Gadis Cantik CEO

Gadis Cantik CEO
Gadis Cantik CEO


__ADS_3

Sesampainya di tempat yang dituju hae joon dan asisten nya pun lansung bergegas turun menghampiri rekan kerja mereka, yang sudah menanti terlebih dahulu di sebuah restoran yang biasa dia kunjungi bersama riri.


" Siang tuan,,, apa kabar ?"


Ucap salah satu pelayan yang sudah sangat mengenal hae joon


" Siang,,, "


Ucap hae joon


" Silahkan tuan, tamu anda sudah berada di tempat yang anda pesan. "


Ucap pelayan itu


Hae joon dan asisten hong pun lansung menuju tempat tersebut dan asisten hong lansung membuka pintu, tiba-tiba saja hae joon melihat bayangan riri yang sedang duduk manis sambil tersenyum kearah nya, membuat hae joon terdiam dan terkesima.


" Tuan ayo cepat, tuan chan sudah menanti "


Ucap asisten hong sambil berbisik, menyadarkan hae joon dari lamunan nya.


" Ehm... Baik lah "


Ucap hae joon sambil tersenyum kearah rekan bisnis nya.


Dari awal sampai akhir pertemuan hae joon dan rekan bisnis nya sama sekali tidak konsentrasi karena dia selalu saja melihat wajah manis riri sedang tersenyum dan tertawa kearah nya.


" Ah... Kenapa gadis kecil ini selalu ada di dalam bayangan ku. "


Ucap hae joon didalam hati sambil mendengar pertanyaan dari rekan kerja dan sang asisten, hae joon yang berada di sana hanya sebagai pendengar saja.


Setelah satu jam setengah akhirnya rapat itu pun selesai hae joon berserta asisten hong pun pergi meninggalkan restoran tersebut.


" Tuan kemana selanjutnya tujuan kita ? "


Ucap asisten hong.


"Kita pulang kekediam song saja, hari ini aku ingin beristirahat disana. "


Ucap hae joon sambil memejamkan mata nya mencoba melupakan wajah gadis cantik yang selama empat hari ini selalu ada di benak nya.


" Apa anda tidak memiliki janji dengan nona ii ? "


Tanya asisten hong.


" Ii... siapa dia ? "


Tanya hae joon kembali dia merasa asing mendengar ucapan asisten hong.


" Iya nona ii... Itu nama yang selalu saya dengar setiap anda memangil nya !"


" Asisten hong apa anda tidak ada topik lain untuk anda bicara kan ? Kenapa anda selalu membahas tentang gadis yang bersama ku ? "


Tanya hae joon sambil menyilangkan kedua tangan nya.


" Karena tidak ada satu hari yang anda lalui tanpa nona ii "

__ADS_1


Ucap asisten hong sambil tersenyum


" Kyaaa.... Bisa kah kamu diam karena telinga ku sudah panas, sejak tadi kamu selalu membicarakan perempuan saja. "


Ucap hae joon


" Baliklah,,,,, itu terserah anda saja, Jangan sampai nanti nona ii pergi meninggalkan anda bersama pria lain, karena dia gadis cantik yang mempesona semua pria "


Ucap asisten hong.


" Ambil saja bila kamu mau. !"


Ucap hae joon dengan wajah kesal


" Tidak mungkin karena saya sudah memiliki istri dan sebentar lagi kami akan menanti kedatangan baby gril "


Ucap asisten hong yang saat ini baru saja memiliki istri dan sebentar lagi akan menjadi ayah.


" Kapan kamu menikah ? "


Tanya hae joon dia tidak percaya denggan ucap sang asisten


"!Apa anda lupa ? Bukan kah anda datang bersama nana ii !"


Ucap sang asisten bertanya


" Ii,,,, ii,,, lagi !, apa semenarik itu ? "


" Tentu dia dapat memecahkan konsentrasi anda yang selama ini tidak pernah tergoyakan "


" Baiklah... Terserah kamu saja, yang sekarang lebih baik kamu percepatan laju mobil ini, karena saya sudah sangat lelah. "


" Baiklah... "


Ucap asisten hong sambil menambah kecepatan mobil sedan putih itu membelah keramaian di kota seoul korea selatan.


Dilain tempat kini riri sudah selesai mencari buah-buahan yang sangat dia ingin kan bersama sang oma, dan tanpa sengaja saat dia sedang menganti untuk membayar riri bertemu dengan cinta pertama dia siapa lagi kalau bukan saka pria tampan yang dulu pernah menjadi teman semasa kecil riri yang dulu pernah menjadi luapan emosi riri membuat kepala saka menjadi landasan batu.


Rd saka pratama anak bungsu dari keluarga Rd irwan pratama penguasa batu bara di sumatera dan memiliki beberapa mall besar di kota nya.


Saka pernah menjadi satu pria yang riri cintai namun itu hanya riri saja yang tahu dia tidak pernah mengungkapkan nya kepada saka,


karena riri merasa tidak sebanding dengan saka yang saat itu menjadi rebutan para gadis dari keluarga terpandang, riri yang hanya anak yatim piatu pun merasa hina walau dia tinggal bersama keluarga sangat mampu di keluarga zahra.


Setelah tiga tahun berlalu akhirnya mereka berdua kembali bertemu di mall besar milik keluarga saka yang kini sudah menjadi tanggung jawab saka.


" Riri... afandy apa ini kamu ?"


Ucap saka menghampiri riri dan sang oma.


Riri yang mendengar suara pria yang memangil nya dengan nama lengkap dari bunda dan ayah nya pun lansung melihat kearah sumber suara dan betapa dia terkejut melihat sosok saka yang saat itu berdiri disamping nya.


" Kak saka.... !"


ucap riri kagek melihat wajah tampan saka yang saat itu sudah ada di hadapan nya.

__ADS_1


" Ah.. Tebakan ku benar, ini kamu gadis nakal yang pergi meninggalkan aku tanpa kabar. "


Ucap saka tidak percaya dia melihat penampilan riri yang saat ini sangat cantik makai kemeja merah dan rok ketat sebatas petis dan rambut panjang terurai berwarna kemerahan membuat saka lupa menyapa sang oma.


" Saka apa kamu hanya menyapa gadis cantik ini saja ?"


Tanya sang oma kepada saka yang saat itu masih terkesima dengan wajah cantik riri.


" Oma.. Maaf saka lupa sangking senang nya melihat riri yang sudah lama tidak berjumpa. "


Ucap saka sambil mencium tangan sang oma.


" Oma tahu cucu oma cantik, tapi kamu tidak harus lupa dong menyapa oma yang tidak kala cantik dari riri.


Ucap oma sabil memeluk riri dan tertawa di hadapan mereka berdua.


" Oma bisa aja,,, saka jadi malu ni, "


Ucap saka sambil tersenyum.


" Riri oma bangai mana bila kita pergi kesalah satu restoran disana untuk bercerita "


Ucap saka sambil menunjuk kearah restoran yang ada di mall nya.


" Baiklah... Pergi lah terlebih dahulu bersama oma karena ii harus mengantri terlebih dahulu "


Ucap riri


" Baik lah... Ayo oma kita kesana dahulu biarnkan saja gadis nakal ini sendirian "


Ucap saka


" Kak berhenti lah memangil ku gadis nakal, "


Ucap riri sambil memperlihatkan wajah marah nya.


" Bila ingin di panggil gadis cantik dan baik kamu bisa menyerah kan keranjang mu kepada asisten ku dan kita bertiga lansung kesana "


Ucap saka sambil mengandeng tangan oma riri dan tangan riri


Tidak ada kata malu untuk saka mengandeng tangan oma riri dan riri karena dia sudah menggap riri dan oma sebagai keluarga nya.


Terlebih lagi saka kecil setiap waktu menghabiskan waktu nya di kediaman sang oma karena oma saka dan oma riri bersahabat dan rumah mereka hanya berjarak dua rumah saja.


Itu lah membuat hubungan riri dan saka menjadi sangat dekat tanpa ada rasa canggung diantara mereka berdua, saka sudah mengangap riri sebagai adik perempuan nya sendiri dari dulu dan perasaan itu berubah saat mereka beranjak dewasa tapi sayang riri dan saka tidak dapat menggunakan perasaan mereka berdua karena riri pergi meninggalkan saka harus ikut bersama sang mommy kekorea.


" Bayu... Kamu urus semua ini dan segera menyusul kami ke sana, sebelum kamu melanjut kan tugas mu.


Ucap saka kepada asisten nya sebelum pergi bersama riri dan oma.


.


.


.

__ADS_1


.



__ADS_2