
Tidak terasa Dua... Bulan berlalu riri dan hae joon akhir nya akan kembali di pertemukan, namun bukan di korea dan Indonesia nelainkan di Swiss, riri berkesempatan menghadiri undangan salah satu rumah sakit besar di Swiss untuk pertukaran antes pelajar Dan penjukuhan kesehatan.
Saat ini riri sangat bahagia dia tidak harus di ikuti oleh jh, karena JH sedang di sibukan dengan segudang perkerjaan dan mata kuliah nya yang tidak dapat di tinggalkan nya demi menemani riri di Swiss.
Karena keberadaan riri akan selalu aman di bawa pengawasan daddy posesif nya yang sangat terkenal di dunia malam tidak ingin di usik bila mengusik dia dan keluarga nya berati siap untuk mati dan tunangan nya juga berada di Swiss.
Seperti biasa saat ini riri selalu berada di rumah sakit menjadi dokter teladan, tidak pernah membuat pasien nya menungu.
Dan sebalik nya dia selalu di ganggu oleh kedatanga jh yang selalu mengunjunyi riri di rumah sakit saat jam makan siang dan menjemput riri pulang kerja .
Kabar kedekatan riri dan jh pun sudah tersebar lewat acara yang mereka berdua datangi, dan betapa bahagia nya tuan duck putra semata wayang nya bisa memikat hati putri sulung dari ketua srigala,untuk mempermulus rencana nya merebut kembali saham yang sudah dia berikan dan diam-diam akan mengambil alih kekayannya Dee hyun.
" Selamat siang dokter Riri... "
Ucap Jh saat melihat riri sedang berdiri di depan pusat informasi berbicara dengan suster yang sedang berjaga.
" Kamu lagi ?"
Ucap riri sambil memperhatikan jh yang sedang menenteng makanan
" Iya.. Aku akan selalu datang menemui mu supaya waktu makan siang mu tidak terlewat
Ucap JH membuat semua sustet sirik dengan riri yang memiliki kekasih yang sangat baik + tampan seperti boy band.
" Ehm... Bahagia nya menjadi dokter riri memiliki kekasih yang sangat baik dan perhatian "
Ucap salah satu suster
" Dia.. Bukan kekasih ku, kami hanya berteman "
Ucap riri sambil tersenyum dan membawa JH menjauh dan mereka berdua memutuskan untuk duduk di sebuah taman yang berada di rumah sakit.
" Jh berhentilah bersikap seperti ini, kerena aku belum bisa menerima mu, "
Ucap riri dengan santai
" Kamu pasti bisa mebuka hati mu untuk mu "
Ucap JH sambil memandang wajah riri
"Jh... Cari lah wanita yang lebih baik "
Ucap riri kembali
" Kamu yang terbaik "
Ucap JH.
" Jh kamu hanya terobsesi dengan ku , Karena kamu melihat kesamaan antara aku dan bibi rim. "
Ucap riri sambil membuang nafas kasar
" Riri aku mencintai mu, "
Ucap JH
" Tidak JH kamu hanya ingin memiliki ku untuk membuat ibu mu bahagia "
Ucap riri kembali
" Riri aku sungguh mencintai kamu, aku berjanji akan lebih baik dari saka dan tidak akan membiarkan kamu terluka "
Ucap JH mencoba meyakinkan riri bahwa dia bisa lebih baik
" Cobalah buka hati mu untuk gadis cantik yang memiliki hati baik lain nya jangan berharpa dan terpatok dengan ku, karena semua gadis memiliki kekurangan dan kelebihan ."
Ucap riri sambil memegang tanggan JH mencoba meyakinkan bahwa dia tidak mencintai riri melainkan hanya obsesi nya untuk membuat ibu nya tersenyum bahagia.
" Aku akan mencoba, dan jangan salah kan aku bila aku tidak dapat melepaskan perasaan ini "
Ucap JH
" Aku yakin kamu bisa, cobalah merasakan apa yang di rasa saka dan ambil ucapan nya, cinta tidak harus memiliki, melihat orang yang kita sayangi bahagia kita pun akan bahagia. "
Ucap riri kembali
" Tapi... Aku bukan dia "
Ucap JH
__ADS_1
" Siapa bilang kamu saka, kamu JH pria tampan membuat semua gadis jatuh cinta "
Ucap riri
" Tapi tidak dengan mu "
Ucap JH.
" Aku hanya mengangap mu sebagai sodara, terlebih lagi disaat aku bersama ibu mu aku merasa bibi Rim seperti ibu kandungan ku "
Ucap riri
" Riri aku akan mencoba, tapi jangan membuat ku terlalu menjauh dari mu. "
Ucap jh
" Ehm... Kamu akan selalu menjadi sahabat ku dan besar kemungkinan kita bisa menjadi sodara. "
Ucap riri sambil tersenyum cantik melihat wajah jh mencoba meyakin kan JH bahwa dia dan jh bisa memiliki hubungan seperti riri dan Jung woon.
" Ehm... Baiklah... Ayo kita makan Karena aku sudah sangat lapar "
Ucap JH kembali kemode ceria nya
" Ayo... Aku juga, tapi... Ini bukan daging pick kan... "
Ucap riri
" Tidak aku sudah paham betul itu "
Ucap JH
Jh dan riri pun akhir nya makan siang bersama sambil sesekali bercanda dan tertawa, riri selalu bahagia sekaligus kesal bila bersama prinsc devil itu, yang selalu saja pandai membuat riri kesal dan kembali tersenyum.
Sangat berbeda saat dia bersama Jung woon yang selalu memanjakan nya dan menuruti keinginan riri dalam hal apa pun dan selalu bisa membaca pikiran adik cantik nya.
Malam berlalu kini riri baru saja tiba di kediama orang tua nya bersama JH , selama kepergian hae joon riri tidak pernah kembali lagi menginap di apartermen walau jarak nya dekat riri lebih memilih untuk pulang agar bisa selalu melihat keluarga bahagia nya dan saling bercerita saat bertemu di pagi hari walau waktu nya hanya sebentar.
" Jh... Terimakasih tumpangan nya "
Ucap riri sambil membuka sabuk pengaman,
Ucap JH.
" Untuk siang besok...kamu tidak usah datang menemuiku di rumah sakit lagi aku !"
Ucap riri memberi tahu JH dan lansung terpotong
" Kenapa apa kamu mau aku pergi jauh dari mu dan kamu ingin menghindar dari ku "
Ucap JH sepontan
" Tidak.. Bukan demikian, aku akan pergi ke Swiss selama satu bulan Karena ada pertukaran pelajar kedokteran antara Korea dan Swiss dan aku terpilih dari ratusan mahasiswa."
Ucap riri
" Hanya kamu ?"
Ucap JH bertanya
" Yang akan pergi aku dan salah satu dosen dari kampus ku "
Ucap riri menjawab pertanyan JH
" Kyo... Apa dia akan berada di dekat mu ?"
Ucap JH bertanya kembali
Karena kini JH sudah menggetahui bahwa kyo bukan sepupu melinkan body guard cantik nya riri.
Jh menggetahui itu karena riri lah yang memberi tahu JH kyo body guard cantik nya dan dia sudah menjadi sahabat riri.
" Tentu kemana aku pergi dia akan pergi "
Ucap riri
" Pergi lah Karena aku sangat percaya gadis gila itu bisa menjaga mu, terlebih lagi dia pilihan ayah mu yang sangat posesif "
Ucap JH
__ADS_1
" Tentu dia ayah terbaik "
Ucap riri kembali
" Dia seperti monster asal kamu tahu.."
Ucap JH sambil tertawa
Dan saat mereka asik tertawa tiba-tiba saja terdenggar suara seseorang
" Siapa yang monster ?"
Ucap orang itu
membuat buat JH terdiam dan sedikit merinding dia hafal betul dengan suara orang itu, yang tidak lain kang dee hyun
" Mati.. Aku membangunkan monster "
Ucap JH di dalam hati dan mencoba mencari alasan
" Daddy... "
Ucap riri menyapa sang daddy dan menyalimi tanggan dee hyun
" Itu tadi kami cerita tentang film yang kami tonton "
Ucap JH sambil tersenyum
" Film... Bukan yang lain "
Ucap Dee hyun
" Iya paman film, iyakan riri?
Ucap JH meminta bantuan dari riri
" Iya daddy kami menceritakan tentang film "
Ucap riri sambil tersenyum kearah Dee hyun
" Baiklah cepat pulang sudah larut besok kamu harus beraktifitas "
Ucap Dee hyun menyiruh JH kembali
" Iya paman, sampai jumpa riri paman "
Ucap jh berpamitan dan membungkuk di hadapan dee hyun memberi hormat
" Hem... Hati-hati "
Ucap Dee hyun
Setelah Mobil JH keluar dari mansions nya riri lansung bertanya kepada sang daddy sambil merangkul lengan ayah nya.
" Daddy janga terlalu seram nanti ii dan Zi tidak ada yang melamar, "
Ucap riri sambil tersenyum
" Bila untuk mu aku sudah tidak kahwatir Karena tupai jelek dan tengil itu sudah melamar mu dari jauh hari. Untuk Zi itu masih sangat lama bahkan kamu harus menyeleksi pria yang terbaik untuk adik mu "
Ucap Dee hyun sambil tersenyum bahagia
" Tentu yang terbaik untuk kita semua "
Ucap riri sambil tersenyum dan berjala menuju mommy dan adik-adik nya.
Assalamualaikum.... ii pulang "
ucap riri sambil berlari menuju ruang keluarga menemui mommy dan adik-adik nya
.
.
.
.
.
__ADS_1