
" Tapi aku nyaman seperti ini saat berkumpul bersama kalian semua "
Ucap hae joon sambil tersenyum dan melangkah menuju meja makan yang sangat penjang menghadap lansung ke pemandangan indah yang bisa mereka lihat dari tempat itu.
Hari ini hae joon dan riri benar-benar bahagia karena mereka tidak menyangka, kedua nya saling menerima niat ketulusan masing-masing, dan mau menerima kekurangan diantara mereka berdua.
Semua keluarga yang berkumpul di meja makan pun turut bahagaia karena dia nantara kedua belah pihak keluarga sembentar lagi akan memiliki angota keluarga baru.
" Kang Dee hyun, paman tidak menyangka akhir nya paman menjadi besan mu. "
Ucap ayah hae joon sambil tersenyum
" Iya... Paman aku juga tidak menyangka, anak bandel ini jadi menantu ku "
Ucap Dee hyun sambil tersenyum pula
"Jadi bagai mana kelanjutan nya ?
Karena ibu sudah tidak sabar menimang anak mu.. !"
Tanya ibu hae joon sambil melihat kearah riri dan hae joon
" Secepat nya ibu, !"
ucap hae joon memperlihat kan wajah bahagia nya
Sedangkan riri dia hanya terdiam, Dia masih berfikir bagai mana cara nya untuk menyampaikan rahasia yang baru saja dia ketahui saat beberapa hari lalu tentang kehidupan nya
" Sayang... Kenapa kamu diam ?
Apa kamu tidak menyukai usul ku ?"
Tanya hae joon kepada gadis cantik yang ada di samping nya saat ini
" Tentu suka ii bahagia, tidak menyangka mendapat lamaran yang begitu romantic "
Ucap riri sambil tersenyum menyembunyikan rasa sesak di dada nya saat ini.
Riri masih binggung bagai mana cara memberi tahu kepada hae joon Bahwa Dia bukan anak kandung dari ayah dan bunda nya.
" Ya Allah aku inggin memberi tahu rahasia ini tapi tidak mungkin dihadapan semua orang "
Ucap riri di dalam hati sambil tersenyum kearah semua keluarga nya.
" Iya... Aku akan membicara kan soal ini kepada daddy dan mommy setelah ini selesai "
Ucap riri didalam hati dia berniat memberi tahu kepada orang tua angkat nya setelah acra makan siang bersama ini selesai.
Tentang Surat yang baru saja di temui riri beberapa hari lalu, bila opa tidak memberi Surat tersebut mungkin riri, tidak menggetahui apa rahasia yang sudah di sembunyi kan oleh ayah dan bunda nya.
__ADS_1
Flashback
tiga hari sebelum berlibur kebali, sang opa memberi sebuah amplop putih yang sudah mulai usang, awal nya riri mengangap opa nya hanya bercanda namun ternyata tidak,
" Riri... Bisa kamu ikut opa keruang kerja sebentar "
Ucap sang opa sambil tersenyum
" Baik lah opa "
ucap riri lansung menyusul langkah kaki opa yang menuju ruang kerja yang selalu di tempat pria lansia itu setiap berkerja
" Riri,,,,, ini adalah wasiat dari dimas yang tidak lain adalah ayah mu, Dia memberi Surat ini sebelum dia pergi kekorea beberapa tahun lalu yang lebih tepat nya saat kamu masih duduk di sekolah dasar. "
Ucap opa sambil memberi amplop kepada riri sedang kan riri hanya menatap kepada amplop usang itu,
" Kamu tahu sendiri ayah mu bukanlah murni keturunan orang indonesia, sebelum dia menjadi warga Indonesia dia pernah tinggal di luar negri dan orang tua ayah mu berkewargaan negara korea dan bunda mu pernah berkerja di Korea sebagai tenaga kerja Indonesia,
Dia pernah cerita... Tentang kehidupan rumah tangga nya yang tidak di setujui keluarga ayah mu, karena menikahi ibu mu yang tidak dapat memberi keturunan, dan mereka memutuskan mengadopsi mu yang tidak lain adalah anak dari kakak angkat nya. "
Ucap opa menjelaskan cerita dari ayah riri sambil melihat wajah riri yang mulai panic dan melihat air mata tiri yang mulai memenuhi kantung hmata nya.
" Maksud opa ii bukan anak ayah dan bunda ? Siapa ayah dan Ibu kandung ii? "
Ucap riri dengan suara yang tercekal dia tidak percaya dengan perkatan yang baru saja dismpaikan oleh opa nya
" Sayang maaf.... Opa tidak bisa menceritakan kisah ini, karena ayah mu hanya mencerita sebatas ini saja, Dan dia meminta opa memberi ini setelah usia mu 20 tahun,
dimas meminta ku memberikan ini bila dia tidak kembali dari Korea dan setelah kembali nya dia dari korea dimas meminta ku menjaga ini dan memberikan ini saat kamu sudah dewasa dan dia sudah menutup mata terlebih dahulu sebelum kamu berusia 20 tahun "
Ucap opa menjelaskan permintaan dimas yudistira ( dong youl)
" Ehm.... Baik lah opa riri pamit dulu "
Ucap riri sambil pergi meninggalkan ruanggan kerja sang opa.
Perlahan dan penuh kesedihan riri membaca setiap bait kata yang terdapat didalam selembar surat itu sampai tidak terasa air mata nya mengalir dikedua pipi mulus nya.
***Untuk putri ku tercinta
Riri afiandy
Hay... Anak ku tersayang apa kabar mu sayang ?
Ii ayah yakin saat ini kamu sedang bersedih dan menagis karena kamu baru mengetahui hal yang tidak pernah kamu fikirkan, sayang ayah tahu ayah dan bunda mu sebagai orang tua belum bisa membuat mu bahagia memiliki kehidupan yang seharus nya kamu miliki.
Ayah dan bunda mu sudah berdosa membiarkan kamu melalui hidup tanpa kami berdua di sisi mu, melihat mu sukses mengapai cita-cita karena ayah yakin disaat kamu membaca ini ayah dan bunda mu telah pergi meninggalkan mu sendiri
Sayang maaf kan ayah dan bunda harus berbohong tentang status mu, dan maaf kan kami berdua harus memisahkan kamu dengan kedua orang tua mu, itu semua harus kami laku kan untuk menyelamat kan nyawa putri kecil yang tidak berdosa dari Pria jahat yang ingin menyakiti kamu, ibu dan ayah mu sayang.
__ADS_1
Riri kamu harus tahu ayah dan bunda bukan lah orang jahat, ayah adalah adik dari ayah mu dan bunda adik angakat ibu mu, kami berdua harus memperjuangkan hidup mu dari pria jahat itu dan harus tetap bersembunyi dan tidak akan kembali kekorea sebelum ayah mu menjemput mu sendiri.
Riri... Kehidupan ayah tidak semulas yang kamu kira ayah terlibat di dunia malam bersama ayah kandungan mu, oleh karena itu ayah dan ayah kandungan mu menyembuyikan mu dan berjanji merawar mu sebagai putri kami,
Riri ayah mu bernama Kim hyo jin, Dia pria dingin namun sangat hangat terhadap mu dan ibu mu, dan ibu mu bernama min hyo rim wanita lembut yang memiliki senyuman indah.
Sayang ayah mohon kepada mu ,kamu dapat berjanji jangan pernah mencari keberadaa ayah kandungan mu, ayah tidak ingin sesuatu terjadi kepada mu, dan ayah sangat berharap kamu bisa menepati janji dan memenuhi keinginan ayah,
Yakinlah sayang bila saat ini ayah kandungan mu masih hidup dia masih mencari keberadaa mu dan dia tidak akan berhenti sebelum tubuh nya tak berapa nyawa.
Sayang putri cantik ku, tetap lah menjadi putri kami yang selalu rendah hati, manyayangi semua orang yang menyayangi mu, Dan berbakti lah kepada pak wahyu Dan ibu Rania yang sudah mengangap kita sebagai keluarga mereka.
Sayang salam peluk dan rindu dari ayah dan bunda mu yang belum bisa menjadi orang tua yang baik untuk mu. Tetap lah tersenyum putri cantik kami Kim riri afiandy***.
" Ayah..... Bunda.... Riri sangat mencintai kalian, kenapa ayah menyembunyikan rahasia ini ?
Ayah bunda riri tidak sanggup hidup tanpa kalian.
Bunda riri merindukan mu pelukan dan belayan bunda yang selalu menyayangi riri
Bunda ayah kenapa kalian meninggal kan riri secepat ini ?
Ayah bunda maaf kan riri yang belum bisa membuat membahagiakan kalian. "
Ucap riri sambil menangis tersedu-sedu sambil memeluk surat yang ditingalin oleh sang ayah dan didalam amplop itu terdapat kalung cantik
Dan tertulis
" Sayang pakailah ini, ayah mu pasti akan menemukan me dan yakin kamu adalah putri nya. "
Ucap ayah riri atau lebih tepat nya dong yul / dimas yudistira
Kita kembali keawal lagi....
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa vote,,, komen like dan klau bisa beri bintang ya ...
Terimakasih semua readers ku tersayang.