
" kerinci sama siapa ?"
tanya saka
" sama teman-teman aku dong + sama sopir dari opa. "
ucap riri sambil tersenyum
" Oh... baik lah.. "
ucap saka
Padahal didalam hati nya dia ingin sekali menemani riri pergi kekerinci dia ingin menghabiskan waktu nya bersama riri seperti dahulu.
" Ya udah... Cepat sana siap-siap, entar kemalaman. "
Ucap sang oma.
Riri yang mendengar perintah dari sang oma lansung berdiri dan bergegas untuk mengganti baju nya, dan beberapa menit kemudia riri dan saka pergi meninggalkan rumah mewah oma dan opa nya ketempat biasa di kunjungi oleh saka dan riri menghabiskan malam mereka dengan canda tawa dan mengingat kenangan indah.
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
Di lain tempat saat ini hae joon baru saja tiba di apartemen nya yang berada satu gedung dengan para srigala.
Setiba nya di basemant hae joon lansung menuju lift seperti biasa nya tanpa sengaja dia melirik kearah mobil kesayangan nya yang biasa dia gunakan bersama riri sambil berkata.
" Hai.. Sudah lama tidak berjumpa, rupanya kamu di sini "
Ucap hae joon sebelum dia merapat kearah mobil kesayangan dan melihat riri tersenyum.
" Ah... Kenapa gadis kecil ini selalu muncul di fikiran ku. "
Ucap hae joon sambil berdiri di depan mobil.
Setelah dia melihat bayangan riri hae joon pun lansung memutus kan untuk segera masuk karena dia benar-benar ingin mencari jawaban, bagai mana bisa bayanggan putri sulung sahabatnya nya itu selalu hadir, dan di saat hae joon sedang berdiri di depan pintu lift tiba-tiba saja hae joon mendapat pukulan dari belakang membuat dia kesakitan .
Aaahh....
Rintih hae joon sambil memegang tengkuk leher dan kepalanya, dia bentar-benar merasa pusing dan segera berbalik melihat siapa yang berani memukul nya dari belakang.
Tiba-tiba saja pria yang menyerang hae joon mengeluarkan pisau ingin menusuk hae joon untung saja hae joon cepat menghindar dan segera masuk kedalam lift.
" Siapa dia ? Kenapa menyerang ku ? "
Ucap hae joon sambil menahan rasa sakit di kepala dan merasa perih di bagaian pinggang nya ternyata hae joon terluka akibat pria tadi.
Ting...
Bunyi lift terbuka hae joon lansung segera keluar dari lift dan ternyata dia saat ini berada di lantai 13 yang lebih tepatnya lantai tempat jung woon berada, sesegera mungkin hae joon menekan tombol bell apartermen jung woon dan saat jung woon membuka pintu hae joon sudah dalam keadaan pingsan akibat menahan sakit di kepala
" Hae joon,,, joon.... sabarlah"
Ucap jung woon sambil menepuk-nepuk jawah hae joon membuat nee shey yang saat itu berada di kediaman nya pun ikut keluar dan panik.
" Hae joon oppa.. "
__ADS_1
Ucap nee shey saat melihat sodara nya tidak sadarkan diri terlebih di tubuh nya terdapat luka dan mengeluarkan darah
" Nee shey cepat panggil kan dokter. "
Ucap jung woon sambil membopong tubuh hae joon masuk kedalam kamar Nee shey pun dengan cepat menghungi dokter.
disaat jung woon dan nee shey panik menanti dokter, di basemant terjadi adu tembak antara pria yang menyerang hae joon dengan pria yang sedari satu minggu ini memantau kegiatan hae joon siapa lagi kalau bukan orang suruhan tuan kim yang memantau calon menantu nya.
‎
Anak buah tuan kim melukai tepat di lengan pria yang melukai hae joon, dan sesegera mungkin meringkus nya dan membawa kesatu tempat.
" Kamu.. Siapa yang memerintah mu ? "
Ucap anak buah tuan kim
" Apa urusan mu, lepaskan aku. ..!"
Ucap pria yang melukai hae joon.
" Jangan pernah berharap karena kau berani bermain-main "
Ucap anak buah tuan kim sambil membawa pria itu kedalam mobil.
Dua jam berlalu saat ini keadaan hae joon masih terbaring diatas tempat tidur, luka yang di dapat nya tadi tidak terlalu berbahaya hanya mendapat 5 jahitan saja, namun membuat jung woon penasaran bagai mana bisa srigala muda ini bisa ambruk karena mendapat luka kecil.
biasa nya dia hanya bersantai saja dan menggobati diri nya sendiri namun ini kenyataan nya dia jatuh pingsan di depan apartemen jung woon bahkan sudah dua jam dia tertidur.
" oppa apa dia baik-baik saja ? apa kita harus membawa nya kerumah sakit ?"
ucap nee shey yang sedari tadi panik melihat kakak laki-laki nya masih belum sadar.
ucap hae joon sambil mengelus kepala nee shey mencoba menenangkan gadis cantik pemilik hati nya.
" tapi oppa,,,, siapa yang berani melakukan ini ? setahu ku dia tidak memiliki musuh dan dia adalah pria gila kerja mana mungkin dia melukai orang "
ucap nee shey membela sang kakak, nee shey sama sekali tidak tahu bahwa kakak sepupu nya itu orang yang disegani di dunia malam.
" nee shey tidak mungkin semua orang harus menyukai kita, pasti dua dari sepuluh orang ada yang tidak menginkan dan tidak bisa melihat kita bahagia dan sukses "
ucap jung woon kepada gadis yang ada di samping nya.
" ya.. aku tahu, kita tidak bisa memaksa orang untuk menyukai kita, dan aku sudah mengetahui nya "
ucap nee shey, " tapi tidak untuk orang seperti mu yang pandai menyimpan rasa mu sendiri "
" apa maksud nya ini ?"
tanya jung woon
" kamu pria kaku, yang diam-diam mencintai ku "
ucap han nee shey penuh keyakinan.
" apa kamu yakin ? aku mencintaimub? karena kamu selalu mengatai ku pria penyuka sesama "
__ADS_1
ucap jung woon
" ya aku sangat yakin, karena kamu diam-diam mencari tahu tenang diri ku, dan setiap aku membutuhkan mu kamu selalu ada. "
ucap nee shey sambil tersenyum
" tidak seperti itu, kamu lah yang selalu merengek dan datang kepadaku saat kamu merasa kesal membutuhkan teman untuk minum dan mendengar semua celoteh mu !"
ucap jung woon sambil mengilangkan kedua tangan nya diatas dada melihat kearah riri yang sedang duduk di kursi yang ada di hadapan nya, untuk saja di hadapan mereka ada penghalang meja makan bila tidak mungkin han nee shey bisa lansung memukul dan menendang jung woon.
" kamu.... berani sekali mengatakan hal itu,,, "
ucap nee shey sambil menuju kearah wajah tampan jung woon.
" aku mengatakan hal yang sebenarnya nya, kamu itu wanita paling ceroboh yang pernah aku kenal, tidak sesempurna disaat kamu di layar kaca "
ucap jung woon
" kyaaa lelaki dingin, sudah pandai sekali bicara ... "
ucap nee shey sambil memperlihatkan senyuman licik nya.
" bila tidak senang dengan ucapan ku kamu bisa pergi dan minta lah pria lain untuk menemani kamu minum "
ucap jung woon asal bicara karena dia sangat suka mengoda nee shey dan melihat gadis cantik itu marah-marah ketimbang bersikap lembut seperti dia berakting di dalam layar televisi
" kamu...." ucap nee shey sambil berdiri "baiklah aku akan meminta semua pria tampan yang menyukai ku untuk menemani aku minum "
ucap nee shey sambil melangkah meningal kan jung woon
disaat nee shey ingin membuka pintu tiba-tiba saja jung woon lansung menarik nee shey dan mengurung nee shey didalam rangkulan nya.
" bila kamu berani, ku pastikan aku akan berbuat lebih dari ini "
ucap jung woon sambil menarik nee shey kedalam dekapan nya dan mencium bibir gadis cantik itu
nee shey yang mendapat serangan dadakan pun hanya terdiam mematung karena ini adalah ciuman pertama mereka berdua setelah tiga tahu ini nee shey mendekat kepada jung woon pria tampan yang memiliki hati sedingin es dan yang mampu merubah haluan hati nya dari dee hyun kepada jung woon .
Pria yang dikira nee shey seorang pria penyuka sejenis karena jung woon tidak pernah masuk kedalam godaan yang selalu nee shey lakukan, dan pria yang selalu bersikap dingin terhadap semua gadis terkecuali riri, yang mampu membuat nee shey cemburu bukan main walau mereka tidak memiliki kedekatan sepeti seorang teman dekat, mereka berdua bertemu disaat han nee shey sedang mencari teman untuk minum dan meluapkan kekesalan nya dengan semua rutinitas dunia keaktrisan.
disaat jung woon dan nee shey larut didalam dunia mereka berdua menyalurkan kata rindu dan ketertarikan kan mereka, tiba-tiba saja hae joon berdiri didepan pintu kamar sambil berkata
" Hai kalian sampai kapan melakukan itu disana ? apa tidak ada tempat lain?
ucap hae joon melihat pasangan yang dimabuk cinta.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.