Gadis Cantik CEO

Gadis Cantik CEO
Gcc


__ADS_3

" Sweety... Aku memiliki satu hadia untuk mu, tapi aku tidak yakin hadia ini bisa membuat mu bahagia. "


‎ucap hae joon sambil membawa riri keatap rumah nya yang lansung menghadap ke danau indah


" Apa itu ?Jangan membuat ku penasaran, dan satu lagi setiap hadia yang kamu berikan selalu membuat ku bahagia. "


Ucap riri sambil mengandeng lengan hae joon.


" saya berharap demikian, Karena setelah ini kita dapat bahagia bersama anak kita "


Ucap hae joon sambil mengelus perut riri


" berdoa saja semoga, ii dapat hamil cepat "


Ucap riri


" Sayang buka mata mu dalam hitungan ketiga, satu dua tiga "


Ucap hae joon sambil membuka kain penutup mata tiri.


Dengan perlahan riri membuka mata nya dia lansung memandang indah nya danau yang diterangi sinar bulan purnama dan taburan bintang,


Seaakan mereka mengucapkan kata-kata bahagia untuk riri dan hae joon.


" Indah nya "


Ucap riri sambil memeluk hae joon


" Hem.. Ini sangat indah, saya berharap kita bisa membesarkan anak-anak kita disini "


Ucap hae joon sambil mencium pipi riri.


" Sayang ada seseorang yang ingin berjumpa dan berbicara dengan mu "


Ucap hae joon


" Siapa dia ?"


Ucap riri


" Dia orang yang menyelamat kan saya, saya berhutang nyawa dengan nya, dan satu lagi dia orang yang selama ini kita cari "


Ucap hae joon


" Apa dia... ?"


Ucap riri mengantung dia tidak dapat melanjutkan ucapan nya, entah karena bahagia atau perasaa apa yang dia rasa kan saat ini


" sayang bertanya lansung saja karena saya tidak bisa menjelaskan hal yang sudah dia lalui "


Ucap hae joon sambil tersenyum kearah wajah riri yang tampak kacau


" tapi... , "


Ucap riri


" aku percaya ini hal yang terbaik. "

__ADS_1


Ucap hae joon sambil memeluk tubuh riri.


" temani ii,


ucap riri memohon kepada hae joon


" sweety saya ingin kamu bisa bertanya leluasa tanpa terganggu dengan kehadiran ku , tenang lah semua nya akan baik-baik saja "


Ucap hae joon


.


Dengan berat hati riri menuruti semua perkatan suami nya.


" Terimakasih hae joon. "


Ucap tuan Kim sambil memegang pundak hae joon.


" saya ingin yang terbaik untuk nya "


Ucap hae joon sambil tersenyum dia dan tuan kim sudah lama dekat semenjak hae joon sadar dari koma satu tahu lulu.


( angap aja satu tahun lalu ya semua readers tersayang maaf author lagi malas baca Flashback)


Tuan kim selalu bertukar kabar dengan hae joon tentang keberadaa nya dan pernah bertemu beberapa kali saat hae joon berada di Korea.


Namun Tuan Kim tidak pernah tahu mereka semua mencari tahu keberadaan nya.


Pertama kali riri melihat tuan Kim dia mencoba tersenyum seperti biasa, bersikap Raman kepada semua orang karena memang seperti itu lah riri yang terkenal ramah. Semenjak dia berkerja menjadi dokter Karena tidak mungkin dokter cemberut dan pendiam.


Ucap tuan Kim menyapa riri sambil tersenyum karena riri tampak bahagia bertemu dengan nya.


Tapi saat riri mendengar suara tuan Kim menyapa nya, riri lansung merubah wajah nya seperti mengingat sesuatu


" anda....! Bukan lah anda paman yang pernah menjadi sopir pribadi ku saat peristiwa beberapa tahun lalu "


Ucap riri yang masih menginhat betul suara tuan Kim yang menyamar menjadi sopir di kediama Tuan besar kang.


" kamu masih mengenal saya ?


Padahal kita sudah lama tidak bertemu! "


Ucap tuan Kim


" tentu saya mengingat betul anda yang memberi saya minuman, membuat saya tidak sadar kan diri "


Ucap riri dengan wajah sinis dan tatapan yang tidak bisa di aritikan


" riri jangan salah paham, saya tidak bermaksud membuat mu dalam keadaan bahaya, saat itu saya belum menggetahui kamu siapa !"


Ucap tuan Kim mencoba menjelaskan alasan nya


" lantas karena itu anda ingin saya dalam bahaya ?"


Ucap riri


" saat itu situasinya sulit saya harus menjalankan tugas saya, Karena dia yang menyelamat kan saya "

__ADS_1


Ucap tuan Kim


" walau saat itu anda harus membunuh saya ?"


Ucap riri.


dia tidak ingin mendengar ucapan tuan Kim


" riri... "


Ucap tuan Kim memangil nama riri dengan suara lembut membujuk riri supaya mengerti akan apa yang terjadi saat itu


" apa anda tahu ? karena perbuatan anda saya hampir kehilangan orang yang sangat berharga di dalam hidup saya, bahkan yang belum melihat dunia. "


Ucap riri berteriak


Riri sangat emosi melihat tuan Kim saat ini berada tepat di hadapan nya, Karena dia mengingat betul kesalahan Tuan Kim


" riri saya minta maaf "


Ucap tuan Kim


" maaf.... ! Semudah itu ?"


Ucap riri dengan wajah kesal dan mundur perlahan kebelakang, Enya kenapa perasaa yang harus nya bahagia berubah menjadi kecewa disaat riri tahu dia putri dari Pria yang menjebak nya bersama zahra


" Kim riri afiandi maaf kan ayah! "


Ucap tuan Kim meminta maaf bahkan suara nya berubah paruh saat melihat penolakan riri yang tidak ingin menerima nya.


" stop " ucap riri berteriak " aku bukan Kim riri, aku kang riri "


Ucap riri berteriak sekuat-kuat nya


Riri tidak dapat menerima kenyatan ayah nya hampir membunuh diri nya dan zahra, membawa dia kepintu maut karena ulah Tuan Lee beberapa tahun lalu dan setahu riri ayah nya orang baik dan itu tertulis dia surat wasiat ayah nya.


Tapi kenyatan nya itu berbanding terbalik.


Bahka saat itu zahra harus koma selama satu minggu lebih bertarung dengan maut untuk melahirkan adik bungsu nya.


Semua keluarga yang mendengar teriakan riri lansung mengejar riri, mereka semua tidak habis pikir kenapa riri bisa berteriak dengan histris saat bersama Tuan Kim.


Yang seharus nya pertemuan itu menjadi tangis bahagia bukan teriakan histeris


Hae joon yang berstatus sebagai suami pun lansung bergegas mengejar riri namun saat dia tiba riri sudah berada di pelukan Tuan Kim dalam keadaa pingsan dan tuan kim sedang mengendong riri untuk masuk kedalam rumah


"Apa yang terjadi ?"


Ucap hae joon bertanya dengan wajah panik


" cepat panggil dokter "


Ucap tuan Kim tidak kalah panik dari hae joon, Dia lupa Bahka menantu nya itu adalah seorang dokter.


" riri maaf kan ayah, Bila ayah tahu akan terjadi seperti ini ayah tidak akan pernah menunjukan siapa ayah yang sebenar ya, Karena kesalahan itu membuat mu menderita seperti ini "


ucap tuan Kim di dalam hati sambil memperlihat wajah panik nya

__ADS_1


__ADS_2