
Sinar mentari kini sudah menunjukan warna indah nya, menyambut bulan dan bintang yang akan mengantikan dia menerangi bumi.
Doktet min yang tadi tertidur nyenyak pun sudah terjaga, dia sempat panik menilah dia bangun bukan di tempat yang biasa dia tempati, perasaan panik sempat melanda dokter min Namun saat melihat foto riri ada di hadapan nya.
Membuat dia terdiam dan mengingat betul apa yang terjadi sebelum dia tertidur.
" Riri... Putri ku "
Ucap dokter min lansung berdiri di hadapan foto riri yang berada di dalam kamar riri yang dia tempati.
" Eonni... Kamu sudah bangun ? Apa kepala mu sudah tidak pusing lagi ?"
Ucap zahra bertanya dengan sangat lembut penuh perhatian sangat berbeda jauh dari saat terakhir Kali mereka bertemu
" Hem... "
Guman dokter min sambil memperhatikan setiap gerik zahra, yang sedang berjalan sambil meyembunyikan kedua tanggan nya di belakang punggung.
Menuju dokter min yang sedang menatap wajah cantik riri yang sedang tersenyum bahagia bersama keluarga kang.
" Dia sangat cantik dan pintar, tidak sia-sia dia terlahir di dunia menjadi kebanggan keluarga nya!"
Ucap zahra.
" Dia putri ku,"
Ucap dokter min.
" Dia putri mu ?
Apa aku tidak salah denggar? "
Ucap zahra sambil tersenyum licik.
" Iya karena aku dan suami ku sudah mencari nya selama ini, bahwa semua nya akan ku berikan asala kamu mengizin kan dia memangil ku ibu. "
Ucap dokter min tidak kalah sinis.
" Aku sudah memiliki semua nya, bahkan bila aku tidak memiliki apa pun tidak akan meberikan anak ku kepada siapapun "
Ucap zahra.
" Zahra aku mohon, biarkan riri tahu bahwa ibu kandungan nya masih hidup !
Karena hanya aku yang tersisa ayah nya telah lama menghilang "
Ucap dokter min sambil menatap wajah zahra yang amat dingin.
" dengarkan rekaman ini dahulu baru kamu memohon untuk riri bisa memangil mu ibu "
Ucap zahra sambil memberi alat perekam dan headset
"Apa ini ? Kenapa kamu memberi ku ini? "
Ucap dokter Rim
" Dengarkan saja, baru kamu berkomentar.
Bila kamu ingin di pangil ibu "
Ucap zahra dengan sangat dingin
Dokter min yang semula tidak ingin mendengar, menjadi menuruti ucapan zahra dan mendengar rekaman tersebut,
Tidak satu pun terlewatkan bahkan beberapa Kali dokter min mengulang rekaman tersebut.
" Ini tidak mungkin... Dia selalu baik dan mengusahakan semua kemapuan nya untuk menemui keberadaan putri ku,"
Ucap dokter min
" Iya... Dia memang mencari bahkan dia meminta bantuan para srigala untuk menemukan ayah dan bunda riri "
Ucap zahra.
" Apa kamu tahu, orang tua riri meninggalkan dengan cara tidak wajar, mengalami kecelakan yang tidak masuk di akal "
Ucap zahra
"Tidak mungkin... Ini capur tanggan dari suami ku, Dia sangat baik aku tahu betul itu, Dia selama ini bersama ku "
Ucap dokter min.
" Terserah kamu saja,,,, yang pasti aku telah memberi tahu kebusukan suami mu, tergantu kamu ingin percaya atau tidak dan satu lagi jangan pernah memberi tahu suami mu tentang keberadaa riri atau kamu akan menyesal "
Ucap zahra mengancam dokter min.
" Apa maksud mu ?"
Ucap dokter min
" aku tidak ingin putri ku terluka, sekarang bersikap lah tidak terjadi apa-apa seperti sebelum kamu datang kesini dan menggetahui semua ini "
Ucap zahra menatap wajah dokter min yang sedang bersedih
" Baik..... Aku akan mencoba nya, tapi aku mohon izinkan aku bertemu dengan nya "
Ucap dokter min
" Aku tidak pernah mengigikari ucapan ku, Selagi kamu bisa menepati janji "
Ucap zahra
" aku berjanji "
Ucap dokter min. Dengan penuh keyakinan
__ADS_1
•••••••°•••••••••
Kini tepat jam 8 malam, kang Dee hyun berserta keluarga nya sudah sangat rapi menghadiri jamuan makan malam dan tentu nya di hotel milik dee hyun dan tamu nya Kali ini tuan Kim.
" Ahjussi.... "
Teriak Suzi saat melihat tuan Kim sedang duduk bersama jung woon di salah satu ruang VIP.
" Hai cantik... Lama tidak bertemu....
Kamu sudah sangat tinggi "
Ucap tuan Kim saat melihat Zi yang sangat bahagia bertemu dengan nya.
Putri kedua kang dee hyun itu sangat menyukai Tuan Kim yang selalu bersikap Baiklah dan berhati lembut saat bersama Zi.
Zi dan Tuan Kim sudah sangat sering bertemu, dan suzi sangat ingat betul kebaikan Tuan Kim dua tahun lalu yang membujuk Zi saat mencari mommy dan riri.
Pria bringas itu sangat baik kepada Zi, dan selalu tersenyum melihat tingkah lucu Zi, walau Zi saat itu baru berusia 3 tahun Zi sudah sangat pandai menghafal wajah seseorang dan mengetahui orang itu berhati baik.
Tentu Ahjussi.. Zi suka meminum susu biar Zi bisa tinggi karena Zi ingin menjadi model
Ucap Zi penuh semangat
Model itu harus pintar juga Zi, bukan hanya cantik
Ucap Jung woon sambil tersenyum kearah suzi
" Tentu samchon jung woon, "
Ucap Zi
" Gadis baik... "
Ucap Jung woon sambil mengelus kepala suzi.
" Dee hyun lihat lah putri mu dia sangat pintar dan cerdik "
Ucap tuan Kim.
" Tentu... Dia putri ku "
Ucap Dee hyun
" Baiklah... Ayo kita makan "
Ucap Dee hyun saat pesana mereka semua sudah datang dan terhidang di meja makan.
Dee hyun dan semua nya pun ikut makan bersama di meja makan dan tidak ketinglan baby boy ryung bersama bibi nam ikut bersama menjaga ryung yang tidak pernah di tinggal oleh zahra, zahra tidak pernah percaya kepada siapapun terkeculi bibi nam, suami nya dan riri yang menjaga ryung dan Suzi.
Setelah acara makan malam selesai akhir nya Dee hyun membuka suara dia lansung tepat tujuan dan tidak pernah berkelit-kelit
" Tuan kim... Apa kamu menggetahui tentang ini ? "
Ucap Dee hyun menunjukan kota priasan yang tersimpan di balik saku jas nya.
Ucap tuan Kim bercanda di hadapan semua yang ada disana
"Ahjussi... Apa itu melamar ?"
Ucap Suzi bertanya dia penasaran saat mendengar ucapan Tuan Kim yang menyebutkan kata melamar
" Suzi cantik saat ini kamu belum bisa mengetahui arti itu, kamu akan tahu setelah kamu nanti dewasa. "
Ucap tuan Kim sambil tersenyum.
" Apa itu berati saat ii sudah setinggi eonni riri ?"
Ucap Suzi.
" Bisa jadi "
Ucap tuan Kim
" Zi sayang kemari lah bergabung bersama mommy dan baby boy. "
Ucap zahra memangil anak nya
" Iya... Mommy Zi kesana "
Ucap Suzi berlari menuju zahra dan ryung yang sedang bermain
" Tuan Kim coba liat dan baca ini "
Ucap Dee hyun meminta Tuan Kim membuka Kota pemberian nya.
Tuan kim pun lansung membuka kotak tersebut dan melihat kalung cantik berleontin batu safir yang sudah sangat lama tidak Dia lihat.
Tuan kim tampak terkejut saat membuka Kota tersebut dan lansung dia lihat kalung itu dengan sangat teliti dan bebrapa saat dia tersenyum bahagia
" tidak ku sangka aku dapat melihat nya kembali "
Ucap tuan Kim sambil melihat leontin kalung yang ada di tanggan nya.
" anda mengenali kalung ini ,?"
Ucap Jung woon
" Tentu saja karena aku yang memesan nya, bahkan hanya ada satu di dunia "
Ucap tuan Kim
"Tuan kim apa kamu selama ini sudah menggetahui siapa riri sebenar nya ?"
Tanya Dee Hyun.
__ADS_1
" Ehm... Itu benar aku menyelidiki siapa riri selama ini, Karena sejak aku pertama melihat nya aku seperti melihat mantan istri ku "
Ucap tuan Kim
" Istri ?..."
Ucap Dee hyun mengulagi ucapan Tuan Kim
" Iya.. Aku memiliki istri, hampir 21 kami terpisah karena kepicikan orang yang selama ini ku anggap sodara "
Ucap tuan Kim.
"Lantas... Istri mu kemana ?
Dan dimana anak mu yang satu nya "
Tanya jung woon.
" Istri ku di bawa kabur sodara ku sendiri dengan cara memisahkan kami, dan putra ku .
Dia sudah tumbuh menjadi pria dewasa man tampan dan menuruni semua sifat ku "
Ucap tuan Kim.
" Apa dia adik dari riri atau kembaran riri ?"
Ucap Jung woon bertanya
" tidak usia mereka berbeda,,, putra ku terlahir dari ibu yang berbeda, ibu nya pergi meninggalkan aku disaat dia tahu dia sedang mengandung, dia tidak inggin hidup anak ya berisiko saat bersama ku"
Ucap tuan Kim sambil melihat wajah jung woon yang sedang memperhatikan wajah nya.
" Lantas setelah kepergia ibu dari putra mu, apa kamu berusaha mencari nya ,? "
Ucap Jung woon bertanya
" Aku mencari nya, tapi aku tidak menemukan dia, Dia wanita yang pandai bersembunyi, setelah aku menemukan dia ternyata dia telah memiliki keluarga yang bahagia, aku tidak ingin merusak kebahagian nya karena bila dia bersama ku dia akan terluka menjadi incaran setiap musuh "
Ucap tuan kim
" Lantas bagai mana dengan dokter min ? Apa kamu akan kembali bersama nya ?"
Ucap Dee hyun tanpa basa basi
" Dia... "
Ucap tuan Kim sambil tersenyum
" entahlah karena kami berpisah sudah sangat lama, bahkan aku tidak menggetahui apa dia masih mengingat wajah ku "
Ucap tuan Kim.
" Lantas anda membiarkan dia bersama duck hwan ?"
Ucap Jung woon
" Pria baik itu... Merelakan gadis nya bersama pria lain, bila di hati gadis nya sudah tidak ada cinta untuk diri nya "
Ucap tuan Kim
" Bila dia masih mencintai mu ?"
Ucap Jung woon
" pasti akan ku rebut kembali "
Ucap Dee hyun menjawab pertanyan jung woon yang di ajukan kepada tuan Kim dengan wajah datar .
" kenapa kamu yang menjawab? "
Ucap Jung woon sambil menyilangkan kedua tanggan nya di dada dan bersender di kursi
" Karena dia masih mencintai aku, dan pria itu merebut kebahagian kami, Dan terutama aku akan membunuh nya "
Ucap Dee hyun
" Dasar Kau srigala tua posesif "
Ucap Jung woon sambil tersenyum dan membuat tuan Kim tersenyum juga melihat kedekatan Jung woon dan dee hyun.
" kamu berani mengatai aku srigala tua posesif ? Aku ini atasan mu !"
Ucap Dee hyun
" hem.. Benar sekali tapi di jam kerja dan di kantor, Namun saat ini jam kerja sudah habis dan saat ini kamu hanya kang dee hyun "
Ucap Jung woon
" Kim Jung woon dasar Kau srigala tua kaku "
Ucap Dee hyun...
" Dasar srigala walau terkenal dengan licik dan ganas, kalian saling menyayangi "
Ucap tuan Kim didalam hati melihat kedekatan Dee hyun dan Jung woon yang belum pernah dia lihat.
Karena selama ini yang di ketahui Tuan Kim para srigala terkenal kaku, dinggin, licik dan sadis. Ternyata dibalik itu semua Ada kelembutan dan kebahagian saat mereka sedang bersantai.
Terutama saat mereka bersama keluarga.
.
.
.
__ADS_1
.
.