Gadis Cantik CEO

Gadis Cantik CEO
Gadis Cantik CEO


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan tepat jam 7 malam riri baru saja selesai dengan semua kewajiban untuk diri nya tentu kalian semua tahu kewajiban riri.


" Riri apa kamu harus membawa JH bertemu dengan keluaga saka ?"


Tanya kyo sambil memandang riri yang sedang menyisir rambut panjang nya


"Harus karena alsan ini yang bisa membuat ku terlepas dari nenek sihir itu ."


Ucap riri dengan santai


" Apa kamu yakin ?"


Ucap kyo


" Iya sangat yakin, ku berharap kak saka bisa bertemu dengan gadis cantik dan baik hati yang dapat berjuang bersama menghadapi ibu nya . "


Ucap riri sambil duduk menghadap kyo.


" Ku... Harap"


Ucap kyo.


" Kamu berharap... ?"


Ucap riri kembali bertanya


" Iya ku harapa dia bisa bersama wanita taguh "


Ucap kyo


" Kenapa tidak kamu saja yang menjadi pendamping nya ?"


Ucap riri sepontan.


" Aku... ? Apa kamu sakit sehingga berkata demikian. ?"


Ucap kyo tidak terima


" Tidak aku serius karena kamu wanita yang sangat tepat, dan ku jamin nenek sihir itu tahluk dengan mu !"


Ucap riri


" Jangan pernah berfikir demikian. "


Ucap kyo dengan wajah sangat tidak dapat di aritikan.


Kyo tidak pernah membayangkan dia bisa dekat dengan saka bahkan bisa berdamping dengan pria tampan dan sempurna seperti saka, dia hanyalah anak yatim piatu yang di besarkan di panti.


Dia tidak pernah berfikir menjadi istri dari pria yang sangat sempurna seperti saka dia hanya berharap bisa memiliki keluarga utuh dan berkecukupan untuk anak-anak nya dan bisa bahagia memiliki keluarga sederhana.


Walau sejak pertama bertemu kyo sudah mengagumi saka,yang memiliki sifat baik dan menawan


" Kyo tenanglah, kenapa wajah mu seperti tomat "


Ucap riri menggoda kyo gadis cantik yang ada di hadapan nya.


" Ah... Sudah-sudah cepat pergi , bila tidak pria jelek itu akan mengetuk pintu kamar kita "


Ucap kyo berdiri dari tempat dia duduk


Dan benar saja, jh sudah mengetuk pintu kamar riri dan kyo pria tampan itu tampak tampan saat menguanakan baju apa pun


" Pria tengil bisa sabar tidak ?"


Ucap kyo memarahi JH yang sedari tadi menekan Bel kamar riri


" Gadis gila... Kenapa kamu yang membuka ?


Dimana gadis cantik ku ?"


Ucap JH sambil menerobos masuk kedalam kamar riri dan kyo

__ADS_1


" At.. At... Kamu mau kemana ?"


Ucap kyo sambil menarik baju jh


" Mau lihat my heart "


Ucap jh


" Pria dilarang masuk kedalam kamar wanita "


Ucap kyo


" Tidak perduli !"


Ucap JH


" Bocah tenggil... Kamu memeng mencari masalah dengan ku !


Apa kamu mau ku hajar "


Ucap kyo yang masih memegang sudut baju jh


" Baik-baik lah malam ini aku tidak ingin perang dengan mu "


Ucap JH kembali dengan wajah datar


" Nah coba gitu dari tadi gak payah panjang lebar "


Ucap kyo sambil berdiri di depan pintu kamar sedangkan JH berdiri di depan luar kamar/ lotong kamar


" Ada apa ini ? Kenapa kalian berdua tidak pernah akur ?"


Ucap riri sambil berdiri di depan kyo dan jh


" Biasa gadis gila ini tidak bisa melihat aku bersama dengan mu my heart "


Ucap jh


Ucap kyo dengan wajah kesal terhadap JH.


" Ah.. Sama saja "


Ucap JH


" Beda... "


Ucap kyo


" Sudah berhentilah, bila kalian bertengkar terus kita akan terlambat "


Ucap riri sambil tersenyum


" Tuh denggerin "


Ucap JH


" Iya aku dengar, aku punya telingga dan kamu itu hanya untuk gantungan saja "


Ucap kyo sambil memeluk tangan riri dan memperlihat kan wajah bahagia nya setelah dapat mengejek JH


Riri , jh dan kyo pun pergi menuju restoran bintang lima yang berada di Hotel tempat mereka menginap dan memiliki janji dengan keluarga saka yang sudah lama tidak bertemu, yang terakhir kali bertemu saat riri dan keluarga kang merayakan idul fitri tahun lalu.


Setibanya disana ternyata keluarga saka belum datang dan meja masih tanpak kosong,riri pun pertanyan kesalah satu pegawai.


" Mb... Dimana meja yang sudah di pesan atas nama saka pratama ?"


Ucap riri bertanya dengan sangat lembut membuat pegawai itu kaget mendengar riri sangat pandai berbahasa Indonesia, Karena sejak riri masuk kedalam restoran hotel riri tampak bukan seperti orang indonesia


" Di sebelah sini Nona "


Ucap pegawai perempuan itu sambil menunjukan tempat mengarah kan riri dan kedua teman nya

__ADS_1


"Terimakasih banyak "


Ucap riri saat samapai di tempat yang di tuju.


" Iya Nona "


Ucap pelayan itu.


Riri dan kedua teman nya pun duduk sambil menanti tamu yang sudah sangat lama tidak bertemu dengan nya, dan lima menit kemudian keluarga saka datang menghampiri riri yang sudah berada di dalam ruangan VIP itu


" Hai riri "


Ucap nenek saka menyapa riri sambil tersenyum bahagia


" Hai... Nenek "


ucap riri sambil meraih tanggan nenek saka dan mencium nya.


Setelah riri menyapa nenek saka dia memperkenalkan kan JH dan kyo sama seperti dia mengenalkan JH dan kyo dengan saka satu hari lalu


Nenek saka sempat kecewa, Karena wanita lansia itu berharap riri bisa bersama cucuk laki-laki nya, namun apa daya tuhan telah mengatur jodoh setiap umat nya.


" Nenek kenalkan ini calon riri "


Ucap riri sambil tersenyum dan merankul jh


" Hai nenek apa kabar ?


Saya JH "


Ucap JH dengan santai dalam bahasa ingris


" Hai.. Pria tampan, kabar saya sehat "


Ucap nenek saka


Tidak lama kemudian setelah riri mengenalkan JH dan kyo, saka dan kedua orang tua nya datang memasuki ruangan tersebut dengan wajah yang sangat tidak menyeangkan dan menerima keberadaa riri.


" Saka... , Zidan , Rina kamarilah lihat gadis kecil yang dulu sering bermain dengan saka sudah akan menikah dengan kekasih nya "


Ucap nenek saka sambil tersenyum menyambut kedatanga anak, menantu dan cucu-cucu nya.


" Hai... Riri apa kabar mu ?"


Ucap zidan ayah saka.


" Hai paman... Kabar ii sangat baik "


ucap riri dengan wajah tersenyum


Ya seperti itu lah bila riri terhadap dengan ayah saka yang selalu bersikap baik dengan nya dan bila bertanya tentang ibu saka dia tidak pernah bersikap baik dengan riri.


" Tante... Apa kabar "


Ucap riri sambil tersenyum


" Baik "


ucap ibu saka dengan wajah dingin nya memenag seperti itu sejak dahulu saat melihat riri


Namun saat dia melihat kearah wajah JH lansung terdiam dan pucat seperti melihat hantu di hadapan nya, wajah yang semula terlihat sangat segar lansung seperti mayat yang sudah di dandani di dalam peti mati.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2