Gadis Cantik CEO

Gadis Cantik CEO
Gadis Cantik CEO


__ADS_3

Satu jam berlalu akhir nya cha hyun dan DC memutuskan untuk pergi deluan karena masih ada yang harus mereka selesai kan, tidak tahu hal apa itu yang pasti pasangan baru itu tidak pernah terpisah satu sama lain.


Riri dan soo hee memutuskan untuk menghabiskan waktu hari mereka untuk berjalan-jalan di salah satu mall besar, mencari sesuatu yang tidak mereka inginkan, yang penting mereka jalan-jalan menghabis kan waktu mereka bersama yang sudah lama tidak mereka nikmati.dan berakhir di kediaman keluarga soo hee.


" Riri... Apa kamu masih sering menghubungi sunbae? "


Tanya soo hee memberanikan diri bertanya kepada sahabat nya itu


" Masih tapi tidak seperti dulu, kadang dia menghubungi ku disaat waktu yang tidak tepat, ya hal hasil tidak terjawab."


Ucap riri


" Bagai mana samchon, apa dia tidak protes dengan kesibukan mu ? "


" Tidak ada protes sama sekali, asal masih bisa menghubungi ku. "


Ucap riri dengan santai


Dia mah oke-oke aja kesibukan ku ini semua karena dia, rutuk riri di dalam hati.


" Sukurlah semoga hubungan kalian lancar sampai pernikahan dan langgeng setelah menikah. "


Ucap soo hee dengan semangat


" Terimakasih soo hee, dan terimakasih kamu mau menerima ku menjadi sahabat mu. "


Ucap riri sambil memeluk gadis cerewet disamping nya itu,


riri selalu tidak keberatan di tanyain oleh soo hee, baginya soo hee adalah sahabat paling dia sukai yang selalu ada untuk nya dan teman pertama di hari pertama dia di kampus. yang tidak risih dengan riri yang terlihat menjadi gadis miskin dan sampai saat ini tetap setia menjadi sahabat nya berbagi cerita,


" Harus nya aku riri, kamu mau bersahabat dengan anak pemilik restoran seperti ku. Yang tidak sebanding dengan keluarga mu "


Ucap soo hee


" Soo hee yang kaya itu orang tua ku, bukan diri ku, "


" Riri kamu selalu merendah, oh ya jujur saja waktu pertama kali aku melihat mu menghajar youra dan teman-teman nya aku sangat kaget dan tidak percaya kamu bisa bela diri, gadis lembut dan angun bisa menjadi buas seperti singga "


Ucap soo hee.


" Hahahahaha singa atau ****** gila "


Riri tertawa sangat bahagia mendengar ucapan soo hee


Seusai mereka tertawa smartphone riri kembali berdering, membuat riri dilema di angkat atau di biar kan, diangat pasti akan panjang ceritanya tidak diangat bisa bertambah hukuman nya nanti.


Soo hee yang melihat raut wajah binggung riri lansung bertanya


"Riri kenapa tidak di angkat ? Dari siapa ?"


Tanya soo hee.


"Biasa,,, aku kesana dulu ya."


Ucap riri sambil tersenyum dan pergi menghindar dari sahabat nya


Riri saat ini masih belum bisa memberi tahu soo hee siapa Samchon sebenarnya , riri masih belum yakin dia akan menjadi pendamping hae joon, dia hanya gadis biasa yang kehidupan nya beruntung karena menjadi anak angkat keluarga kang, dia merasa tidak pantas mendampingi hae joon,


walau laki-laki itu selalu berkata siap untuk menikahi riri kapan pun, riri sangat tahu perbedaan antara mereka cukup besar riri tidak ingin menimbulkan masalah di kemudian hari, walau di korea tidak masalah untuk menikah beda keyakinan itu lah yang diketahui riri sejauh ini tentang dia dan hae joon .


" Hai... Ada apa ?"


Ucap riri sabil melambai kan tangan kearah layar smartphone milik nya


" Kenapa lama ? Gadis jelek lagi dimana ?"


Ucap hae joon sambil melihat kearah riri sedikit curiga


" Ii sedang berada di rumah soo hee, kami baru saja melepas rindu bersama,"


Ucap riri santai " sedang dalam perjalanan ya ? Tanya riri


" Iya sedang menuju ketempat pertemuan ,apa ada yang ingin kamu pesan biar ku cari disini ?"


Kilah hae joon yang semula ingin melepas rindu nya, padahal dia sudah menyiapkan hadia untuk riri dan dia saat ini sedang menuju bandara.


" Tidak ada,,, yang ingin ku beli, cukup kamu pulang dengan selamat sudah membuat ku senang "


Ucap riri sambil tersenyum, membuat hae joon bahagia seketika dan sangat geram ingin ******* bibir manis riri yang selalu sukses membuat nya mengila.


"Sayang apa kamu mau mengoda ku ?"


Tanya hae joon dengan seringai nya


" Dasar mesum,,,,!"


" Biarin orang sama calon istri sendiri. "


" Calon bukan istri. "


" Tunggu saja kamu sebentar lagi akan ku halal kan "


Kata-kata hae joon sukses membuat riri merona dia lansung teringat akan perkataan daddy nya tadi siang bahwa hae joon sudah meminang nya dari jauh hari.


" Baiklah ku tunggu pinangan mu. "


Ucap riri dalam bahasa indonesia membuat hae joon menyatukan alis nya.


Tidak mengerti akan perkatan riri


" Apa arti dari ucapan mu barusan sayang ?"

__ADS_1


Tanya hae joon penasaran.


" Cari tahu sendiri bila kamu inginkan menghalalkan ku !"


" Cerita nya mau kasih tantangan ni "


" Iya,,, kenapa tidak... "


" Baik lah ku terima tantangan mu. "


Ucap hae joon dengan santai karena hal kecil untuk hae joon mencari arti dari ucapan kekasih nya


" Ya udah nanti pulang nya di jemput sama supir ya jangan pulang terlalu malam "


Ucao hae joon .


" Iya pasti "


ucap riri sambil tersenyum.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Waktu terus berlalu riri dan soo hee masih asik membahas tentang segala hal yang menarik untuk mereka berdua. sampai-sampai tidak mengetahui mentari sudah terbenam dan bulan sabit telah muncul bersama bintang.


Bila sang mommy tidak mengirim pesan hanya bertanya mau makan malam di rumah atau diluar mungkin riri masih melanjutkan pembahasan antara diri nya dan soo hee.


Ting..


Bunyi pesan masuk dari smartphone riri tertulis mommy.


" Ii mau makan malam di rumah atau diluar ?"


" Di luar mommy, saat ini ii sedang berada di kediaman keluarga soo hee. "


"Baiklah... Jangan merepotkan keluarga soo hee. "


"Iya mommy, apa ada yang mau mommy pesan ?"


"Apa tidak merepotkan mu ? "


"Tentu tidak mommy,,,"


" Terimakasih sayang namun saat ini mommy tidak membutuhkan apa pun, yang penting kamu cepat pulang jangan membuat khawatir. "


" Ok siap bosss 😘"


Balas riri kepada mommy nya.


Jam sudah menujukan jam delapan malam akhirnya riri memutuskan untuk pulang dengan menaiki taxi dia menolak untuk di antara soo hee karena dia inggin mampir ke toko kue langganan nya terlebih dahulu membelikan cake kesukan suzi yang sudah di pesan riri dari satu jam lalu.


🌱🌱🌱🌱🌱


Cring...


" Selamat malam nona riri !"


Sapa salah satu pelayan yang sudah sangat mengenal riri yang sudah menjadi pelangan tetap kafe nya.


" Malam juga, Apa pesanan ku sudah selesai ?"


Ucap riri sambil tersenyum


" Sebentar lagi nona, silahkan duduk dulu


Ucap pelayan itu. "


Riri yang mengerti pun duduk di salah satu meja yang biasa dia tempati tanpa dia tahu pria yang di dalam mobil tadi sudah ikut menyusul masuk kedalam kafe.


Saat masuk kedapam kafe pria itu lansung, pergi mememui pelayan yang berbicara dangan riri dan menanyakan siapa nama gadis yang diajak nya bicara.


"Selamat datang tuan JH. "


Ucap pelanyan yang tadi menyambut riri dia juga mengenali JH yang termasuk pelangan setia kafe itu.


" Iya, apa boleh bertanya ?"


Ucap pria tampan itu sambik menunjuk kearah riri


" Silahkan tuan. "


" Apa anda mengenal dia ?"


Ucap pria itu sambil memandang kearah riri yang sedang duduk santai


" Dia nona riri, pelangan tetap di sini juga "


"Apa dia sering kesini ?"


" Iya satu minggu sekali dia memesan cake disini. :


" Kenapa jarang bertemu ?"


" Nona riri jarang menghabiskan waktu disini kecuali bersama kekasih nya. "


" Kekasih....? "


Ucap JH sedikit lantang dia, tidak percaya gadis cantik itu sering berkunjung bersama kekasih nya ke kafe tempat dia biasa mengambil pesanan sang ibu.


Dukan JH tidak percaya riri sudah memiliki kekasih, namun dia tidak menyangka bahwa gadis yang dia cari selama ini selalu berada di kafe itu, susah payah dia mencari riri kesana-sini dan saat ingin menyerah akhirnya dia berjumpa juga dengan gadis cantik itu bahkan saat ini dia tahu siapa namanya.


" Iya... Tuan, terkadang anda dan nona riri hanya berselisih satu jam. Dari anda atau nona pergi meninggalkan tempat ini "

__ADS_1


Jelas pelayan


" Baik lah terimakasih informasi nya. "


" Iya tuan. "


JH yang tidak sabaran ingin menyapa gadis cantik yang sudah membuat nya frustrasi lansung berjalan menuju meja riri dan tidak lupa dia mengambil smartphone nya untuk mengambil foto riri.


" Hai nano riri "


Sapa JH dengan semangat dan dengan suara cool nya sambil bersiap mengambil foto riri


" Iya.. "


Ucap riri dengan cepat menoleh kan wajah cantik nya dan tak ketinggalan dengan senyuman indah nya.


Krek...


JH mendapatkan foto riri yang sedang tersenyum kearah nya.


" Kamu kenapa memfoto ku ? "


Ucap riri kaget saat melihat wajah tampan JH


" Abis nya nyari kamu sulit sekali, "


Ucap JH sabil duduk di hadapan riri.


" Kenapa harus diam-diam ambil foto nya ?"


Tanya riri dengan suara lembut.


" Kalau aku minta foto kamu lansung gak bakalan dikasih. Jangan foto nama aja gak pernah dikasih tahu."


Jelas JH.


" Nah tadi kamu pangil aku riri. "


Ucap riri


" Iya aku dengar saat pelayan panggil kamu dan aku saat itu di belakang kamu"


Ucap JH


" Nah... Itu udah tahu. "


Ucap riri sambil tersenyum


" Iya dari orang lain bukan kamu. "


Ucap JH sedikit bertingkah lucu berharap riri tergoda, dia ingin mengambil hati siapa tahu gadis cantik di hadapan nya ini bisa menjadi milik nya seperti gadis-gadis yang lain selalu bertekuk lutut di hadapan nya.


" Riri Eonni ini pesanan nya. "


Ucap salah satu pelayan gadis yang menghampiri riri dan JH.


" Oh iya terimakasih, nana ini tolong berikan kekasir dan ini untuk mu. "


Ucap riri kepada pelayan yang bernama nana.


Riri cukup dekat dengan nana karena gadis itu pernah menjadi pasien riri dan dia bekerja di kafe itu juga atas rekomendasi riri, nana adalah pegawai paruh waktu kerena dia masih sekolah menengah atas tingkat satu .


Itu semua nana lakukan untuk memenuhi kebutuhan dia dan nenek nya yang kini hanya hidup berdua saja.


" Terimakasih eonni "


Ucap nana.


" Iya, Hati-hati pulang nanti salam buat nenek mu"


Ucap riri sambil berdiri dari meja yang dia tapati dan lansung di cegah oleh JH, pria tampan itu lansung memegang tanggan riri.


" Mau kemana Kita baru bertemu ?"


Ucap JH yang masih betah memegang tangan mulus riri


" Aku harus pulang sudah malam. "


Ucap riri melepaskan tangan JH.


" Masih jam 8, masih soren kalik"


ucap JH dengan santai,


Bagi JH malam itu jam 1 malam karena dia yang biasa menghabiskan malam nya diluar bahkan samapai pagi.


" Maaf keluargaku sudah menunggu. "


" Biar aku antar "


" Tidak perlu, aku tidak mau merepotkan mu."


" Tidak apa-apa, tunggu disini ya. "


Ucap JH yang pergi menuju meja kasir untuk mengambil pesanan nya.


Riri yang tidak inggin di antara oleh JH lansung pergi meninggalkan JH saat pria tampan itu pergi kekasir, bersama nana menuju pintu keluar dan saat riri sampai di depan kafe ternyata hae joon sudah menanti nya di depan pintu mobil yang sudah terbuka sambil melihat kudua tangannya di dada dan menyilangkan kedua kaki panjang nya menatap riri dengan tatapan mata elang yang siap menyambar kelinci putih


.


.

__ADS_1


.


‎


__ADS_2