
Acara makan malam telah selesai, kedua keluarga pulang ke kediaman masing masing.Maria pulang dengan perasaan tak menentu,disatu sisi Maria sebenarnya masih menunggu lelaki pujaan hatinya, disisi lain dia tidak ingin mengecewakan orangtuanya.
"Apakah keputusanku menerima perjodohan ini sudah tepat?".gumam Maria dalam hati, kepalanya menyender di pintu mobil sambil menatap gedung gedung tinggi dan lampu kota yang sangat indah dipandang di malam hari.
Di mobil lain tampak Dio juga masih memikirkan perjodohan dirinya secara tiba-tiba.Dia tidak ingin menyakiti perasaan Maria,biar bagaimanapun Dio masih sangat mencintai Sania cinta pertama yang telah mengisi relung hatinya selama bertahun-tahun.
Maria berangkat kerja seperti biasa menggunakan ojek online.Karena dia tidak ingin teman teman kantor nya tau jika Maria berasal dari keluarga berada.Sebenarnya bisa saja Maria masuk ke perusahaan papanya tanpa harus bersusah payah,dan pastinya bisa langsung mendapat jabatan yang tinggi.Tapi Maria lebih memilih bekerja dari wabah tanpa embel embel nama keluarga nya.
Untuk pertama kalinya Maria bertemu Dio di lobby perusahaan.Maria bersikap sopan dengan menundukkan kepalanya seperti karyawan yang lainnya.Dan Dio pun membalas dengan senyuman di wajahnya.Dio naik lift khusus bersama Adam, asisten pribadinya.sedangkan Maria naik lift bersama karyawan lainnya.Ruang kerja Maria berada di lantai tujuh sedangkan ruangan Dio berada di lantai tiga puluh, lantai teratas di perusahaan.
Didalam lift karyawan langsung bergosip.Mereka membicarakan bosnya.siapa lagi jika bukan Dio Alexander.
"Pak Dio ganteng ya,ramah,murah senyum... pengen deh jadi istrinya..." ucap salah satu karyawan.
__ADS_1
"iya deh... udah gitu badannya tuh uuuhhhh ".
saut yang lainnya.
"Sayangnya pak Dio masih betah menjomblo setelah kepergian pacarnya setahun yang lalu".
"Kira kira pak Dio bakal nikah gak ya?"
"kasihan ganteng ganteng di anggurin"
"Eh eh... kalian udah denger gosip belum,, katanya pak Dio minggu depan tunangan lho!".pekik salah satu karyawan biang gosip siapa lagi kalo bukan Mak lambe julukan yang disematkan kepada Oca, karyawan cantik,centil, cerewet dan apalagi kalo bukan biang gosip.
"masa sih?". mereka masih tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
__ADS_1
"Iya tau gak? katanya....pak Dio dijodohin sama anak rekan bisnis orangtuanya.ucap Oca menjelaskan.
"wajar sih ya...orang kaya dapet nya juga orang kaya,kalo gak rekan bisnis, palingan dapet artis atau gak model".Pekik karyawan wanita yang duduk sebelahan dengan Maria.
"uhuk...uhuk...." Maria tersedak mendengar percakapan mereka."
"Lo kenapa Mar ,sana minum dulu."ujar Oca yang melihat Maria tersedak disampingnya.
"Kalo mereka tau aku calon tunangan pak Dio,bisa bisa aku jadi bulan bulanan mereka".gumam Maria dalam hati sambil berjalan ke Pantry untuk mengambil minuman.
Didalam pantry pun ada saja yang membicarakan rencana pertunangan Dio Sehingga membuat Maria kurang nyaman.
"Kira kira tunangan pak Dio cantiknya kaya mendiang mbak Sania gak ya?udah cantik,baik,ramah.... tapi sayang mereka dipisahkan oleh maut."ujar dua karyawan yang membuat kopi sambil bergosip.
__ADS_1
"Kasihan ya Dio, apakah aku wanita yang tepat menggantikan mbak Sania".Sania pasti sudah seperti belahan jiwanya Dio, sedangkan aku wanita yang baru saja dikenalnya,dan tiba-tiba harus ditakdirkan menikah"Maria masih bergumam dalam hati dan melamun tanpa sadar air yang dituang Maria ke cangkir sampai tumpah.