
Tuan kang tidak bisa berbuat apa-apa ketika anak nya membawa sang menantu keluar dari mansion nya, dalam keadaan lemah karena baru saja mengalami kontrasi akibat melihat dia dan putra nya berdebat, tuan kang tidak bermaksud memfonis zahra bersalah dan mempercayai semua berita yang sedang tersebar dimedia masa dia hanya ingin meminta penjelasan dari zahra dan dee hyun apa yang terjadi sebenarnya.
"Lihat lah ini in woon, karena keegoisan mu dan anak nakal itu cucu mantu ku pingsan, "
Ucap nyonya besar kang, Yang memarahi anak semata wayang nya.
"Maaf ibu tapi aku tidak berniat untuk membuat menantu ku sakit aku hanya ingin mendengar penjelasan mereka. "
Ucap tuan kang memberi penjelasan kepada sang ibu.
"Iya itu adalah keinginan kita, tapi coba kamu hilang kan wajah sinis mu itu, kamu dan anak-anak mu semua nya sama saja keras kepala. "
Ucap nyonya besar kang, yang pergi meninggalkan putra nya menuju kedalam kamar .
--------🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼---------
Dilain tempat sebelum dee hyun dan zahra sampai di mansion mereka, hae joon sudah sampai di kediaman dee hyun terlebih dahulu karena dia memang sudah sedari tadi di perjalanan menuju mansion dee hyun untuk berkunjung melihat suzi itu adalah alasan bulus nya, yang terutama dia ingin bertemu riri entah kenapa bayang-bayang riri selalu muncul dipikirnya akhir-akhir ini.
Tok... Tok... Tok...
Riri yang menyadari ada tamu yang berkunjung di kediaman nya lansung segera membuka pintu, yang mana memang dia berada didekat pintu untuk mengambil bola suzi yang tadi ditendang ke arah pintu masuk rumah mereka.
"Samchon..."
Ucap riri yang melihat siapa yang mengetuk pintu rumah dengan tampilan rambut yang acak-acakan,dek... jantung riri lansung berdebar melihat pria itu.
"Iya cepat buka pintu aku mau masuk "
Ucap Pria tampan di hadapan riri
Samchon tampan itu meminta gadis imut membukakan pintu untuk nya supaya dia bisa masuk kedalam rumah.
" Ada apa samchon kesini "
__ADS_1
tanya riri dengan suara pelan, pastinya dengan sifat pemalu nya
"Aku inggin bertemu dengan daddy dan mommy mu."
Jelas hae joon kepada gadis imut itu dan menduduki sofa yang berada di ruang keluarga dee hyun.
"Tapi mommy dan daddy sedang keluar, mereka pergi ke mansion besar kang."
Ucap riri memberi tahu kepada hae joon bahwa kedua orang tuanya tidak ada.
" Aku tahu..."
Ucap hae joon kepada riri.
" Ya sudah kalau begitu tunggu lah mereka dan saya undur diri. "
" Ups... tunggu apa kamu tidak inggat untuk menawar kan minuman kepada tamu mu ?"
Tanya hae joon kepada riri sambil dia menarik kemeja putih yang dinakan riri,
" Maaf aku lupa "
Ucap riri malu sambil menundukkan wajah nya menyembunyikan debaran jantung yang mulai tidak menentu, sedang kan hae joon meresa bahagia melihat sikap riri di hadapan nya.
Tidak berapa lama terdengar tangisan suzi dari lantai atas yang sedang digendong bibi nam, dia menangis sambil memangil nama riri, dengan sigap riri menuju balita yang memanggil nya, hae joon memperhatikan sifat riri yang begitu sabar menghadapi suzi yang sedang menangis mencari nya,
" aku tidak akan melepas kan mu "
Batin hae joon yang melihat riri sedang berlari menuju sumber suara tanggisan suzi
"Kenapa sayang kamu mencari mbak ya ?
Tenang lah mbak disini !"
__ADS_1
Ucap riri yang menggendong dan mengelus punggung suzi kecil
" kenapa kamu menangis gadis cantik ? "
ucap hae joon kepada suzi yang masih berada didekapan riri
lagi-lagi riri jantungan di buat hae joon karena kini hae joon dan riri sangat dekat, hae joon tepat berbeda di depan riri sedang membungkukan tubuh nya untuk melihat suzi yang berada di gendongan riri sambil tersenyum dan memberi sekotak coklat kesukaan suzi, yup hae joon mencari cara bagaimana untuk mendapatkan perhatian dari riri dengan cara mendekati adik nya terlebih dahulu, masalah orang tuanya itu masalah belakangan, pasti akan mudah untuk nya mendapatkan restu.
mbak... ii
ucap balita cantik itu dengan suara paruh habis menagis.
" tenang lah mbak riri nya kan sudah ada, dan ini lihat lah apa yang samchon punya "
ucap hae joon yang ikut menenangkan suzi yang masih menangis,
suzi yang mendengar ucapan hae joon lansung melihat kearah hae joon sambil memeluk leher riri dengan erat
" apa gadis cantik suzi mau coklat ini ?"
tanya hae joon kepada suzi
balita cantik itu lansung diam dan tersenyum, melihat apa yang diberikan kepada nya, suzi kecil lansung mengambil dan menggucap kan terimakasih, dia melupakan kesedihan nya, sedang kan hae joon dia merasa bahagia trik nya berhasil.
tidak berapa lama kemudian kang dee hyun dan zahra tiba dengan menggendong zahra dalam pelukan nya sambil melangkah kearah lantai dua memperlihatkan senyum kepada suzi yang sedang bermain bersama riri dan hae joon, agar balita cantik itu tidak ikut panik melihat mommy nya yang berada di gendongan sang daddy dalam keadaan lemas, hae joon yang melihat keadaan zahra dia sudah tahu apa yang akan dia lakukan dia lansung mengikuti dee hyun kearah kamar yang dituju pasangan suami istri itu.
" sayang tunggu disini ya, Samchon keatas dulu "
ucap hae joon memberi penggertian kepada suzi.
" iya camhooon "
ucap suzi dengan memperlihatkan senyum manis.
__ADS_1
riri sangat tahu keadaan sang mommy dalam masalah, walau tadi sang daddy memperlihatkan senyum nya kepada mereka bertiga, dengan sigap riri membawa suzi pergi bermain ke dalam kamar nya, untuk mengalihkan suzi menemui mommy dan daddy, karena dia juga tidak ingin melihat Samchon tampan itu lagi dia sudah meresa frustrasi karena tidak dapat mengatur detak jantung nya.