
Sepuluh menit berlalu asisten hong pun sudah mendapat semua yang di inggin kan oleh majikan nya, yang sudah selama 6 tahun ini bersama nya.
Asisisten hong lansung mengirim semua yang dia ketahui membuat buat hae joon lansung tersenyum bahagia,
Gadis jelek ini ingin bermain petak umpet dengan ku ?
Ucap hae joon setelah membaca laporan dari asisten pribadi nya
Hae joon pun memutuskan untuk kembali bertemu dengan Tuan Charles dan membicarakan kesepakatan mereka .
Tidak perlu lama hae joon dan tuan Charles menandatangani kesepakatan kerja mereka.
Tuan Charles berharap dia akan bisa membuat hae joon menjadi pendamping putri cantik nya.
" Baiklah tuan.. Song saya berharap anda bisa berkerja sama dengan baik dan perusahan kita bisa sukses ke anak cucu-cucu kita kelak "
Ucap tuan Charles
Iya tuan Charles...
Ucap hae joon
" Tuan song saya punya satu permintaan kepada anda, "
Ucap tuan Charles
" Apa itu ?"
Ucap hae joon
" Bisakah anda menemani putri saya minum ?"
Ucap tuan Charles
" Tentu ...dengan senang hati "
ucap hae joon sambil tersenyum
" Baiklah bila demikian saya pamit pulang dulu "
Ucap tuan Charles
" Iya.. Tuan semoga selamat sampai tujuan dan kita berjumpa kembali besok "
Ucap hae joon
" Iya... Terimakasih tuan "
Ucap tuan Charles
" Margareta... Bersikap Baiklah kepada tuan song "
Ucap tuan Charles sebelum pergi
" Iya daddy "
Ucap Margareta
Hae joon dan Margareta pun melanjutkan keingian Tuan Charles untuk memenuhi keinginan putri bunggu nya.
Hae joon yang semula bersikap lembut dan penuh berhatian lansung berubah seketika saat berdua bersama Margareta.
" Nona Margareta apa yang kamu ingin kan dari ku ?"
Ucap hae joon lansung keinti masalah dan menatap Margareta dengan tatapan dingin nya dan mata pembunuh
" Tuan song..."
ucap Margareta kaget melihat experisi wajah hae joon berubah.
" Nona kita lansung saja, "
Ucap hae joon
" Tuan song rupanya anda pria yang tidak menyukai basa basi, aku menyukai pria seperti anda "
Ucap Margareta.
" Apa yang kamu inggin kan ?"
Ucap hae joon
" Tidurlah bersama ku "
__ADS_1
Ucap Margareta.
" Maaf... Aku tidak bisa menuruti keingan mu "
Ucap hae joon sambil meneguk anggur yang ada di hadapan nya dan baru saja di rumah oleh pelayan
" Apa anda yakin ?"
Ucap Margareta sambil tersenyum bahagia
" Wanita ular Kau menjebak ku "
Ucap hae joon sambil merasakan sensasi panas di dalam tubuh nya Namun itu hanya di dalam hati.
" maaf kan aku karena aku tidak dapat menuruti keingian mu, aku tidak menyukai perempuan seperti mu,
Yang terang-terangan mengajak pria tidur bersama nya "
Ucap hae joon sambil berdiri meninggalkan meja tempat dia duduk bersama Margareta.
" Tuan song apa anda yakin ?
Karena aku sudah meletakan obat peransang di minuman mu !
Aku yakin anda membutuhkan aku "
Ucap Margareta dengan penuh keyakinan
" Seperti nya cara licik anda tidak berhasil Kali ini, anda salah memberi pria obat peransang, Karena saat ini pria yang anda inggin kan sudah memiliki istri dan dia sudah menanti saya di dalam kamar "
Ucap hae joon sambil menahan hasrat nya dan berjalan meninggalkan Margareta bersama asisten hong yang setia mengikuti hae joon kemana pun
" Hyeong... Apa kamu yakin riri berada di Swiss ?"
Ucap hae joon sambil menahan rasa panas di tubuh nya.
" Iya semua nya sudah saya cek, dan sinyal dari kalung Nona riri berada di kamar tersebut, dan pria tadi adalah body guard yang di utus oleh tuan kang dee hyun. "
Ucap asisten hong
" Terimakasih hyeong, "
Ucap hae joon
Ucap asisten Hong mengantung
" Iya perempuan ular itu menaruh jebakan,
Dia wanita yang ingin bersama ku "
Ucap hae joon sambil menahan hasrat
" Anda mau aku carikan..."
Ucap asisten hong
" Tidak perlu... Antara saja saya keka... "
Ucap hae joon sambil bersandar di dinding lift tidak bisa lagi melanjutkan ucapan nya yang menginginkan untuk di antara kedalam kamar nya dan memasukan dia kedalam rendaman air es agar memutuskan panas di dalam tubuh nya
Namun Asisten hong yang tidak menggetahui keinginan hae joon lansung mengantar hae joon kemarar riri, dan yang di ketahui oleh asisten hong,
Hae joon dan riri sudah sering menghabis kan malam di apartermen hae joon dan kenyatan nya mereka berdua tidur di kamar terpisah.
Tok... Tok... Tok...
Asisten hong mengetuk pintu kamar riri berulang kali.
Riri yang berada di kamar nya pun lansung segera bangkit dari duduk santai nya melihat kearah pintu yang di ketuk sedari tadi, sebelum riri membuka pintu terlebih dahulu riri mengintip lewat cela dan lansung melihat asisten hae joon sudah berdiri di depan pintu.
" Asisten hong ?
Dia menemukan ku ?"
Ucap riri sambil membuka pintu belum sempat riri berkata apa pun,
Hae joon yang bersandar di dinding kamar riri lansung masuk tanpa permisi dan berjalan masuk kedalam kamar riri.
" Asisten hong kenapa dia ?"
Ucap riri bertanya
" Dia kebanyakan minum nona, dan saya undur diri dahulu "
__ADS_1
Ucap asisten Hong tanpa memberi tahu keadaa hae joon dan lansung mengambil langkah seribu.
" Samchon... Samchon... "
Ucap riri memangil hae joon yang sudah masuk kedalam kamar Mandi menguyur tubuh nya dengan air dingin, Berharap rasa panas di tubuh nya hilang.
" Kenapa kamu seperti ini ?
Kenapa wajah mu memerah?
Nanti kamu bisa sakit bila menguyur tubuh mu dengan air dingin di malam hari "
Ucap riri sambil menghampiri hae joon dan melihat wajah hae joon yang sangat marah.
" Riri kamu lah itu ? "
Ucap hae joon sambil memegang wajah riri yang sedang panik
" Iya ini ii, samchon sadarlah.. "
Ucap riri sambil menepuk-nepuk wajah hae joon.
" Ehm... Sungguh kamu gadis jelek ku, tolong aku dari siksaan ini "
Ucap hae joon sebelum ******* bibir riri yang ranum,
hae joon bertambah liar saat melihat tubuh riri basah terkena guyuran air yang membasahi tubuh nya dan riri yang mengunakan baju cukup tipis memperlihatkan dalaman riri berwarna hitam.
" Sweety bantu saya ,,, bila tidak saya akan mati tersiska karena ulah ular berbisa itu "
Ucap hae joon sambil memandang riri dengan penuh hasrat.
"Tapi aku... "
Ucap riri ingin menolak permintaan hae joon
" Sweety saya akan bertangung jawab dengan semua resiko nya "
Ucap hae joon lansung menerkam riri dan memulai serangan nya di bibir ranum riri yang semula lembut menjadi liar dan tangan nakal nya mulai bergentayanan menyusuri lekuk tubuh riri.
Riri yang menerima serangan dari hae joon hanya bisa menerima dan lupa akan keinginan nya selama ini untuk melakukan nya saat ada ikatan halal di antara mereka berdua.
Hae joon yang kini sudah tidak dapat menahan hasrat nya pun lansung membawa riri keatas ranjang empuk dan siap bertempur.
" Sweety tahan sedikit ini akan sakit untuk pertama kali dan akan hilang beberapa saat, kamu bisa mencakar atau mengigit ku dimana saja untuk menahan sakit mu "
Ucap hae joon sambil memandang wajah riri yang kelelahan karena sudah mencapai pelepasan beberapa Kali sebelum hae joon mengeluarkan senjata nya, hae joon pun memandang tubuh mulus riri yang sudah tidak tertutup sehelai benang, dan di tubuh riri terhadap bercak marah tanda dari hae joon.
Riri yang sudah mengila akan belaiyan hae joon hanya bisa menganguk, Karena kehilangan kesadara nya akan belayan hae joon yang tidak pernah dia rasakan dan ini untuk pertama kali nya merasakan kenikmatan.
Hae joon pun dengan perlahan memasukan kan hae joon kecil kedalam sangkar yang selama ini dia ingin kan, setelah susah payah hae joon akhrinya dapat menerobos pintu dan merasakan ada yang mengaril di sela-sela hae joon kecil yang serentak dengan heritan riri sambil mencakar bahu hae joon
" Aaahahh... Sakit.... Hisk.... Hisk... Hisk... "
Ucap riri sambil mencakar tubuh hae joon dan menagis kesakuat nya .
" Sayang tenang lah ini hanya untuk sementara"
Ucap hae joon sambil melihat wajah riri menahan sakit hae joon pun lansung mencium bibir riri dengan sangat lembut dan mencoba mengoyang kan hae joon kecil perlahan namun niat hae joon tidak terlaksana saat merasakan kenikmatan yang di milik riri yang baru pertama dia rasakan.
Hae joon yang semula perlahan lansung memasang kekuatan nya membuat riri berteriak kenikmatan, rasa sakit berubah menjadi nikmati,
hae joon menghukum riri dengan semua gaya yang di perlajari selama ini, dan pergulatan mereka berakhir saat hae joon dan riri benar-benar tumbang karena kelelahan dan menumpahkan lahar benih nya di rahim riri berulang kali tanpa pikir panjang karena saat itu dia hanya menikmati pergaulan nya dan riri
" Terimakasih sudah menjaga nya untuk mu "
Ucap hae joon sebelum terlelap di samping riri dan mencium seluruh wajah riri yang tampak jelas kelelahan karena ulah nya sendiri.
Malam pertama yang di janjikan hae joon, tidak bisa di tepati oleh nya karena ulah ular berbisa yang menginginkan hae joon dan berani terang-teranagan mengajak hae joon tidur bersama nya .
Akibat perbuatan Margareta, hae joon harus mengingkari janji nya terhadap riri gadis cantik yang memiliki hati nya.
" Sayang maaf kan saya, dan ini pertama dan terakhir untuk saya tidak menepati janji, Karena besok kita akan segera menikah "
Ucap hae joon sebelum benar-benar terlelap
.
.
.
.
__ADS_1