
" Mommy kenapa kamu selalu suka menjadikan ku model mu. "
Ucap riri
" Karena aku menyukai itu dan putri ku ini sangat cantik "
Ucap zahra sambil tersenyum sedangkan sairen dan bunda zahra hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan zahra dan riri ibu dan anak itu selalu bisa membuat mereka tertawa dengan sifat ke jahilan yang mereka miliki.
Disaat semua tertawa dan bahagia tiba-tiba saja zahra melihat sosok wanita yang dia kenal namun zahra harus memastikan nya terlebih dalu, zahra memutuskan untuk pergi mendekati sosok wanita cantik itu.
" Nyonya duck "
sapa zahra sambil tersenyum kearah wanita yang dia kenal
" Hai nyonya kang... Anda di sini juga ?"
Sapa wanita cantik itu yang tidak lain adalah dokter min hyo rim.
" Iya nyonya,,, "
Ucap zahra
" Aduh kenapa anda masih memangil ku nyonya ? Bukan kah kamu sudah berjani untuk memangil ku eonni saat bertemu dan aku memangil mu zahra. "
Ucap dokter min
" Iya karena saya takut nanti anda tidak menoleh saat saya memangil anda eonni "
Ucap zahra dan tiba-tiba saja suzi menyusul zahra dengan berlari dan memeluk kaki zahra.
" Mommy eonni tidak inggin mengendong zi dia selalu mengendong baby boy "
Ucap suzi dengan wajah polos dan imut sambil berlari kearah sang mommy.
" Hai cantik... Kenapa kamu marah ?"
Tanya dokter mi yang gemas melihat tingkah lucu suzi.
" Ii Eonni tidak mau mengendong zi dia berkata zi berat dan lebih suka mengendong baby boy ryung "
Ucap zi memberi penjelasan kepada mommy dan dokter min
" Oh... Seperti itu sini biar bibi yang mengendong mu !"
Ucap dokter min menawarkan diri untuk mengendong suzi
" Tidak apa-apa eonni biar saya saja "
__ADS_1
ucapan zahra mengendong suzi.
" Putri kecil mu sangat lucu dan imut bahkan saat dia marah. "
Ucap dokter min
" Iya dia selalu membuat keluarga ku hedoh, dan juga dia sangat dekat dengan eonni nya sejak kecil mereka selalu bersama dan akhir-akhir ini eonni nya sangat sibuk di rumah sakit tidak memiliki waktu untuk bersama nya, ya seperti ini lah bila eonni nya libur dia tidak suka berbagi perhatian bersama baby ryung dia akan cemburu. "
Jelas zahra kepada dokter min
" Lucu sekali,,, aku jadi penasaran bagai mana wajah putri sulung keluarga kang ! Pasti dia cantik seperti mommy dan adik nya! "
Ucap dokter min yang penasaran dengan wajah putri sulung kang.
" Anda bisa saja dokter min. "
Ucap zahra sambil tersenyum dan beberapa saat kemudian riri menghampiri sang ibu mencari keberadaan suzi karena semua yang mereka butuh kan sudah selesai.
" Mommy, Suzi ayo semua nya sudah selesai oma dan mama sudah berada di mobil bersama baby boy ryung. "
Ucap riri dengan suara lembut memberi tahu kepada mommy nya.
" Iya sayang...oh iya kemari lah perkenalkan ini dokter min dia istri teman daddy mu. Eonni perkelanal kan ini putri sulung ku. "
Ucap zahra sambil memperkenalkan dokter min kepada riri
" Bibi rim... !"
Ucap riri sambil tersenyum dan memberi salam. Dan dokter min pun membalas senyuman riri
" Apa kamu sudah mengenal dokter min sayang ?"
Tanya zahra kepada riri.
" Iya sudah mommy kami pertama kali bertemu di kafe langanan kita mommy, bersama adik manja ku ini "
ucap riri sambil mengelus kepala suzi.
" iya zahra, kami sudah kenal dan beberapa kali sudah bertemu, pantas saja saat pertama melihat suzi aku seperti pernah bertemu "
ucap dokter min sambil melihat kearah zahra
" Ternyata dunia ini sempit ya zahra, aku selalu penasaran siapa putri sulung dari keluarga kang yang selalu jadi banggaan keluar kang, ternyata riri gadis manis yang sudah aku kenal lama "
Ucap dokter min sambil tersenyum.
" Iya ini lah putri cantik ku, yang saat ini sangat sibuk menjadi dokter muda , kami selalu berebut waktu untuk bersama nya "
__ADS_1
Ucap zahra bangga akan putri cantik nya
" Jadi kamu saat ini sudah menjadi dokter ?"
Tanya doktor min kepada riri
" Belom sepenuhnya jadi dokter karena saat ini masih mendai dokter magang "
Ucap riri merendah.
" Kamu sungguh rendah hati riri !"
Ucap dokter min
" Saya hanya berkata yang sebenarnya saja bibi "
Ucap riri sambil tersenyum dan dering smartphone nya berbunyi dan tertulis nama mama sairen .
" Mommy... Mama sudah menunggu "
Ucap riri sambil memperlihatkan smartphone nya kearah sang mommy.
" Baik lah bila begitu... "
Ucap zahra
" Eonni maaf sepertinya putra ku sudah menangis mencari keberadaan ku dan kami harus berpamitan "
Ucap zahra kepada dokter min
" Baiklah ku harap lain kali kita bisa bertemu kembali "
ucap dokter min memberi izin kepada zahra dan kedua putri cantik nya.
Zahra pun pergi meninggalkan dokter min bersama kedua putri cantik nya, sedang kan dokter min melepas kepergian riri dengan rasa sakit dihati nya, entah kenapa dokter min merasa dada nya sesak saat riri pergi bersama zahra dan terlebih lagi sakit saat riri memangil zahra dengan sebutan mommy.
Ya tuhan kenapa hati ku sangat sesak mendengar gadis itu memangil ibu nya nya sendiri
Ucap dokter min sabil memegang dada nya yang terasa terhimpit batu besar.
.
.
.
.
__ADS_1