Gadis Cantik CEO

Gadis Cantik CEO
Gadis Cantik CEO


__ADS_3

Hari ini suguh hari yang cerah mentari pagi begitu indah menyinari bumi, semua orang menyambut hari denggan bahagia, itu tidak sama dengan jung woon yang sama sekali tidak dapat memejamkan mata nya, itu semua karena ulah nee shey yang mabuk, membuat jung woon tidak dapat tidur nyenyak lebih parah nya gadis itu menagis dan sekali-sekali tertawa, jung woon bisa tertidur di saat jam menunjukan ke angka empat dan di jam enam pagi jung woon harus bangun karena dia harus bersiap pergi meninggalkan korea hari ini untuk pergi ke jepang menghadiri rapat pemegang saham dan beberapa perkerjaan lain nya, menggantikan Dee Hyun yang sudah tidak bisa berpergian jatuh lagi, itu semua karena zahra yang sudah hampir mendekati waktu melahir kan.


" Huup ..... "


jung woon membuang nafas sembarangan dia melihat betapa nyenyak nya nee shey tertidur, seperti baby. Dia sangat cantik namun sifat manja nya sangat menggagu.


" Kamu sungguh tertidur nyenyak... Terlihat cantik.Apa yang akan terjadi bila kamu, bersama pria lain? "


Tanya jung woon didalam hati nya,


Tiba-tiba saja dia menggingat pertanya nee shey semalam kenapa dia tidak seperti pria lain yang mengejar nee shey, apa dia menyukai sesama jenis.


Ada rasa menggelitik dihati jung woon saat dia memandangi nee shey yang sedang tertidur, kenapa juga gadis cantik ini bertanya hal pribadi tentang kehidupa nya,



‎ " dasar gadis manja " hujat jung woon



" Aah... Panas sekali "


Racau nee shey kegerahan bagai mana tidak dia dipakaikan piama panjang oleh riri dan sekarang di pakaian kan selimut dua lapis karena semalam nee shey merasa kedinginan.


Tanpa disadari nee shey membuka kancing piama nya dan menendang selimut yang dia kenakan kelantai, jung woon yang saat itu masih berada di dalam kamar untuk mengambil pakaian nya pun melihat gerak gerik nee shey, dia sangat terkejut melihat nee shey membuka kancing piama dan dengan cepat jung woon lansung merubah suhu ruangan nya menjadi 16°, agar gadis cantik itu nyaman, setelah selesai menambah suhu AC jung woon lansung berbalik melihat kearah nee shey yang tadi mengupat kepanasan


disaat berbalik Jung woon lansung melihat dada nee shey yang terbuka, jantung nya lansung berdebar tidak menentu sampai-sampai dia sangat payah menelan saliva nya, bagaimana tidak dia pria normal dia menyukai wanita namun dia tidak inggin menjalin hubungan yang sangat serius dia tidak inggin membuat para gadis kecewa bersama nya, karena dia memiliki segudang perkerjaan dan sangat sedikit waktu luang.

__ADS_1


Jung woon hanya bisa terpaku saat melihat bentuk gunung itu yang tertampung penuh, didalam bra nee shey yang berwarna hitam sangat kontras dengan kulit putih mulus nya.


" Apa yang kamu lakukan ?"


Tanya nee shey yang setegah sadar.


Jung woon yang mendengar teriakan nee shey lansung sadar, membalikan tubuh nya. Pergi meninggalkan nee shey yang sedang berada di dalam kamar nya.



"Astaga,,, dia sungguh ceroboh, bagai mana bisa dia melakukan hal bodoh seperti itu "


Guman Jung woon yang sedang melangkah kan kaki nya menuju dapur membuat kan Nee shey sarapan


Setelah beberapa saat dia pun pergi meninggalkan nee shey yang masih tertidur dan tidak lupa meninggal kan pesan.


" Sarapan dulu sebelum kamu pergi "


kini sudah sangat terik mentari menyinari bumi, jam sudah menunjukan tepat kearah jam 12 siang, nee shey yang tertidur nyenyak pun terjaga karena merasa lapar dan yang pasti nya saat ini smartphone nya berdering tanpa henti itu adalah asisten pribadi nee shey.


" Hallo....


"Apa kamu sudah baca pesan ku ?


Kenapa lama sekali menjawab nya. "


Tanya dari sebrang sana

__ADS_1


"Belum dari kemarin aku tidak membuka smartphone ku. "


" Baik lah sebaik nya kamu menghabis kan waktu liburan mu yang hari ini akan selesai, besok kita akan kembali keparis , kamu menjadi salah satu model diacara bergengsi disana. dan kita akan cukup lama disana "


" Oke,,,,aku akan pergi dan menikmati sisa libur ku. "


Jawab nee shey yang mengakhiri sepihak pembicaran itu.


Dengan sangat malas dan menahan rasa pusing di kepala nya nee shey membuka mata dia sangat terkejut berada di dalam kamar yang sangat asing untuk nya,


Dengan perlahan dan pasti dia melihat kesekeliling ruangan yang begitu rapi dan harum, disaat dia melihat kearah pakaian nya betapa terkejut nya, dia melihat sudah berganti baju dan kini baju yang dia gunakan baju piama panjang dan kancing baju nya kini sudah terbuka.


Nee shey yang kaget lansung membuka baju nya dan berlari menuju cermin besar yang ada didepan lemari jung woon.


Dengan sangat teliti nee shey memeriksa tubuh nya ,apa ada sesuatu yang aneh setempel kepemilikan.


" Huuupp... Untung saja tidak ada!! Tapi sekarang aku dimana ?"


Tanya nee shey kepada pantulan diri nya di cermin.


Dengan perlahan nee shey membuka pintu kamar yang di tepatinya, melihat kesegala arah ternyata kosong disaat nee shey melangkah ke dapur untuk minum nee shey melihat pesan dan sandwich yang terlihat menggoda


Nee shey memakan sandwich tersebut dan membaca pesan.


" Sarapan dulu sebelum kamu pergi "


Ternya ini rumah mu, ucap nee shey yang sudah sangat tahu bahwa sekarang dia berada di kediama pria dingin yang tidak merespon kecantikan nya.

__ADS_1


Nee shey yang sudah Kenyang dengan sarapan nya lansung kembali kedalam kamar Jung woon untuk menganti pakaian nya untuk pulang kepartermen nya sendiri, dia pun membuka lemari jung woon yang sangat rapi, nee shey mencoba mencari pakaiyan yang pas untuk nya dan akhir nya dia memutuska untuk memakai jaket berbahan lepis dan celana trening panjang milik Jung woon, Dan tidak lupa dengan mengeraikan rambut panjang nya .



__ADS_2