Gadis Cantik CEO

Gadis Cantik CEO
Gadis Cantik CEO


__ADS_3

Saat ini riri baru saja selesai dengan rutinitas yang biasa dia lakukan dan baru saja selesai makan bersama oma dan opa nya, selama empat hari ini riri benar-benar terbebas dari drama yang sedang di lakoni, dia hidup tenang bersama oma dan opa nya, dikediaman keluar sang mommy.


" Riri apa kamu tidak berencana ingin pergi berlibur ?"


Tanya sang opa yang saat itu berada di ruang keluarga.


" Belum tahu opa, riri sih ingin pergi main ke kerinci dan selama dua hari dan setelah itu pergi kebali dan bila masih ada waktu mampir ke Yogyakarta dan pulang kembali kekorea menjalani tugas riri sebagai seorang dokter "


Ucap riri sambil tersenyum dan memeluk sang oma.


( kerinci adalah salah satu kota atau daerah yang berada dikawasan provinsi jambi yang terletak di ujung jambi yang berbatasan lansung dengan provinsi sumatra barat dan terdapat banya tempat wisata dari gunung dan danau indah nya, dan disana kaya akan kuliner, adat istiadat dan hasil bumi nya yang terkenal yaitu teh dan kentang )


" Rencana nya ingin pergi bersama siapa? "


Tanya sang opa kembali kepada riri


" Riri ingin berangkat bersama teman-teman riri cika, nana dan nisa dan kebetulan keluarga nisa banyak berada di kerinci."


Jawab riri dengan sangat santai.


" Baik lah kapan kamu berangkat ? Opa akan siap kan mobil dan supir untuk mengantar kamu pergi dan mengantar kembali kamu pulang "


Ucap sang opa


" Terimakasih opa,,, tapi riri berencana akan pergi bersama kekasih nana dan nisa dan cika "


Ucap riri.


" Bila kamu tidak ingin diantar dengan sopir opa, opa tidak akan mengizinkan kamu pergi itu pesan dari daddy mu. "


Ucap sang opa mengancam cucu perempuan nya.


" Ah...... opa, opa dan daddy sama saja, bila ingin pergi sendiri selalu ada sarat "


Ucap riri sambil memperlihatkan wajah protes nya membuat oma dan opa nya tertawa.


" Riri kamu kira kami akan membiarkan kamu pergi tanpa pengawasan ?


Apa kamu tidak tahu daddy dan mommy mu selalu meminta oma dan opa mengawis anak gadis nya."


Ucap sang oma kepada cucu perempuan nya.


" Apa iya oma ?"


Tanya riri


" Tentu iya, bahkan daddy dan mommy mu selalu bertanya kepada oma dan opa, kamu sedang dimana !"


Ucap sang oma.


" Sudah riri tebak,,,, daddy tidak akan membiarkan riri kabur dari pengawasan nya bahkan oma dan opa selalu di tanyakan tentang keberadaan ii."


Ucap riri sambil tersenyum.


" Ya... Seperti itu lah orang tua. tanda menyayangi anak nya, apa pun akan mereka lakukan demi kebaikan dan kebahagiaan anak mereka."


Ucap sang opa dan lansung di anguki oleh sang oma

__ADS_1


" Iya oma, opa riri mengerti daddy dan mommy sangat menyayangi ii, dan tidak ada kata perbedaan antara ii , zi dan ryung. Mereka adil membagi cinta mereka untuk kami dan ii bangga memiliki orang tua seperti daddy dan mommy,


mau menerima riri yang tidak memiliki ikatan darah dari keluarga mereka berdua. Riri hanya anak dari pembantu dan supir opa dan oma kini menjadi putri mereka dan cucu dari opa dan oma."


Ucap riri sambil meneteskan air mata kebahagian karena dia sangat disayang oleh kang Dee hyun dan safia Azahra.


" Riri kami bangga memiliki cucu cantik seperti mu, yang tahu akan banyak hal dan menerima kekurangan dan kelebihan di antara kamu."


Ucap sang oma ikut meneteskan air mata


" Riri opa harap kamu tidak pernah melupan sejarah hidup mu, tetap lah menjadi gadis kecil yang kami lihat 20 tahun lalu saat kamu datang kekediaman kami, berjalan tertatih-tahih memangil kami dengan sebutan oma dan opa, dan siapa sangka gadis kecil itu kini sudah menjadi gadis dewasa dan mengapai cita-cita nya sebagai dokter."


Ucap sang opa.


" Iya opa riri janji tidak akan melakuka itu semua dan riri bangga menjadi bagian keluarga ini dan riri bersukur dilahirkan oleh bunda dan ayah, yang mengajarkan riri hidup sederhana dan tidak pernah menyerah harus menjadi gadis tangguh.


Dan saat ini riri memiliki mommy dan daddy yang sangat mencintai riri dan memiliki oma, opa, harabeoji dan halmeony yang menyayangi riri seperti cucu kalian sendiri"


Ucap riri sambil tersenyum dan mengelap air mata di wajah mulus nya


" Gadis cantik dan baik..."


Ucap opa dan oma secara bersamaan memuji riri, balita cantik dan mengemaskan yang pernah mereka rawat kini telah menjadi gadis dewasa.


Dan tidak berapa lama berlansung bell pintu kediaman keluarga zahra berbunyi tanda ada tamu di depan rumah mereka.


Riri yang masih menetes kan air mata nya pun lansung menghapus air mata dan segera membukakan pintu rumah sebelum asisten rumah tangga nya membukakan.


" Bibi marni biar ii saja yang membuka."


Ucap riri sambil berdiri dan membuka pintu rumah.



" kak saka... kamu disini ?".


ucap riri terkejut melihat saka sudah berada di hadapan nya sambik tersenyum.


" iya... aku menepati janji ku dengan kamu, !"


ucap saka sambil tersenyum


" janji apa ?"


tanya riri


" mau mangajak kamu pergi nonton dan pergi menikmati malam bersama-sama karena sudah lama kita tidak menghabiskan waktu kita bersama "


ucap saka


dan belum sempat riri menjawab sang oma sudah menyusul untuk melihat siapa tamu mereka kenoa riri tanpak akrab.


" saka kamu datang,,,, ayo cepat masuk."


ucap sang oma


" bagai mana mau masuk riri tidak menawani saka masuk dan dia menghalan pintu masuk oma dengan badan pendek dan gemuk nya. "

__ADS_1


ucap saka mengoda riri.


" tidak kok oma dia saja yang betah di depan pintu. "


ucap riri membela diri nya sendiri.


" ya udah ayo saka masuk dan duduk "


ucap oma sambil menatik tangan saka..


" Asslamaualikum oma, opa "


ucap saka saat masuk kedalam kediama mewah itu


" Walaikumsalam", ucap riri berserta oma dan opa " kamu telat kak udah lama ajak aku bicara baru beri salam."


" biarin dari pada tidak sama sekali "


ucap saka


membuat oma dan opa tertawa melihat tingkah laku riri dan saka tidak pernah berubah masih sama seperti dulu selalu saja berdebat saat mereka ketemu dan rindu bila tidak saling menjumpai.


" ada apa saka kedatangan kamu kemari ?"


tanya opa kepada saka.


" Opa, oma saka ingin ngajak riri pergi nonton dan jalan-jalan "


ucap saka meminta izin kepada oma dan opa


" tentu silah kan, tapi pulang nya jangan malam-malam karena besok dia akan " berangkat ke kerinci.


ucap opa dan oma.


" kerinci sama siapa ?"


tanya saka


" sama teman-teman aku dong + sama sopir dari opa. "


ucap riri sambil tersenyum


" Oh... baik lah.. "


ucap saka


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2