiss tempat keberadaa hae joon.
Setelah menempuh perjalanan panjang akhir nya riri telah tiba dan lansung di sambut oleh orang kepercayaan sang daddy yang kan menjadi sopir pribadi riri sekaligus body guard riri selama di Swiss .
" Malam Nona "
Ucap orang kepercayaan Dee hyun
' Malam tuan "
ucap riri dengan lembut namun tetap tegas.
__ADS_1
" Perkenalkan nama saya Banner axton, Nona bisa memangil saya banner "
Ucap pria keturunan Swiss dan Korea yang kini berkerja sebagai body guard di Swiss.
" Kamu bisa berbahasa korea ?"
Ucap riri bertanya kepada body guard nya
" Ehm tenyu Nona"
Ucap banner
" Saya kang riri azahra, kamu bisa memangil saya riri "
Ucap riri sambil tersenyum
" Baik Nona "
Ucap banner dengan hormat, padahal di hati nya tersipu takjub melihat senyum riri.
" Dimana mobil nya ?"
Ucap riri bertanya
" Sebelah sini Nona "
Ucap banner mengiringi riri berjalan
" Mimpi apa aku melihat gadis cantik yang memiliki senyuman indah "
Ucap banner di dalam hati
disaat dalam perjalanan riri lansung menghubungi kedua orang tua nya.
Dan terlebih dahulu mommy nya yang memiliki sifat posesif saat riri berada jauh melebihi sang daddy.
" Asslamaualikum mommy, ii sudah sampai dan saat ini dalam perjalanan menuju hotel "
Ucap riri dengan sangat lembut
Ucap zahra
" Iya mommy,,, disini sudah menunjukan pukul delapan malam ! Apa ii menganggu tidur mommy ?"
Ucap riri bertanya kepada zahra dia takut mengangu jam tidur zahra.
" Tidak sayang,,, kamu tidak menggagu mommy, karena setelah mendapat telefon dari mu mommy bisa tidur nenyak "
Ucap zahra yang di Korea sudah menunjukan waktu fajar akan tiba
" Mommy salam buat adik-adik ku, dan sampaikan ke daddy bila cari pengawal jangan yang tampan, nanti ii bisa pinda haluan "
Ucap riri sambil tersenyum membicarakan body guard nya yang baru sangat tampan dalam bahasa Indonesia
" Kamu ini,,,, jangan nakal hari pernikahan mu akan segera datang. "
Ucap zahra.
' Iya mom, ii Ingat karena itu ii berkata demikian "
Ucap riri kembali berbicara dalam bahasa Indonesia
" Sayang... Jangan lupa pesan mommy '
Ucap zahra
" Siap nyonya besar,,, "
Ucap riri
" Ehm... Jangan nakal "
Ucap zahra kembali
" Iya mommy, maaf pangilan kita sambung lagi besok karena saat ini ii sudah sampai di hotel "
Ucap riri sambil menyandang tas nya
__ADS_1
" Baiklah... Sayang hati-hati, "
Ucap zahra
" Iya.... Mommy muucha... "
Ucap riri sambil memberi kecupan nya
" Mucha... "
Ucap zahra membalas kecupan riri
' Gadis ini selalu bertingakah manja '
Guman zahra saat usai memantikan smartphone nya dan lansung melihat kearah tempat tidur yang ternyata suami tercinta nya tidak berada di dalam kamar
" Kemana daddy anak-anak ?"
Ucap zahra sambil berdiri dari ranjang mencari keberadaa sang suami
Perlahan namun pasti zahra berjalan di temani lampu redup dengan mengunakan gaun tidur seksi nya menuju ruang kerja hae joon, karena zahra tahu betul suami nya sering menghabiskan waktu di ruang kerja bila ada sesuatu yang menganjal di hati nya.
Krek ....
Bunyi pintu tebuka, zahra yang membawa selimut pun masuk dengan perlahan, zahra dapat lansung melihat suaminya yang sedang bersender di bangku kerja nya sambil memejam kan mata yang masih mengunakan kaca mata yang bertengger di hidung mancung nya
" Kebiasaan,,, selalu memaksakan diri. "
Ucap zahra sambil membuka kaca mata Dee hyun dan mengecup pucuk kepala suami nya
" Hukuman mu tidur disini,"
Ucap zahra sambil menyelimuti Dee hyun dan mengecup kembali bibir suaminya
Namun saat zahra ingin melepaskan kecupan nya Dee hyun lansung menekan tengkuh zahra membuat zahra kaget dan menatap wajah Dee hyun
"!Sayang kamu ingin menghukum ku ?"
Ucap Dee hyun sambil melihat wajah zahra yang cantik
" Ehm...itu hukuman mu Karena sudah tidur disini "
Ucap zahra yang masih menatap Dee hyun dan membungkukan badan nya
" Seperti nya kamu yang harus ku hukum "
Ucap Dee hyun dengan seringai nakal dan tangan yang sudah menerobos baju zahra yang tipis dan seksi
" Daddy... "
Ucap zahra
" Iya mommy "
Ucap Dee hyun sambil tersenyum dan lansung melupat bibir ranum sang istri
Dee hyun membawa zahra kedalam pelukan nya, membuat zahra menikamati permainan dari sang suami sampai dia benar-benar kehabisan nafas dan melepaskan pautan mereka berdua
" Sayang apa kamu siap menerima hukuman mu "
Ucap Dee hyun
" Tidak perlu memberi tahu,,, karena aku selalu siap "
Ucap zahra sambil mengedipkan mata nya membuat Dee hyun lansung memangsa sang istri.
Dee hyun dan zahra pun melepaskan hasrat mereka berdua, pagi dingin itu pun menjadi awal yang penuh gairah untuk pasangan suami istri,
Memecahkan keheniangan dengan suara eksotis mereka berdua tanpa ada ganguan.
.
.
.
.
__ADS_1