Gadis Cantik CEO

Gadis Cantik CEO
Gadis Cantik CEO


__ADS_3

Setibanya di parkir riri masih diam tanpa suara dan hae joon pun seperti itu dia juga tetap diam, sambil merutuki perbuatan nya terhadap riri yang tadi sanggat sepontan merangkul pinggul riri dan memangil nya sayang dihadapan pira yang menyapa riri, hae joon memaki diri nya sendiri karena kecerobohan nya terlebih lagi dia tidak melepaskan rangkulan nya sampai menuju parkir,


Dihati hae joon sudah ada percikan cemburu namun dia belum nenyadarinya, yang dia tahu dia sangat kesal melihat gadis imut itu berbicara bersama pria lain.


"Aduh bagaimana ini apa dia marah terhadap ku,? "


Tanya hae joon di dalam hati yang menyesal.


Riri tidak berkata apapuan dia sangat shock karena selama ini tidak pernah ada pria yang merangkul nya kecuali zahra riri hanya diam menyimpan wajah merah nya,


Selama dalam perjalanan menuju apartemen mewah tempat mereka tinggal riri hanya melihat keluar jendela dia tidak tahu apa topik yang akan dia bicara kan, sedang kan hae joon dia hanya bisa mencuri pandang kepada gadis muda disampingi nya yang sama sekali tidak mengeluarkan suara sedikit pun,


‎tiba-tiba saja smartfon hae joon berbunyi yang menyatakan bahwa ada salah satu pasien yang membutuhkan nya, denggan sigap dokter tampan itu memutar balik laju mobil nya menuju rumah sakit tempat dia bekerja, riri yang menyadari langsung bertanya


"Samchon kenapa kita berputar? "


Tanya riri kepada hae joon dengan suara sanggat pelan.


"Tenang lah kita pergi kerumah sakit dahulu karena ada satu pasien yang membutuhkan ku"


Jawab hae joon kepada riri yang terlihat panik dia bahkan membiarkan riri memanggil nya Samchon.


"Tapi bagaimana kalau orang rumah mencari ku ? aku tidak inggin membuat mereka panik."


Ucap riri memberi tahu isi hatinya saat ini kenapa hae joon.


"Tenang lah nanti aku yang akan mejelaskan nya "


Ucap hae joon sambil menyetir mobil hitam kesayangan nya denggan kecepatan penuh

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama hae joon dan riri sudah sampai diparkir rumah sakit


"Kenapa kamu diam? Ayo cepat turun,,,"


Ajak hae joon kepada riri


Namun riri masih diam mematung dia sangat takut bila nanti berita tentang dia dan pria arogan itu bertambah luas,


"Ta..tapi Samchon,,,, "


Ucap riri ragu-ragu


"Ayo cepat kalau tidak kamu akan membunuh pasien ku"


Ucap hae joon denggan nada suara naik satu okta


Riri yang mendengar perkataan hae joon lansung membuka pintu mobil dan lansung keluar , riri hanya berdiri dan tidak berniat inggin masuk kedalam rumah sakit dia tidak inggin menjadi pusat perhatian orang disana.



‎tak hayal membuat semua mata pengunjung rumah sakit, suster dan para dokter muda yang sedang bertugas melihat mereka berdua, mereka semua kaget karena selama ini dokter tampan itu tidak pernah membawa gadis cantik bersama dia, semua para wanita dan suster yang berada di rumah sakit serentak menyatakan hari kepo didunia karena gadis yang dibawa dokter tampan.


Sepuluh menit berselang hae joon dan riri sudah tiba didepan ruangan yang tertusis didepan puntu Dokter Song hae joon mereka berduapun masuk kedalam ruang secara bersamaan dan di sambut oleh suster cantik yang sedari tadi menunggu kedatangan hae joon


"suster sho hyun,,, apa pasien sudah berada di ruangan operasi ?"


tanya hae joon kepada suster yang menantinya


"ya sudah tinggal menunggu kedatangan anda saja dok "

__ADS_1


jawab suster tersebut


"baik lah pergilah kesana ,aku akan menyusul."


ucap hae joon memberi perintah kepada suster sho hyun


setelah kepergian suster hae joon lansung pergi menganti pakaiyan di rumah ganti didalam ruang nyan nya, sedang kan riri hanya berdiri diam.


"Samchon apa kamu akan lama ? apa aku pulang saja? "


tanya riri kepada samchon tampan dihadap nya.


"kamu tunggu disini jangan berani meninggalkan ruangan ku, sebelum aku kembali, kalau tidak.. "


hae joon berjalan mendekati riri yang sedari tadi hanya berdiri di runggan nya, membuat gadis imut itu berjalan mundur dan brukk.. dia terduduk di meka kerja hae joon, dan akhirnya menyatukan tatapan mereka berdua


"kamu akan menerima hukuman mu. "


ucap hae joon sambil memberi senyuman maut plus tatapan arogan nya.


riri sangat shock menerima semua kejutan dari Samchon satu ini, yang bisa merubah semua karakter nya dalam beberapa jam pertemuan mereka , terlebih lagi disaat mereka beradu pandang membuat jantung riri memberontak inggin keluar dari tubuhnya.


"Astagfirullah, kalau seperti ini aku bisa-bisa inalilahi, dalam hitungan jam "


ucap riri sambil mengacak rambut panjang nya, setelah kepergian Samchon tampan,


Samchon tampan itu sangat berbeda disaat dia menjadi dokter dia terlihat beribawa sekali sama denggan saat dia menjadi dosen di kampus riri dia terlihat seperti semuran nya, namun disaat santai dia seperti anak remaja diusia riri, usia yang disandangnya 26 tahun hilang seketika


__ADS_1



wajah lelah riri menunggu Samchon tampan


__ADS_2