Gadis Cantik CEO

Gadis Cantik CEO
Gadis Cantik CEO


__ADS_3

" Baiklah bila demikaan "


Ucap riri menghampiri hae joon dan dengan perlahan mendekat kan wajah nya membuat hae joon tertidur diatas ranjang dan seketika riri mennarik baju hae joon sedikit.


" Gadis nakal ini mau berbuat apa ? Bisa-bisa aku kembali Mandi air dingin dan bermain solo kembali "


Ucap hae joon didalam hati melihat tingkah riri yang saat ini seperti kucing liar


" Samchon..... "


ucap riri dengan suara sangat lembut, membuat hae joon salah tingkah bagai mana tidak dia mencoba membentengi hati dan perasaa nya setiap berdekatan dengan riri agar tidak memangsa pujaan hati nya namun kini gadis nakal itu sedang terang-terangan mengoda nya.


" Riri apa yang kamu lakukan "


‎ucap hae joon bertanya sambil memandang wajah riri


" Hanya ingin bertanya "


Ucap riri dengan wajah tersenyum, dan tanggan nakal nya mengarah kepingang hae joon


" Apa... . ? Bisakah kita duduk seperti biasa nya ? "


Ucap hae joon kembali


" Tidak bila kamu duduk aku tidak dapat mengobati ini "


Ucap riri kembali yang saat itu sudah duduk membuka perban hae joon


" OMG gadis nakal ini, berani sekali mengoda ku, hanya untuk menanyakan luka yang ada di pinggang ku "


Ucap hae joon didalam hati, dia benar-benar kewalahan menghadapi riri yang sudah mulai dewasa.


" Apa samchon tidak mau meberi tahu ku ? "


Ucap riri sambil memeriksa luka hae joon


" Tidak usah kahwatir, luka nya sebentar lagi juga sembuh, "


Ucap hae joon.


" Siapa yang mengobati ? "


Tanya riri kembali


" Dokter.. sweety tidak mungkin aku sendiri "


Ucap hae joon


" Ehm... Baik lah, dan yang satu ini ?"


Ucap riri melihat bekas luka yang sudah sehat


" Ah.... Itu tidak apa-apa, hanya luka kecil "


" Samchon apa yang kamu rahasiakan ?

__ADS_1


Bagai mana bisa di tubuh mu banyak luka ?"


Ucap riri dengan wajah sangat inggin tahu


" Riri saya seorang pria, kehidupan keras itu pantas untuk pria dan memiliki luka itu adalah resiko nya, "


Ucap hae joon yang saat itu sudah duduk di hadapan riri


" Apa kamu tidak merasa perih saat mandi tadi ?"


Ucap riri kembali bertanya


" Tidak sama sekali karena kamu Ada bersama ku. !"


Ucap hae joon menggoda riri


" Ii serius samchon. !"


Ucap riri dengan wajah kesal karena hae joon kembali mengoda nya,


" Iya sweety, perih luka ini bisa saya tahan, namun perih hati ku saat melihat mu bersama pria lain tidak dapat ku tahan, "


Ucap hae joon dengan santai dan melihat fokus kemata riri


" Samchon berhenti lah menggoda ku !"


Ucap riri


" Aku serius I, aku sangat tidak Rela melihat mu bersama pria lain. "


Ucap hae joon dengan penuh penekanan


Ucap riri kembali bertanya kepada hae joon , sedangkan pria itu hanya tersenyum bahagia melihat kekasih nya saat ini cemburu


" Bila itu harus ku lakukan, untuk melindungi mu dari semua orang yang ingin menyakiti mu. "


Ucap hae joon


" Samchon jagan mengorbankan mereka yang tidak bersalah !"


" Sayang apa pun akan aku lakukan, Demi kebahagian mu Dan tidak akan membuat mu pergi menjauh dari ku bahkan aku rela membuat kaki mu lumpuh supaya tidak bisa pergi jauh "


Ucap hae joon sambil mengelus rambut riri dan terakhir mendarat nya ciuman hae joon di pucuk kepada riri membuat riri merasa nyaman berada dengan pria yang sudah merebut semua ruang di hati nya


" Samchon... Bila aku lumpuh tidak dapat menyiapkan keperluan mu, dan akan selalu menjadi wanita tidak berguna "


Ucap riri dengan wajah kesal


" Siapa bilang tidak berguna ? Apa aku pernah bilang menjadi kan kamu pengurus rumah ? Aku hanya inggin kamu bersama ku dan tidak bisa pergi kemana pun !"


Ucap hae joon dengan penuh penekanan


" Dasar egois... "


Ucap riri

__ADS_1


"Bila itu diharus kan", ucap hae joon kembali


"Ya... Sudah, ayo kita tidur "


ucap hae joon yang saat itu sudah berbaring di atas ranjang riri dan menepuk lengan nya meminta riri ikut menyusul nya berbaring


" Samchon apa kamu ingin tidur di kamar ku ?"


Ucap riri dengan wajah kesal


" Iya... Karena aku sudah sangat lelah dan kedinginan "


Ucap nya sambil tersenyum


" Tidak samchon kamu pergilah keluar dan cari kamar kosong "


Ucap riri sambil meletakan kedua tanggan nya diatas pinggang


" Gadis jelek... saya sudah lelah sekarang tidur lah hari sudah malam, aku tidak akan melakukan apa pun. Sebelum ada kata Sha.. OK. "


Ucap hae joon menarik riri kedalam pelukan nya


" Samchon tidak ada peluk-peluk, ini batas nya "


Ucap riri sambil meletak bantal membatasi ruang gerak hae joon dan diri nya.


" Baiklah... Sekarang tidur lah saya sudah sangat lelah "


Ucap hae joon sambil memejamkan mata nya ,


Yang dikatakan oleh hae joon menang benar dia sangat lelah, dari kehilangan nya dia tidak dapat tidur nyenyak dia selalu mencari yang hilang dari hidup nya, siapa lagi bila bukan riri dia tidak dapat hidup tanpa kabar dari pujaan hati nya itu.


Dan benar-benar merasa frustasi saat melihat riri bersama pria lain dan dia mengila saat tahu dia ingin memiliki anak dari sahabat nya itu, yang dapat membuat hae joon pusing tujuh keliling karena mencintai gadis lebih muda dari nya.


" Selamat malam sweety !"


ucap hae joon sebelun tidur menghadap kewajah riri yang memperlihat kan wajah kesal nya akibat hae joon yang memutuska ingin tidur di kamar nya


" Dasar samchon mesun, pria egois bisa nya memaksa kehendak nya saja "


Ucap riri didalam hati sambil memperlihatkan wajah kesal nya melihat hae joon yang sudah tertidur nyenyak


" Ya.. Allah bila dia jodoh ku jangan pernah pisahkan kami lagi."


Ucap riri sambil menatap wajah hae joon yang sangat nyaman berada di samping nya


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2