
Semua keluarga yang melihat tuan kim mengendong riri lansung panik dan beritanya - tanya kenapa riri bisa pingsan karena sebelum nya gadis itu tampak sehat dan bersemangat.
Tidak terkecuali daddy posesif dan mommy gahil itu ikut panik dan masuk kedalam kamar menyusul tuan kim dan hae joon.Setiba nya didalam kamar hae joon lansung memeriksa riri
" Tuan kim... Apa yang terjadi dengan putri ku ?"
Ucap zahra bertanya dengan wajah panik,
Zahra adalah tipe ibu perhatian yang tidak bisa melihat anak-anak nya sakit dan tidak berdaya.
"Tiba-tiba saja dia pingsan setelah mengetahui siapa saya "
Ucap tuan kim sambil menatap tidak berdaya kearah riri yang sedang di periksa oleh hae joon
" tidak apa-apa saat ini dia sedang mendapat penanganan dokter yang tepat "
Ucap dee hyun sambil menatap riri yang terbaring di atas tanjang.
Disaat semua orang sedang panik tidak kala panik juga dengan hae joon dia mendapatkan hadia terindah sekaligus ancama untuk nya malam ini dia akan menjadi luapan emosi dee hyun yang tidak bisa memegang janji nya.
" Apa... Ini ?
Apa mungkin saya akan menjadi seorang ayah ?
Tapi denyut nadi nya sangat lemah "
Ucap hae joon di dalam hati dia masih ragu dengan hadiah yang dia dapat sampai disaat ibu hae joon datang dan lansung memeriksa riri.
" Hae joon bagai mana keadaan menantu ku ?"
Ucap ibu hae joon sambil merapat kearah riri ,
Sedangkan hae joon hanya diam tidak bisa menjawab pertanyaan ibu nya dia masih ragu dengan apa yang dia ketahui
" Berdiri lah biar saya yang memeriksa riri "
__ADS_1
Ucap ibu hae joon mengambil alih tugas hae joon.
Dengan telaten ibu hae joon memeriksa riri dan dia lansung tersenyum bahagia dengan hasil yang dia dapat dari memeriksa riri.
" Bibi... Apa yang terjadi dengan riri kenapa wajah mu tersenyum?
Ucap zahra bertanya kepada ibu hae joon.
" ini kabar bahagia "
Ucap ibu hae joon langsung melihat wajah putra nya yang tampak menyimpan seribu rasa
" Maksud bibi ?"
Ucap dee hyun.
Dia tidak kala penasaran dengan ucapan ibu hae joon. Karena wajah hae joon dari tadi tidak dapat di artikan oleh dee hyun.
" sebentar lagi kita akan kehadiran keluarga baru "
Ucap ibu hae joon dengan perasaan bahagia menyambut kehadiran baby yang ada di rahim riri.
Ucap tuan kim, zahra, dan ayah hae joon dengan wajah sangat bahagia mereka tidak menyangka mereka akan segera menjadi nenek dan kakek.
" Iya... ! Riri hamil usia janin nya masih sangat muda, kita bisa mengecek nya besok pagi di rumah sakit "
Ucap ibu hae joon sambil berdiri mendekat kepada emat orang yang berdiri dengan wajah panik dan berubah semangat bahagia saat mendengar riri hamil
Sangat berbeda dengan dee hyun dia hanya diam dan mata tajam nya mengintai hae joon yang berdiri di dekat riri menatap riri dengan wajah tidak bisa di artikan.
Pria tampan itu mendekat kepada riri dan lansung mencium pucuk kepala riri saat ibu nya sudah berdiri menjauh dari riri.
" Selamat hae joon kamu sebentar lagi menjadi ayah "
Ucap ayah hae joon dengan bangga mereka tidak mempermasalahkan tentang kehamilan riri. Karena di negara mereka sudah hal biasa menghadapi hal seperti ini.
__ADS_1
" Jaga baik-baik cucu kami"
Ucap ibu hae joon
" ehm... Dia akan menjadi baby tampan dan cantik "
Ucap zahra sambil memeluk dee hyun
" iya.. Tentuk... "
Ucap dee hyun sambil tersenyum bahagia membalas senyuman zahra.
" baiklah ayo kita semua keluar, biarkan riri beristirahat "
Ucap ibu hae joon
" baiklah... Kita biarkan riri istirahat "
Ucap mereka semua.
Namun saat semua nya keluar hae joon masih duduk disamping riri dia menatap wajah riri yang sedang terpejam, di hati nya sedang merasa sangat bahagia saat mendengar riri hamil dan ternyata benar hasil pemeriksaan nya bahwa riri sedang mengandung calon anak mereka, semua kerja keras nya malam itu berhasil dan tidak sia-sia membuat riri tidak bisa turun dari ranjang nya.
" tupai jelek kamu ikut bersama ku, putri ku perlu istirahat ! "
Ucap dee hyun sambil menarik bahu hae joon.
Zahra dan semua keluarga hanya bisa tersenyum melihat kelakuan dee hyun seperti biasa nya memperlihatkan sifat posesif nya sebagai seorang ayah yang belum bisa menerima kenyatan bahwa gawang putri nya sudah terlebih dahulu dibobol oleh hae joon pria yang kini sudah berstatus menantu dan pria itu juga sudah lama mengutarakan ingin meminang putri sulung nya dan hari ini baru bisa di laksanakan .
Dee hyun dengan emosi yang tidak dapat di artikan lansung membawa hae joon ke atap rumah hae joon tempat riri dan tuan kim bertemu. Disana dee hyun lansung mengeluarkan semua emosi nya dan tidak lupa jung woon dan in jung menyusul kedua srigala itu sedangkan yang lain nya membiarkan keempat serigala menyelesaikan urusan mereka berempat
.
.
.
__ADS_1
.
.