Gadis Cantik CEO

Gadis Cantik CEO
Gadis Cantik CEO


__ADS_3

bab 92


Semua mata di kampus hanya bisa melihat riri dengan tatapan penuh curiga dan penuh tanda tanya siapa riri sebenarnya kenapa saat ini dia bersama tuan kang dee hyun, di pikiran mereka semua riri adalah gadis miskin yang kuliah mengandalkan otak dan beasiswa saja, riri juga tidak pernah memberitahu kepada semua teman nya dia tinggal dimana, setiap di ajak kumpul atau pergi ke pesta riri selalu beralasan tidak bisa ikut dia harus berkerja, yang mereka ketahui riri adalah pendatang di korea, dia berkerja untuk memenuhi kebutuhan nya di korea.


Soo hee dan teman-teman nya sempat curiga dengan riri karena pakaian yang digunakan riri pakaian bermerek ternama, bila di tanya pasti di jawab riri baju bekas dari anak majikannya, dan semua yang dikatakan riri keteman-teman nya selalu yakin secara yang mereka ketahui riri berkerja di rumah orang kaya sebagai pengasuh.


Riri hanya bisa menundukan wajah nya, dia merasa malu karena saat ini semua mata sedang melihat kearanya dan sang daddy, yang mengandeng tanggan nya keluar dari ruang dekan,


Disepanjang perjalan menuju mobil riri hanya bisa diam, dan saat di parkiran riri menolak untuk naik dia memilih untuk pulang naik kendaraan umum,


"Daddy maaf sepertinya ii, pulang ke rumah naik taxi saja, ii tidak inggin merepotkan daddy karena sekarang masih jam kerja, "


Ucap riri memberi tahu bahwa dia tidak inggin pulang bersama sang daddy.


Sedang kan sang daddy hanya tersenyum, dia tahu betul putri nya saat ini sedang tidak enak hati telah merepotkan diri nya di jam kerja saat ini, riri tahu betul bahwa daddy nya salah satu orang tersibuk dikorea, dan itu lah kenapa dia tidak ingin menghubungi sang daddy, kalau bukan karena samchon tampan pasti daddy nya tidak akan datang, tiba-tiba saja jung woon bertanya kepada riri .


"Kenapa i ? Apa kamu malu atau kamu takut mereka semua berpikir jelek tentang mu ?"


Tanya jung woon kepada riri sambil memperlihatkan wajah bahagia ke arah riri karena penyamaran riri sebagai gadis miskin terungkap, riri yang mendengar perkataan jung woon lansung melihat kearah orang yang sedang bertanya kepada nya.


"Oppa kenapa kamu bahagia sekali melihat aku menderita ?"


Ucap riri memperlihatkan wajah kesal nya kepada jung woon yang sedang tersenyum.


"Siapa bilang ku bahagia, aku hanya tersenyum karena rencana mu gagal, kan sudah ku beritahu dari dulu tidak usah manyamar, kamu bisa lihat dan rasakan sendiri akibat nya "


Ucap jung woon kepada riri dengan senyuman yang tidak luntur, membut riri bertambah murung.


Daddy bolehnya ii pulang sendirian ? Daddy bisa kembali berkerja .


Ucap riri kepada dee hyun, memohon agar dia bisa pulang sendiri kerumah mereka.


"Baiklah bila itu keinginan mu tapi tidak denggan naik taxi. "


Ucap dee hyun kepada putri nya.


"Kalau tidak naik taxi ii berati naik bus saja, apa boleh ?"


Tanya riri dengan memperlihatkan senyuman nya,


"HEm.. HEm..."


ucap dee hyun memperlihatkan telunjuk nya kekanan dan kiri kearah wajah riri memberi kode salah.

__ADS_1


"kamu bisa pilih masuk kedalam mobil sekarang atau kamu mau pulang bersama hae joon. "


Ucap dee hyun kepada putri pertama nya .


Riri yang mendengar ucapan daddy nya, seketika itu juga riri lansung masuk kedalam mobil dee hyun tanpa menjawab pilihan yang dari diberikan kepada nya, dia tidak ingin bertemu samchon tampan itu lagi , dia tidak ingin menimbulkan masalah lagi di kampus nya karena dia berdekatan denggan samchon tampan, dia tidak sanggup mendapat cercaan dari para fens hae joon, dia tidak ingin refleks melukai orang yang inggin menyakitinya, dan yang paling terpenting dia tidak ingin meningal karena serengan jantu disaat melihat senyuman manis dari song hae joon, yang selalu berhasil membuat jantung nya berdebar tidak menentu.


Dee hyun dan jung woon yang melihat tingkah lucu riri lansung tertawa karena tingkah lucu riri yang tidak inggin bersama hae joon.




Didalam perjalanan menuju mansion riri masih diam tanpa berkata apa pun dia binggun bila mommy nya bertanya tentang luka yang ada di sudut bibir nya.


"Riri kenapa kamu diam ?"


Tanya dee hyun kepada putri nya.


"Ii masih bingung bagai mana menjelaskan ini " ucap riri kepada daddy nya sambil menunjukkan jari nya ke arah sudut bibir yang terluka," pasti nanti mommy jadi panik dan marah karena ii tidak mendengar saran mommy, ii lebih memilih kehendak ii tanpa mendengar nasihat mom. "ucap riri sambil menundukkan kepala nya, dia merasa menyesal.


"Masalah itu hal mudah "


Ucap dee hyun menenangkan riri yang sedang duduk di sebelah nya.


Ucap dee hyun kepada sopir pribadi nya.


Setibanya didepan toko kosmetik jung woon yang sudah mengetahui apa maksud dari dee hyun tadi lansung keluar dan mengajak riri untuk masuk ketoko, riri yang awal nya menolak namun setelah mendengar ucapan sang daddy akhir setuju.


"Selamat siang tuan... "


Ucap salah satu pelayan kepada jung woon.


"Siang,,, bisa kah anda membantu saya."


Ucap jung woon kepada palayan toko.


Sambil mendudukan riri di kursi yang ada di toko terus sebut.


"Tolong anda samarkan luka yang ada di sudut bibirnya. "


Tegas jung woon kepada gadis yang ada di hadapan nya.


"Baik tolong tunggu sebentar "

__ADS_1


Ucap gadis pelayan itu, sambi mengambil peralatan yang di butuhkan nya, dan lima belas menit kemudian luka riri telah menghilang dari wajah nya.


Riri yang melihat luka nya sudah tertutup lansung tersenyum bahagia, dia tidak khawatir lagi bertemu mommy nya, luka yang tadi ada telah hilang tertutup dengan fondasion dan tidak lupa dia membeli nya, untuk berjaga-jaga selagi luka itu menghilang betul.


🌈🌈🌈🌈🌈


Kini mereka semua sudah berada di mansion mewah keluarga kang dee hyun, mereka lansung disambut teriakan suzi yang sedang bermain bersama bibi nam,


"Dydy... Ii "


Teriak suzi sambil berlari kearah dua orang yang selalu ditunggu kepulangga nya oleh suzi,


"Hai sayang apa kamu merindukan dydy? "


Tanya dee hyun kepada balita cantik itu


"Ya... "


Ucap singkat suzi bahagia sambil mencium tanggan dee hyun dan mencium pipi daddy nya.


" Bibi nam tolong persiapkan bahan makanan untuk nanti malam, karena kita akan kedatangan tamu. "


Ucap dee hyun kepada bibi nam, yang masih setia menimang balita cantik nya.


"Baik tuan muda,,"


Ucap bibi nam dengan agukan dia mengerti.


"Mana mommy nya suzi. ?"


Tanya dee hyun kepada bibi nam


" Nyonya ada di dikamar tuan. "


Jawab bibi nam dan di balas senyuman oleh dee hyun dia mengerti.


"Suzi sayang kamu bermain bersama bibi nam dan mbak ii dulu ya, daddy mau pergi keatas untuk mandi sebentar, nanti kita lanjut bermain nya setelah daddy selesai mandi. "


Ucap dee hyun memberi penjelasan kepada balita cantik yang berada di pelukan nya,


Suzi yang mengerti apa yang dikatakan sang daddy lansung merentangkan tangan nya ke riri dia lebih memilih bermain di kamar riri, suzi lebih suka disana untuk membrantaki kamar mbak nya atau hanya untuk berbaring bersama menatap langit kamar riri yang ada kerlip bintang yang disukai suzi dan riri. Mereka berdua selalu akur dan nyaman satu sama lain saat bersama, ke dua putri dee hyun dan zahra itu sangat akur, saling menyayangi,dan membutuhkan satu sama lain. untuk suzi di dekapan riri adalah tempat ternyaman selain kedua orang tua nya.


__ADS_1


__ADS_2