
Dee hyun kembali kekamar nya dia melihat zahra yang sedang memangil nama sairen dalam tidur nya sambil menangis dee hyun sangat sedih dan khawatir melihat zahra dia melupakan rasa cemburu yang saat ini dia rasakan dia berjalan dan lansung berbaring di sebelah zahra untuk memeluk tubuh istri nya dan membuat nya nyaman di pelukan nya,
" Sayang tenang lah aku ada besama mu "
Dee hyun membawa zahra dalam belukannya dan mencium pucuk kepala zahra
Sampai pagi dee hyun tidak tidur dia menemani zahra dia sangat khawatir bila ada sesuatu terjadi denggan istri nya
pagi-pagi sekali dee hyun sudah siap dan dia sedang duduk bersantai di salah satu sofa yang berada di apatermen nya sambil melihat suzi yang bermain bersama bibi nam
Zahra yang baru saja membersih kan diri lansung bergabung bersama dee hyun yang sudah tampak gagah mengunakan switer putih yang sangat pas di tubuh nya sedangkan zahra mengunakan daster payung kesukaan nya yang baru saja dikirim bunda nya, dee hyun tidak pernah protes apa yang di kenakan istri nya, bahkan dia lah yang meminta istrinya mengenakan daster dirumah karena dia tidak inggin anak nya kesempitan didalam gaun ketat yang digunakan zahra.
"Sayang kenapa kamu cepat sekali banghun"
Tanya zahra kepada sang suami.
"Apa tidak boleh aku banggun lebih dulu"
Jawab dee hyun santai memberi senyuman nya kepada zahra
"Tidak... sanghat boleh, tapi kenapa tidak membangunkan ku"
Ucap zahra manja kepada suaminya dan duduk di pangkuan dee hyun
"Karena tidur mu terlalu nyenyak aku tidak mau mengganggu mu sayang "
Ucap dee hyun sambil mencium zahra dan mengelus perut zahra
" Terimakasih sayang kau sungguh suami idaman dan kamu akan selalu disini tidak tergantikan denggan siapapun "
Ucap zahra kepada dee hyun sambil mengambil tanggan dee hyun dan diletakan nya di dada nya,
Dee hyun yang mendengar ucapan zahra lansung menciumi seluruh muka zahra dan di susul denggan suzi yang marah saat melihat mommy nya di cium oleh daddy nya dan dia ikut naik keatas pangkuan sang daddy dia juga inggin di cium daddy nya, bibi nam dan riri hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan keluarga kecil dihadapan mereka berharap tidak akan pernah ada masalah yang akan menghusik kemesraan mereka.
__ADS_1
Sekarang setiap hari dee hyun selalu membawa dua wanita cantik nya ke kantor seperti dulu, dia tidak inggin istri nya kenapa-kenapa walau kadang sering sekali mereka berdebat sesat sebelum pergi kekantor bukan karena apa pun itu karena zahra yang sudah sangat malas dilihat para pegawai, yang mana setiap hari harus bersama presdir mereka seakan-akan zahra menjadi istri yang tidak percaya terhadap suaminya.
"Sayang aku hari ini dirumah ya... "
Ucap zahra meminta izin kepada suaminya
"Tidak pokoknya kamu harus ikut kekantor "
Ucap dee hyun yang tidak inggin zahra tinggal
"Ayolah aku sudah jemu disana sudah selama satu bulan ini aku selalu dikantor mu"
Ucap zahra sambil memberikan senyuman nya dan bergelayutan di leher dee hyun
"Tidak bisa sayang pokoknya kamu harus ikut "
Tidak
"Ayo lah hari ini kan ada riri dan bibi nam yang menemani aku dirumah "
Ucap zahra yang mulai memperlihatkan mata sayup yang inggin menangis
Ucap dee hyun yang sudah mulai kewalahan melihat istrinya mulai mengeluarkan air mata nya, membuat dee hyun terpedaya.
"Terimakasih sayang.... "
Ucap zahra yang kini mulai tersenyum mendengar perkataan suami nya
Baiklah kalau begitu aku pergi dan satu lagi jangan terlalu sering mengendong kakak suzi kasihan dedek nya
Ucap dee hyun sambil mencium perut zahra yang sudah membesar ,
Ya sekarang usia kehamilan zahra sudah menginjak lima bulan, dee hyun selalu memperhatian sebagai seorang suami dan ayah dia selalu bersikap adil terlebih denggan suzi dia sangat sayang bahkan sekarang suzi tidak inggin tinggal di rumah dia inggin ikut daddy nya kekantor
sebenarnya bukan tanpa alasan dia membawa zahra dan suzi kekantor dia masih cemburu denggan zahra yang satu bulan lalu sempat bertemu mantan kekasihnya, dee hyun tidak pernah bertanya soal pertemuan zahra dan raka dia ingin zahra sendiri yang mengatakan kepada nya,
Siang ini zahra dirumah bersama bibi nam dan riri sedang kan suzi dia ikut bersama daddy nya dia tidak ingin tinggal dirumah,
__ADS_1
tiga wanita beda usia itu sedang berada di dapur memasak kue rainboow cake kesukan suzi dan daddy dee hyun.
Tiba-tiba saja smartfon riri berbunyi dan saat dilihat itu ternyata temannya yang menelfon memberikan kabar yang sedang panas de beritakan di media sosial, yang mana semua teman riri satu kampus tahu bahwa riri bagian dari orang yang sedang diperbincangkan
"Hallo ri kamu dimana ?"
Tanya gadis cantik disebrang sana
" Dirumah ada apa soo hae? "
Jawab riri kepada teman satu kampus nya bernama soo hae yang beberapa bulan ini menjadi teman dekat riri di korea
"Coba kamu buka berita online sekarang "
Ucap soo hae
"Ada apa kenapa tidak lansung kamu beritahu aku saja"
Ucap riri penasaran
"Cepat aku tidak enak mau menulai nya dariana "
Ucap soo hae yang segan kepada riri
"Baiklah terimakasih informasi nya
"Iya semoga itu semua bohong ya dan sampai jumpa besok di kampus. "
Soo hae memberikan semangat kepada riri
Akhirnya riri mematikan sambungan telepon nya dan membuntu zahra kembali menghiyas kue untuk suzi dan setelah selesai tiga wanita beda usia itu bersanyai di ruang makan sambil menikmati teh dan kue yang mereka buat betapa terkejut nya riri melihat berita yang sedang di bicarakan di media sosial membuat muka nya berubah lansung dan menghempas tinjunya ke meja makan. membuat zahra dan bibi nam sangga terkejut denggan sikap sepontan nya riri yang biasanya kalem dan tidak pernah agresif, ya sebenarnya sikap agresif nya terlular dari jung woon yang beberapa bulan ini menggajari riri bela diri.
Hai semua
Mommy & Daddy suzi
__ADS_1