Gadis Cantik CEO

Gadis Cantik CEO
Gcc


__ADS_3

Sesampai nya di restoran riri dan hae joon langsung menuju tempat yang sudah di pesan mereka saat dalam perjalanan,


riri tampak bahagia saat keluar dari dalam mobil tanpa dia ketahui dia sedang di pantau seseorang.


" Sweety ayo cepat masuk "


Ucap hae joon sambil tersenyum dan mengenggam tangan riri


Riri hanya tersenyum dan berjalan beriringan dengan sang suami, karena dia sudah tidak bisa berbohong bahwa dia sudah kelaparan


Di sisi lain


Ting...


Bunyi pesan masuk



" tuan.. Nona kang riri baru saja masuk kedalam restoran langgan tuan bersama tuan song "


Ucap pria yang mana ngikuti riri


" jalan kan rencana, bawa dia kepada ku "


Ucap Jh membalas pesan orang suruhan nya


" riri tidak akan ku biarkan kamu bahagia bersama pria lain, bila aku tidak bisa memiliki mu tidak ada yang bisa memiliki mu "


ucap Jh sambil menatap foto riri yang baru saja di kirim oleh orang suruhan nya


di lain tempat riri sangat menikmati makanan nya, dia saat ini benar - benar menikmati apa yang ada di hadapan nya.


semenjak kandungan nya memasuki lima minggu nafsu makan nya meningkat, semua yang dia ingin kan masuk kedalam mulut tanpa tersisa, rasa mual sama sekali tidak menghalangi nafsu makan nya.


" sayang kenapa kamu tersenyum ? apa ada sesuatu di wajah ku? "


Ucap riri bertanya kepada sang suami


" tidak sama, saat ini aku sangat senang melihat kamu menghabiskan makanan mu tanpa malu - malu saat aku mengajakmu makan pertama kali "


Ucap hae joon sambil mengingat pertama kali dia mengajak riri makan bersama


" kamu masih mengingat nya? "


Ucap riri sambil mengunyah makanan nya


" tentu bahkan foto nya masih aku simpan "


Ucap hae joon


" lihat lah ini, kamu sangat lucu "


Ucap hae joon


" itu foto beberapa tahun lalu "


Ucap riri


" ya,,, semua foto kamu masih tersimpan di sini "

__ADS_1


Ucap hae joon menunjukan smartphone nya kepada riri


" dan semua nya sudah aku salin di cip yang aku simpan di rumah "


" sebegitu nya ?"


Ucap riri


" iya... karena aku tidak ingin kehilangan momen kita bersama "


Ucap hae joon sambil menciun tanggan riri


" terimakasih... sayang kamu telah memilih ku, dan terimakasih telah menanti ku "


Ucap riri sambil tersenyum


" aku yang harus berterimakasih, kamu sudah mau menjadi istri ku "


Ucap hae joon


hae joon dan riri benar - benar bahagia saat itu tanpa mereka ketahui hari itu awal tragedi untuk mereka,


" sayang apa mommy dan daddy pergi kekediaman Ayah ?"


Ucap riri bertanya kepada suami tercinta nya


" tidak mereka berdua memutuskan untuk bertemu Klein di Hotel daddy mu dan malam nanti baru menjemput putri dan pangeran tampan "


Ucap hae joon


" sayang setelah ini kita langsung pulang kekediam ayah atau pergi kekediaman kita? "


Ucap riri sambil tersenyum dia dan hae joon sudah mengisi rumah mewah


" terserah kamu saja ?"


Ucap hae joon


" baiklah... kita pulang ke rumah kita , tapi ii izin kekamar mandi dulu mau pipis "


Ucap riri sambil berdiri dari tempat duduk nya


" sayang apa kamu ingin aku temani ?"


Ucap hae joon yang saat itu sedikit khawatir


" tidak perlu ii berani kok "


Ucap riri sambil memengang tangan hae joon


" cepat kembali "


Ucap hae joon


" tentu suami tampan ku disini! "


Ucap riri


setelah riri pergi , hae joon langsung memangil pelayan membayar semua tagihan mereka.

__ADS_1


" tuan ini tagihan nya "


Ucap pelayan pria memberi tagihan


" ini kartu nya "


Ucap hae joon sambil memberi kartu kredit nya,


" mohon tunggu sebentar tuan "


Ucap sang pelayan dan hae joon hanya tersenyum


saat pelayan berjalan ingin keluar meningalkan hae joon pelayan itu menancap kan jarum suntik ke bahu hae joon sambil berkata


" ini pantas untuk mu "


" apa yang kamu berikan kepada ku ?"


Ucap hae joon sambil mencabut jarum suntik di bahu nya


dan sempat menghajar pelayan tersebut dengan botol anggur yang berada di atas meja membuat pelayan itu terkapar dengan kepala yang bercucuran darah akibat ulah hae joon


" riri.. kamu dimana ?"


Ucap hae joon berjalan sambil sempoyongan


hae joon menahan rasa pusing di kepala nya akibat obat yang di berikan oleg pelayan gadungan tadi, hae joon tertatih tatih mencari riri dan saat sampai di pintu toilet dia melihat riri sudah berada di dalam gendongan seseorang dalam keadaan pingsan


" turun kan istri ku, jangan berani menyentuh nya "


Ucap hae joon mencoba mendekat


" coba ambil dia bila kamu bisa "


Ucap pria itu perlahan hae joon mendekat dan saat hae joon berjalan pria itu langsung mengeluarkan senjata dari tangan nya sambil berkata


" Dia milik nya jangan berani merebut milik orang lain. Dorr.... Dorr... Dorr... "


Ucap pria itu sebelum menembak hae joon setelah mereka melihat hae joon tidak berdaya mereka langsung membawa riri yang terkulai lemas dalam keadaan pingsan.


restoran yang tenang dan nyaman itu pun langsung ricuh saat mendengar suara tembakan dan mereka semua berhamburan keluar.


dengan rapi mereka menipulasi kepergian riri membawa tiga wanita pingsan dan pria yang menembak hae joon langsung menembak kepala nya sebagai tanda kesetiaan nya kepada sang manjikan yang telah berjanji akan menjamin kehidupan keluarga mereka


.


.


.


.


.


hai semua raiders semua jangan lupa vote dan komen.


mungkin kalian akan kecewa menerima kisah riri dan hae joon disini tapi kalian harus yakin,


author maha baik hati karena akan melanjutkan kisah mereka di novel author selanjud nya kisah tentang Suzi juga akan author bahas

__ADS_1


jangan lupa baca novel autor satu nya karena di novel ini udah gak bisa di terus kan.



__ADS_2