Gadis Cantik CEO

Gadis Cantik CEO
Gadis Cantik CEO


__ADS_3

Waktu terus berjalan tiga puluhan menit enam puluh menit , riri sangat bosan menanti samchon itu terlebih lagi dia tidak membawa smartfon nya, untungnya di ruangan Samchon tampan ada tv jadi riri bisa menghilang kan bosan nya dengan melihat siaran di tv


"Ah membosankan, aku mau pulang"


Teriak batin riri


Waktu terus berjalan hae joon masih berada di ruangan operasi menangani pasien yang membutuhkan pertolongan nya, dan tak teras waktu sudah berlalu dua jam, akhirnya dokter tampan itu keluar juga dari ruangan operasi nya, denggan kesuksesan besar menyelamatkan pasien yang membutuhkan diri nya berserat rekan medis,


"Selamat dok operasi kita berjalan lancar dan sukses "


Ucap salah satu tim hae joon


"Iya itu semua berkat kalian juga. "


Ucap hae joon merendah....


Setelah selesai hae joon pun pergi mengunjungi beberapa pasien yang membutuhkan dia , tanpa dia sadari dia meninggal kan gadis imut yang datang bersamaan nya tadi,


"Suster apa tugas saya sudah selesai semua? "


Tanya hae joon kepada suster yang menemani nya bertugas


"Sudah dok semuanya sudah selesai "


Jawab suster yang bersama hae joon


"Baiklah kalau begitu..."


Ucap hae joon meninggal kan bangsal rumah sakit dan melangkah menuju lift, sambil mengambil smartfon nya yang sedari tadi belum dilihatnya, betapa terkejut nya dia melihat beretan panggil tak terjawab dari kang dee hyun dan zahra yang sedari tadi mehubungi nya,


"Astaga aku lupa, mampus... "


Batin hae joon merutuki perbuatan nya.


Ya hae joon melupakan keberadaan riri yang bersama nya sedari tadi siang, meminta gadis imut itu menunggu nya, bahkan disaat gadis itu meminta izin pulang , dia mengancam akan menghukum nya,


"Aduh aku mengali kuburan ku sendiri "


teriak hae joon di dalam lift yang mana hanya dia seorang yang berada didalam lift


Ting bunyi lift terbuka hae joon lansung berlari menuju ruangan nya, dia berharap gadis imut itu masih menunggu nya, karena bila gadis itu pergi meninggalkan ruangan nya dan belum kembali kekediaman kang dee hyun bisa terjadi perang dunia kedua bagi hae joon membiarkan anak gadis dee hyun hilang.


Dengan sigap hae joon membuka pintu ruanggan nya


Kerkk...


Suara pintu terbuka


Hae joon lansung melihat keberadaan gadis imut itu sedang tertidur dimeja kerjanya sambil meletakkan kepala nya diatas meja kerja hae joon,


Hae joon berjalan denggan perlahan mendekati riri yang tampak tertidur pulas, begitu imut wajah gadis itu membuat orang tidak bosan melihat nya,


Ckrek..


Bunyi kamera hae joon mengambil foto riri yang sedang tertidur dan mengirim foto itu ke mommy dan daddy nya



Dia bersama ku di rumah sakit, tenang lah setelah bangun akan ku antar dia pulang denggan selamat sampai tujuan.

__ADS_1


"Sungguh kucing cantik yang pemalu, kita lihat bagaimana kedepan nya "


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


"Sayang... "


Teriak mommy zahra yang memanggil daddy dee hyun


Zahra sangat bahagia sampai-sampai dia berteriak kepada suaminya yang berada dikamar mandi sedang menemani putri cantik suzi berendam didalam Bathtub bermain dengan beberapa bebek karet nya,


Sayang kenapa kamu berteriak ?


Tanya dee hyun yang jarak mereka tidak jauh hanya beberapa meter.


"Sayang ternyata anak gadis ku bersama hae joon dia mengirim ku foto riri sedang tertidur di.. "


Jawab zahra denggan muka bahagia karena riri bersama hae joon belum selesai bicara dee hyun sudah bertanya kembali dengan suara naik satu okta


"Apa maksud mu tertidur.. Berasama tupai jelek itu".


ucap dee hyun kepada zahra sambil berdiri mengendong suzi yang menagis karena kaget.


"Ih kamu ya yang, lihat gara-gara suara mu, suzi menangis "


Jelas zahra


"Abis nya kamu tadi bilang riri tidur bersama tupai jelek itu"


Ucap dee hyun yang masih memeluk suzi sambil mencium anak nya.


"Kata siapa ? mangkanya kalau orang bicara didengar sampai ujung. "


"Coba kamu jelaskan kembali apa yang tadi ingin kamu sampaikan "


Ucap dee hyun kepada zahra


"Ini baca sendiri "


Zahra memberi smartfon nya kepada dee hyun .


Zahra pun mengambil suzi yang berada di pelukan dee hyun untuk membilas tubuh anak nya yang penuh busa.


"Oh ternyata begitu "


Ucap dee hyun denggan santai tanpa rasa bersalah setelah melihat pesan dan foto yang dikirim oleh hae joon.


Satu jam berlalu akhirnya riri sampai di kediaman keluarga nya bersama hae joon selama dalam perjalanan riri berfikir pasti dia akan kena marah daddy atau mommy nya karena meninggalkan rumah selama ini tanpa membawa smartfon nya, terlebih lagi ini waktu terlama dia keluar rumah hanya untuk belaja bukan pergi kekampus.


Krek... Bunyi pintu terbuka


"Assalamualaikum"


Ucap riri memberi salam saat masuk kedalam rumah


"Waalaikumsalam "


ucap zahra membalas salam riri dari ruang keluarga disana terlihat dee hyun dan zahra menanti kedatangan mereka berdua


"Mommy, daddy "

__ADS_1


ucap riri yang menyalami zahra dan dee hyun


β€Ždan lansung pergi menuju dapur untuk meletakkan semua belanjaan yang dipesan zahra meningalkan samchon tampan dan disusul zahra denggan semangat inggin mengetahui apa yang terjadi.


"Hai hyeong maaf aku terlambat mengantar nya pulang, karena aku tadi mendapat panggil darurat. "


Jelas hae joon kepada dee hyun yang sedari tadi menatap dengan muka penuh tanda tanya


"Kamu bawa kemana saja anak gadis ku, ?"


Tanya dee hyun kepada hae joon tanpa basa basi.


"Tidak kemana-mana apa jung woon tadi tidak menjelaskan nya kepada mu? "


Jawab hae joon


"Iya dia tadi memberi tahu kepada ku, 4 jam lalu "


ucap dee hyun dengan muka curiga


"Iya tadi disaat jalan pulang aku mendapatkan panggil dari rumah sakit, yang mengharus aku datang, aku membawa riri bersama ku dan memintanya menunggu diruangan ku, dan biasa aku lupa waktu disaat bertugas dan membuat dia menunggu ku di rumah sakit sampai dia ketiduran. "


Jelas hae joon kepada daddy posesif dihadapannya.


"Kenapa kamu tidak membiarkan nya pulang sendirian "


Ucap dee hyun dengan pertanyaan menjebak.


"Kalau yang itu aku tidak yakin karena nyawaku akan dalam masalah bila membiarkan nya pulang sendirian. "


Ucap hae joon denggan santai sambil menyilangkan kedua tangan nya di dada sambil duduk manis berhadapan denggan dee hyun.


"Kamu sungguh tupai licik "


Ucap dee hyun sambil melempar bantal kursi kemuka tampan hae joon


Disisi ruanggan berbeda zahra denggan sifat usilnya yang muncul secara tiba-tiba , menanyakan apa saja yang terbaik disaat gadis imut itu bersama dokter tampan yang sedang digosip kan memiliki hubungan kusus bersama nya,


"Mommy..."


Rajuk riri kepada zahra yang memberi pertanyaan bertubi-tubi kepadanya,


"Sayang ayo lah beritahu apa yang kamu lakukan bersama pria itu? Apa kamu mau mebuat adik mu yang ada di perut mommy mu penasaran ?"


ucap zahra yang memberi alasan anak diperut nya yang inggin tahu


Aduh-adu bisa-bisa nya zahra membuat alasan untuk riri bercerita tentang hari ini yang dilalui nya bersama hae joon dan denggan lembut riri mengelus perut zahra, sambil berkata


"Adik ku yang tampan mbak mu ini tidak melakukan apa pun bersama Samchon itu, mbak hanya diminta menjaga ruang kerja nya saja umcah.. "


Ucap menjelaskan apa yang dilakukan nya saat bersama hae joon denggan menghadap keperut zahra dan menciumi nya.


"Mommy aku lelah aku izin istirahat dulu untuk menghilang penat ku. "


Ucap riri kepada zahra.



wajah samchon yang menatap wajah riri sedang tertidur πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2