Gadis Cantik CEO

Gadis Cantik CEO
Gadis Cantik CEO


__ADS_3

Sesampainya zahra didekat dua gadis cantik itu lansung meminta riri untuk pergi membeli jamur dan beberapa bahan makanan yang direncanakan zahra untuk masak besok biasanya itu tugas dari bibi nam namun kali ini mumpung riri libur dan dalam keadaan hati nya sedang galau zahra meminta dia yang pergi, tidak perlu waktu lama riri langsung bersiap dan meluncurkan ke salah satu mall besar. Denggan gaya santai nya memakai sweter hitam dan celana jeans panjang, karena zahra tidak membolehkan riri memakai celana pendek diatas lutut kecuali di dalam rumah.


Setelah beberapa saat jung woon dan riri sudah tiba disupermarket yang berada di mall tersebut denggan santai dua sejoli itu melangkah kan kaki mereka mencari semua pesan dari zahra, riri dan jung woon sanggat akur dahkan riri bersikap seperti biasanya, sikap pemalu yang biasa diperlihatkan kepada semua orang hilang karena riri sudah merasa nyaman berada dekat dengan jung woon yang sudah lama kenal dan sering bertemu, walau pada awalnya sangat susah mendengarnya suara riri keluar seperti sekarang.


riri memiliki sifat periang dan manja namun dia juga memiliki sifat pemalu denggan orang yang jarang dia temui bila sudah dekat sama seseorang dia akan memperlihatkan sikap manja dan periangnya, dia gadis cantik nan sopan dan keras kepala sama denggan zahra bila ada keinginan pasti akan berusaha dia gapai, setelah semua pesanan mereka dapat riri dan jung woon lansung memgantri di kasir.


"Oppa aku lapar tapi antrian kita panjang sekali,,,,"


Ucap riri kepada jung woon dengan nada memelas


"Makan saja itu yang kamu beli "


Ucap santai jung woon memunjuk semua sneck dan roti yang dibeli oleh riri.


" Ih ini tidak mengenyangkan, aku mau makan di restoran yang ada dinujung pintu keluar itu oppa? "


Tunjuk ruri kearah restoran yang terlihat dari meja kasir tempat mereka mengantri


"Biklah kalau begitu pergilah kamu kesana,, "


Jawab santai jung woon


"Tidak oppa aja yang kesana, disana sanghat ramai dengga laki-laki aku takut"


Ucap riri kepada pria tampan yang sedang berdiri disamping nya


" Loh katanya lapar , mau makan ?"


Ucap jung woon sambil mengacak rambut riri yang tergerai.


" Ih oppa,, rambut ku, Iya oppa aku lapar tapi bisa kah oppa yang kesana terlebih dahulu memesan makanan untuk ku juga, dan biar kan aku yang mengantri "


Ucap riri memohon kepada jung woon


Jung woon yang melihat tingkah lucu gadis di hadapan nya lansung pergi dia tidak tega melihat gadis cantik itu kelaparan, jung woon sangat perhatian terhadap riri, selama lima bulan terakhir ini mereka sangat dekat bahkan jung woon denggan senang hati mengajarkan riri bela diri di sela-sela waktu sibuk nya, riri pun sebalik nya dimerasa nyaman berada didekat jung woon


Kini jung woon sudah berada di kafe yang ditunjuk riri benar saja ucapan riri banyak sekali pria disana, karena sedang diadakan pesta ulang tahun segerombolan pria tampan disana tampak jelas seperti di usia anak kuliah, sepantar riri



‎ jung woon sanggat kesulitan mencari tempat duduk dan sampai disaat dia mendengar pangilan dari seseorang yang sangat dia kenal, jung woon pun menghampiri meja nya yang tampak kosong hanya dia seorang,


" Hai kamu sendirian? :

__ADS_1


Tanya pria itu


" Tidak aku bersama adik ku. "


Jawab jung woon


"Adik... ?Siapa adik mu ? sejak kampan punya adik ? Bukan kah kamu anak tunggal? "


Ucap pria itu denggan sederet pertanyaan


" Ah seperti tidak tahu saja kamu ini, kamu juga sering bertemu kok "


Jawab santai jung woon sambil memesan makanan kesukaan riri.


" Oke baiklah kalau seperti itu "


Ucap santai lawan bicara jung woon


Setelah beberapa menit akhirnya riri datang dengga tenteng belanjaan di tangan kiri dan kanan nya dari jauh riri tampak malas untuk masuk kerestoran namun perut nya sudah sangat lapar dan jung woon juga sudah pasti memesan makanan disana, langkah kaki riri sempat terhenti karena melihat jung woon bersama laki-laki memakai topi putih dan pakaian santai yang sedang menundukan kepalanya sambil memain kan smartfon nya ,


" Ah... Perut bisakah kamu bersabar "


Ucap riri di batin nya


"Oppa kenapa kamu tidak menjemput ku ? Tahu kak kamu aku keberatan membuat semua ini ?"


Jelas zahra kepada jung woon yang melihat kearahnya sambil tersenyum


" Kaan kamu sendiri yang mau nya begitu, kata nya bisa sendiri,"


Ucap jung woon kepada riri yang masih berdiri dihadapanya


" Oppa apa kamu tidak kasihan terhadap ku yang sudah kelaparan "


Tanya riri kepada jung woon


"Baik lah maaf dan duduk ilangkan capek mu itu , kamu menghalagi orang lewat "


Ucap jung woon


Belum sempat riri berbicara kembali dia dikejutkan dengan tatapan dan senyuman menawan pria yang sedang ada dihadapan jung woon dan dirinya, betapa kagetnya dia serasa ada petir yang menyambar tubuh nya,


‎pria yang sangat tampan yang selama ini selalu di acukan nya setiap bertemu dan kini pria itu tersenyum manis kepada nya,

__ADS_1


"Hai... Apa kabar mu ? "


Tanya pria tersebut



Riri hanya terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan nya sambil meneleng kan kepalanya kearah orang yang menyapa nya, dan lansung duduk di sebelah jung woon sambil menundukan kepala nya dihadapan Pria itu,


‎pria itu hanya tersenyum melihat tingkah riri yang menjadi pemalu, kucing yang cerewet tadi menghilang berubah menjadi kucing pemalu yang bersembunyi saat melihat ada yang mendekatinya


"Kenapa kamu diam? Apa aku salang menyapa mu"


Tanya hae joon kepada riri yang duduk dihadapan nya,


"Tidak... Kabar ku sanggat baik tuan. "


Jawab riri dengan suara pelan nya.


"Tuan apa aku terlalu tua dimata mu dan itu terlalu formal ?"


Ucap hae joon kepada riri


"Maaf samchon... "


Ucap pelan riri namun masih terdengar oleh hae joon


"Kenapa kamu memangil ku samchon, "


Tanya hae joon kepada riri denggan muka yang kaget karena riri memangilnya lebih parah,


"Karena kamu masih sodara jauh daddy... "


Ucap riri yang masih menundukan kepala nya.


"Hai lihat lah wajah ku apa aku setua itu ? Hai hyeong apa aku terlihat tua "


Tanya haen joon yang protes denggan riri dan jung woon yang ada dihadapan nya dab menimbulkan tawa bahagia jung woon


"Sudah-sudah jangan berdebat ayo kita makan karena pesanan kita datang"


Ucap jung woon yang melerai perdebatan itu,


Akhirnya mereka bertiga makan bersama, disana menghabiskan makanan yang mereka pesan riri sebisa mungkin menghindari tatapan mata antar dia dan hae joon karena setiap dia melihat mata samchon satu itu dada nya terasa ada senggatan listrik.

__ADS_1



__ADS_2