
Satu minggu berlalu kehidupan lita benar- benar berubah 180° dari kehidupan yang dia jalani selama dua tahun terakhir bagai mana tidak dia harus terjaga lebih pagi dari sebelum nya dan dia juga harus menyiapkan sarapan untuk yuri
Karena tidak mungkin untuk anak sekecil yuri makan mie instan seperti kebiasan lita saat malas masak makanan untuk nya sendiri, untung selama satu minggu ini lita tidak masuk kuliah karena dia sedang libur atau tidak ada kelas.
Hisk..hisk...hisk..
Tangisan yuri terdengar betul di telingga lita menandakan anak cantik itu sudah terjaga dari tidur nya.
" Yuri... Aku ada disini tenang lah "
Ucap lita menghampiri yuri yang menangis karena tidak menemukan lita saat dia terjaga
" eomma ...hisk...hisk...eomma "
Ucap yuri memangil lita dengan sebutan eomma
" Tenanglah cantik "
Ucap lita menenangkan yuri dan memberi susu didalam botol yang sudah lita bawa saat menghampiri yuri
Setelah yuri tenang lita langsung mengajak yuri mandi bersama nya dan setelah itu mereka langsung sarapan sebelum pergi ke kantor polisi
Satu jam berlalu hari ini tepat jam sepuluh pagi lita dan yuri sudah berada di kantor polisi tempat dia melapor menukan yuri
" pagi.... "
Ucap lita saat memasuki kantor polisi sambil mengendong yuri
" pagi nyonya ... "
Ucap pak polisi menyapa lita
" pak saya yang melapor kemarin menemukan bayi ini !"
Ucap lita sambil duduk di kursi yang langsung menghadap ke pak polisi
" apa sudah ada laporan keluarga yang kehilangan bayi nya ?"
Ucap lita bertanya dengan antusias.
" maaf nyonya seperti nya anda harus lebih bersabar karena belum ada laporan seseorang kehilangan anak "
ucap polisi yang menangani kasus lita
" jadi bagai mana bila sampai batas waktu anak ini belum ada yang menjemput ? Saya harus kuliah dan berkerja "
Ucap lita bertanya kembali
" bila batas waktu sudah habis, anak ini akan menjadi tangung jawab anda, dan bila anda tidak menerima keputusan ini akan di alihkan ke panti asuhan "
Ucap pak polisi memberi tahu kepada lita tindakkan selanjut nya bila batas waktu sudah melampaui batas.
" ahjusi.. jangan bercanda saya ini masih lajang dan belum menikah mana mungkin bisa menjadi seorang ibu "
__ADS_1
Ucap lita sedikit meningikan suara nya dia benar - benar kesal melihat pak polisi berkata demikian
" jika anada tidak ingin menjadi wali nya kita akan menitip nya di panti asuhan sampai ada orang tua yang akan menjadi keluarga baru nya "
ucap pak polisi
" yah sudah lah ... Bila demikian ucapan ahjusi percuma saya kesini "
Ucap lita dengan kesal karena inti cerita nya yuri akan menjadi bagian dari nya .
Lita yang kesal langsung pergi dari kantor polisi membawa yuri bersama nya menuju tempat yang belum tahu tujuan nya kemana
" yuri siapa orang tua mu ?"
Ucap lita bertanya kepada yuri yang sedang ada di gendongan nya namun yuri hanya tersenyum kepada lita
" Baiklah jika kamu tidak ingin menjawab pertanyaan ku "
Ucap lita dia sudah pasrah menghadapi masalah yang saat ini menghampirinya.
Lita yang sudah lelah berjalan memutuskan untuk mampir di kedai roti yang tidak sengaja dia lihat ada tulisan menerima kariwan separuh waktu yang sangat di butuhkan lita demi menyambung hidup dikorea, walau uang di atm nya terbilang cukup untuk menunjang hidup nya selama 10 tahun kedepan di korea dia tidak bisa menghabis kan nya begitu saja karena itu uang yang selama ini dikirim oleh paman tampan nya yang bernama iksan.
Diam - diam papa lita selalu mengirim kebutuhan lita melalui paman chan setiap bulan, namun lita sangat jarang memakai nya dia lebih suka menabung uang nya dari pada berpoya - poya seperti anak remaja seusia nya.
" eonni saya mau roti ini "
Ucap lita menunjuk keroti kenari kesukaan nya dan tidak lupa dia bertanya kepada yuri apa yang di ingin kan putri cantik itu
" eomma ini "
" eonni yang ini satu ya dan jangan lupa orens jus "
Ucap lita sambil menintin yuri yang berjalan menuju meja kosong yang berada dekat kaca bening pengganti tembok toko roti
Lita dan yuri menikmati hari mereka bersama - sama di toko roti sambil tersenyum bersama menikmati makanan mereka berdua sampai saat yuri berkata dan memunjuk seseorang dengan sebutan
" appa ...!"
Ucap yuri tersenyum dan menepukan kedua tangan nya dan tidak ketinggalan dengan wajah tersenyum bahagia
Lita yang mendengar ucapan yuri langsung melihat kearah orang yang di tunjuk oleh yuri yang lebih tepat nya kesebuah mobil sedan mewah berwarna hitam
"Yuri apa kamu melihat appa mu ?"
Ucap lita dengan terkejut
" ne...eomma "
Ucap yuri membuat lita langsung berlari keluar menuju mobil yang di tunjuk oleh yuri namun sayang saat lita keluar mobil hitam itu sudah berlalu pergi dan mereka tidak bertemu mobil yang di tunjuk yuri. Lita sangat binggu karena saat itu mobil yang sedang mengantri di lampu merah banyak yang berwarna hitam
" yuri apa kamu yakin tadi melihat appa mu ?"
Ucap lita ngos-ngosan di tepi jalan sambil mengendong yuri
__ADS_1
" ne eooma !!"
Ucap yuri kembali dengan wajah lemas tidak seperti biasa nya
" baiklah... Yuri setidak nya kita mengetahui kamu memiliki keluarga yang tidak sengaja kehilangan anak bukan karena tidak bisa menghidupi mu "
Ucap lita dengan wajah bahagia
" ayo kita pulang sayang "
ucap lita dengan semangat mengajak yuri pulang menaiki bus yang letak halte nya tidak jauh dari toko roti yang mereka kunjuni
Namum saat lita sedang menungu bus tiba - tiba saja ada seorang ibu berkata kepada lita memberi tahu yuri sedang sakit
" nyonya anak mu seperti nya sakit lihat lah wajah dan tangan nya di penuhi bintik - bintik merah "
Ucap ibu muda yang menunggu kedatangan bus bersama lita
" apa iya nyonya ?"
Ucap lita langsung melihat wajah yuri dan seketika lita panik
" ya allah yuri wajah mu kenapa sayang ?"
Ucap lita sangat panik karena dia belum pernah menangani anak kecil yang sedang sakit.
" cepat bawa dia kerumah sakit "
Ucap ibu muda yang duduk bersama lita
" iya nyonya terimakasih ..."
Ucap lita langsung bergerak cepat memberhentikan taksi yang lewat menuju rumah sakit terdekat
" yuri bertahan lah sayang, kita akan segera kerumah sakit "
ucap lita sambil memeluk yuri sangat erat
Dan di lain tampat saat lita dan yuri sudah menaiki taksi pria tampan baru saja tiba di toko roti sambil bertanya ke pelayan toko
" permisi apa anda pernah melihat anak kecil ini ?"
Ucap pria itu sambil menunju foto anak cantik berambut panjang yang tidak lain adalah yuri
.
.
.
.
.
__ADS_1
.