
Dia di telantarkan oleh keluarga nya
Saat lita mendengar perkataan ryung membuat langkah kaki nya terhenti
" dia hanya bayi yang terlahir akibat kesalahan, tetapi dia tidak salah, ibu nya masuk penjara akibat menyerang ayah nya saat meminta pertangung jawaban "
Ucap ryung
" penjara ?"
Ucap lita dengan lirih
" ya penjara "
Ucap ryung menyakinkan lita
" bahkan dia harus terlahir sebelum waktu nya "
Lita yang mendengar perkataan ryung segera mungkin berjalan menuju ryung dan menatap bayi tampan itu
" malang sekali nasip mu sayang"
Ucap lita sembari mengelus kepala bayi mungilnan tampan
" hari ini dia hampir saja kehilangan nyawa nya akibat perbuatan bodoh sang ibu, yang ingin mengajak bayi ini terjun dari balkon panti asuhan tempat nenek dan halmeoni "
Ucap ryung memberi penjelasan kepada lita apa yang sudah terjadi hari ini.
" ku harap kamu bisa menjaga nya seperti menjaga yuri "
Ucap ryung sembari mengelus kepala bayi laki - laki yang di peluk oleh lita
" aku tidak janji bisa selalu menjaga dia, kamu tahu aku masih harus menyelesaikan tugas akhir ku "
Ucap lita kepada ryung
" ya aku tahu, tapi setidak nya kamu bisa meluangkan waktu untuk nya "
Ucap ryung
" harus nya aku yang berkata seperti itu, kamu yang harus meluangkan waktu untuk anak - anak mu, kamu selalu berkerja, ingat uang bukan segalanya, anak dibesarkan juga dengan kasih sayang orang tua bukan hanya uang saja "
Ucap lita memukul perasaan ryung yang selama ini selalu sibuk akan perkerjaan dan sangat jarang meluangkan waktu bersama yuri
" kali ini kamu di beri kesempatan lagi untuk merasakan bagaimana rasa nya menjadi ayah yang melihat putra dan putri nya tumbuh menjadi sosok wanita cantik dan pria tampan "
__ADS_1
Ucap lita
" akan aku coba "
Ucap ryung dengan suara lembut sembari berdiri di samping lita membuat wajah mereka berdua saling beradu pandang seketika membuat jantung lita berdebar kencang melihat paras rupawan ryung.
" waduh.... gawat kenapa jantung ku terus berdebar saat menatap wajah nya ?"
Guman lita sembari menarik napas panjang dan berlalu pergi menuju sofa yang ada di kamar baby
" siapa nama nya ?"
Ucap lita bertanya kepada ryung yang saat itu masih berdiri
" belum terfikir oleh ku "
Ucap ryung dengan santai
" bagaimana kamu ini, ingin Mengadopsi anak tapi belum memiliki nama yang bagus untuk nya "
Ucap lita
" kamu saja yang memberinya nama !"
Ucap ryung kembali mendekati lita yang sedang duduk di sofa
Ucap lita
" kamu berhak, kamu ibu nya yuri, jadi dia juga anak mu karena dia adik sah yuri "
Ucap ryung dengan bangga
Lita yang mendengar ucapan ryung sontak saja langsung kaget dan kembali menatap ryung dengan tatapan tajam
' pria gila aku ini masih perawan ting -ting, sama sekali belum berpengalaman soal anak apa lagi buat anak ' Gerutu lita didalam hati
Ryung yang melihat expresi lita seketika berbisik.
" apa kamu mau memberi yuri adik yang lahir dari rahim mu ?"
Ucap ryung mengoda lita membuat pipi lita seketika memerah bagaikan kepiting rebus
" kyaaaa....., dasar kau pria tua mesum, suka sekali mengoda ku "
Ucap lita dengan kesal berteriak di teliga ryung yang masih menempel di samping wajah nya
__ADS_1
Membuat baby boy itu terjaga karena kaget mendengar teriakan lita sedang kan ryung dia teryawa bahagia melihat expresi lita dengan wajah merah nya
" aku tidak keberatan kalau kamu memberi yuri adik yang lahir dari rahim mu "
Ucap ryung kembali mengoda lita
" tuan ryung yang terhormat, saya di sini hanya berkerja sebagai baby sister dan istri kontrak mu, bukan sebagai robot penghasil anak untuk mu "
Ucap lita dengan kesal dan pergi bersama baby boy yang menangis karena ulah mereka berdua, sedangkan ryung tersenyum puas dan berlalu pergi menuju kamar mandi
' gila dia pikir aku wanita apaan, gini - gini aku masih ting - ting, walau pernikahan ini sah aku tidak sudi memberi nya kepada mu '
Ucap lita dengan kesal sembari mencoba mendiamkan baby boy, tetapi bayi tampan itu sama sekali tidak ingin diam dan menangis sekencang - kencang nya seakan dia tahu orang yan sedang mengendong nya dalam keadaan hati yang kesal.
' sayang kenapa kamu menangis terus , diam dong nanti kamu bisa sakit loh tengorokan nya '
Ucap lita mencoba mendiamkan baby tampan dan terlihat wajah lita sedikit panik melihat bayi itu belum ingin berhenti menangis
" kenapa dia ?"
Ucap ryung yang sudah rapi memakai piama tidur
" entahlah, dia menangis sejak tadi "
Ucap lita membelakangi ryung dan ryung dengan sigap berdiri di delakang lita sembari mengelus kepala bayi tampan dan memegang pinggang lita yang ramping
" sayang tidur lah sudah malam, kamu, mommy dan daddy juga harus beristirahat besok pagi kamu akan bertemu dengan kakak mu "
Ucap ryung dengan sangat lembut sembari mengelus pucuk kepala baby, jemari panjang ryung mengelus dahi hingga rambut halus di kepala bayi yang sangat tampan itu .
Benar saja, apa yang di lakukan ryung terhadap baby boy berhasil bayi tampan itu tertidur dengan sangat lelap di dekapan lita
" dia tertidur "
Ucap ryung dengan sangat lembut berbisik di telingga lita
'' ya dia sudah sangat lelah "
Ucap lita
.
.
.
__ADS_1
.
.