
Tin... Tin..
Riri menekan kelakson mobil nya bertanda dia meminta untuk membukakan pintu gerbang mansion mewah kang dee hyun.
Penjaga gerbang yang mendengar bunyi kelakson riri pun lansung bergegas membukakan gerbang besar mansion kang sambil memberi hormat kepada riri.
Riri yang baru saja tiba lansung di sambut oleh adik cantik nya bernama suzi yang sangat bahagia melihat riri sudah pulang bagai mana tidak dia sudah hampir satu bulan tidak bertemu riri, karena riri selalu sibuk dengan perkerjaan nya di rumah sakit.
" Eonni ..."
teriak suzi dari dalam rumah mengejar riri yang baru saja keluar dari mobil kesayangan nya
" Hai... Cantik.. Apa kamu merindukan ku? "
Tanya riri sambil mengendong adik perempuan nya.
" Tentu aku merindukan eonni, mana samchon ?"
Tanya suzi yang masih di pelukkan riri
" Samchon masih sibuk sayang..., setelah semua perkerjaan nya selesai pasti dia akan mengajak mu bermain. "
Ucap riri mencoba meyakinkan adik cantik nya sambil pergi menuju ruang keluarga.
" Hai semua "
ucap riri menyapa oma dan halmeony nya,, yang saat itu sedang berada diruang keluarga bermain bersama ryung. riri lansung menyalami kedua tangan wanita lansia yang masih sangat cantik.
" Kamu sudah pulang sayang "
ucap oma ibu dari zahra
" Sudah oma, bangai mana keadaan oma dan halmeony ? "
Tanya riri sambil mengambil alih ryung kedalam peluk kan nya, karena ryung juga merindukan riri seperti suzi walau jarang bertemu tetap saja baby boy itu tahu bahwa kakak tertua nya sudah berada di kediaman mewah mereka.
" Seperti yang kamu lihat ,kami sangat sehat. "
Ucap kedua nenek itu.
" Baik lah, kalau begitu dimana mommy ?"
Ucap riri yang sudah merindukan zahra.
" Mommy mu berada di ruang kerja daddy mu, ?
Ucap halmeony
" Baik lah... Bila begitu ayo zi dan baby boy kita meluncur ketempat mommy dan daddy "
Ucap riri sambil membawa kedua adik nya karena dia sangat merindukan sosok daddy dan mommy nya.
Perlahan namun pasti riri dan kedua adik nya menaiki satu persatu anak tangga menuju ruang kerja dee hyun untuk menghampiri kedua orang tua nya.
" Assalamualaikum..."
Ucap riri sambil membuka pintu ruang kerja dee hyun dan lansung di sambut wajah sedikit kaget melihat riri saat ini sudah berada di depan pintu ruang kerja dee hyun, karena saat ini dee hyun dan zahra sedang membahas masalah sangat penting yang tidak harus di ketahui oleh riri karena pasangan suami istri itu tidak mengginkan putri mereka kecewa dan bersedih.
" Daddy ,,, mommy kenapa kalian terkejut "
Tanya riri sambil membawa kedua adik nya masuk.
__ADS_1
" Bagai mana tidak terkejut kamu memberi kami kejutan "
Ucap dee hyun sambil tersenyum kearah riri dan mengendong suzi yang sedari pintu terbuka sudah lansung meminta gendongan sang daddy.
" Iya sayang,,, kamu sungguh memberi kami kejutan karena sebelumnya kamu bicara besok akan pulang "
Ucap zahra sambil memeluk riri melepaskan kerinduan nya,
" Iya rencana nya, tapi ternyata riri pulang satu hari lebih awal, "
Ucap riri dengan memperlihatkan senyuman nya.
" Gadis nakal kamu berhasil membuat daddy dan mommy mu terkejut "
Ucap zahra yang masih setia memeluk riri dari samping.
Flashback
Satu jam sebelum kedatangan riri di rumah besar kang dee hyun.
" Sayang... "
Ucap zahra mencoba menyusul dee hyun yang tampak memperlihatkan wajah dingin nya seperti ada hal besar yang sedang terjadi.
Zahra pun mengikuti dee hyun yang masuk kedalam ruang kerja nya sambil menerima telefon dari jung woon merubah tatapan mata yang teduh menjadi tatapan membuduh
" Apa hasil garis besar nya "
Ucap dee hyun bertanya dengan jung woon.
" Baik lah aku akan pergi menyusul mu. "
Ucap dee hyun sangat tegas.
Ucap zahra bertanya kepada dee hyun dengan wajah seribu tanya.
" Sayang... Hae joon saat ini belum di temukan, hanya smartphone nya saja di tengah hutan "
Ucap dee hyun dengan wajah serius.
" Maksud mu , Ada hal yang tidak diinginkan terjadi dengan hae joon ?"
Ucap zahra
" Kita tidak bisa memastikan hal itu, karena saat ini hanya smartphone hae joon saja yang bisa di temukan anak buah jung woon. "
Ucap dee hyun memberi penjelasan kepada zahra yang sudah mulai panik.
" Masalah nya saat ini, tempat didemukan nya smartphone hae joon berada di kawasan terlarang untuk ku dan jung woon, kami harus meminta izin terlebih dahulu. "
Ucap dee hyun sambil memeluk zahra
" Maksud mu kamu tidak bisa melanjutkan pencarian hae joon ?"
Tanya zahra kembali
" Bukan tidak bisa,,, hanya saja kami harus meminta izin terlebih dahulu "
Ucap dee hyun.
" Kepada siapa ?"
__ADS_1
Tanya zahra...
" Aku tidak mengetahui dengan pasti, kawasan itu milik salah satu pengusaha yang identitas nya di tutup.
Setiap yang ingin masuk kedalam kawasan milik nya harus meminta izin terlebih dahulu."
Ucap dee hyun
" Sayang aku mohon cepat temukan hae joon, aku tidak ingin hidup putri ku hancur terlebih lagi dia harus kembali kehilangan orang yang dia cintai "
Ucap zahra sambil memeluk dee hyun dan disaat zahra memeluk dee hyun riri mengetuk dan membuka pintu ruang kerja dee hyun.
Dee hyun dan zahra sangat terkejut saat melihat riri sudah berada di depan pintu bersama sang adik.
Dee hyun dan zahra panik takut riri mendengar pembicaraan nya tentang hae joon yang menghilang terlebih lagi sampai saat ini hanya smartphone hae joon saja yang baru di temukan
Kembali keawal.
Dee hyun dan zahra kini sangat tenang karena riri sama sekali tidak mendengar pembicaraan mereka tadi tentang menghilang nya hae joon .
" Sayang apa kamu sudah menyelesaikan semua tugas mu di rumah sakit "
Tanya zahra kepada putri sulung nya.
" Sudah mommy, bahkan ii harus memfosir tenaga ii supaya mendapat hari libur untuk berkumpul bersama keluarga dan merasakan merianya acara pernikahan mama dan papa "
Ucap riri sambil duduk di sofa yang ada di ruang kerja dee hyun.
" Riri tawaran daddy masih berlaku untuk mu, membatu salah satu perusahan bahkan daddy akan memberikan salah satu bisnis daddy untuk mu, kamu tinggal memilih yang mana "
Ucap dee hyun sambil memberi senyuman kepada riri dan melirik wajah zahra
" Kamu mulai lagi sayang... "
Ucap zahra sambil melihat tajam kearah dee hyun .
" Hahahahaha.... Tidak daddy terimakasih, ii lebih memilih menjadi dokter menurut ii lebih mudah dari pada menggurusi prusahaan. "
Ucap riri sambil tersenyum melihat wajah sang mommy yang merasa bahagia saat riri memilih tetap menjadi dokter.
" Ini baru putriku , "
Ucap zahra bahagia.
" Ya baiklah bila kamu tidak ingin menjalani salah satu pengusaha daddy ."
Ucap dee hyun sambil memakai jas kerja nya dan bersiap untuk pergi.
" Daddy mau pergi kemana ?"
Tanya riri dan suzi secara bersamaan
" Daddy ada pekerjaan penting yang harus daddy selesai kan, sebelum pesta pernikahan papa dan mama kalian. jadi tetap lah dirumah jangan pergi kemana-mana disaat daddy tidak di rumah. "
Ucap dee hyun memperingati riri dan mencium pucuk kepala zahra.
" Siap daddy... "
Ucap riri dengan semangat karena memang dia tidak memiliki niat untuk pergi meninggalkan tempat ternyaman nya yaitu berada di rumah dan di dekat keluarga yang memberikan riri kasih sayang.
" Gadis baik,,, jaga mommy dan adik mu. "
__ADS_1
Ucap dee hyun sambil melangkah keluar dari dalam ruang kerja nya.