
kediaman Maria dan Dio sama sama sudah ramai, mereka sudah mempersiapkan pernikahan yang tinggal hitungan hari.Maria diantar sampai depan rumah,tapi Dio enggan untuk mampir karena Dio juga harus bergegas ke rumah orangtuanya.
Adam membuka pintu mobil belakang untuk Maria.Dengan sopan mempersilahkan Maria turun dari mobil.
"Terimakasih sudah mengantarku."Ucap Maria seraya memakai Sling bag nya dan turun dari mobil.
"sama sama,maaf aku tidak mampir,aku harus segera kerumah Mama".jawab Dio menjelaskan.
Maria masuk setelah membuka gerbang rumahnya,dan mobil Dio melaju meninggalkan kediaman Maria setelah pintu gerbang kembali tertutup.
Hari H pernikahan tiba,acara resepsi akan diadakan di Hotel bintang lima milik keluarga Dio.Hotel Ss adalah salah satu hotel milik RHINO GRUP. sedangkan acara akad dilaksanakan di sebuah masjid di dekat rumah Maria.
Maria tampak cantik dengan gaun panjang berwarna putih dengan Make up yang tidak terlalu menor.Dengan didampingi kedua orangtuanya dan keluarga mereka menuju tempat akad.Sedangkan keluarga Dio sudah sampai terlebih dahulu.
Semua sudah siap di lokasi akad nikah.Dan sebagai saksi pernikahan telah ditunjuk Dua orang yang tak lain asisten pribadi Dio yaitu Adam dan adik iparnya James.
Dio dan Maria duduk berdampingan dengan dipakaikan kerudung dikepala keduanya.bapak penghulu sudah duduk didepan calon pengantin.
Maria maupun Dio sama sama gugup.Ini adalah pengalaman pertama bagi keduanya.sedangkan keduanya saja baru bertemu belum genap satu bulan itupun hanya hitungan jari mereka bertemu.
"Baiklah semua karena waktu sudah menunjukkan pukul sembilan mari kita mulai acara nya".sere bapak penghulu
bapak penghulu sudah menjabat tangan Dio sambil membaca buku nikah yang ada didepannya.
__ADS_1
"Baik dengan mas Dio apakah sudah siap". tanya pak penghulu.
"Insyaallah siap pak".jawab Dio dengan lantang.
"Baik kita akan mulai acara nya".seru pak penghulu lagi.
"Saya nikahkan dan kawinkan saudara Dio Alexander bin Hendri Baskoro dengan ananda Maria Titania binti Bagus Prasetyo dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat seratus gram dibayar tunai"
"Saya terima nikah dan kawinnya Maria Titania binti Bagus Prasetyo dengan mas kawin tersebut dibayar tunai". dengan lantang dan tegas dalam satu tarikan nafas Dio mengucapkan ijab Kabul.
"Bagaimana para saksi sah?". tanya pak penghulu.
"Saaaahhhhhh".jawab para saksi dan tamu undangan yang datang.
"Alhamdulillah kalian sah menjadi suami istri."
Sebagai tanda hormat Maria sungkem dengan kedua orangtuanya dan kedua mertua nya.begitupun sebaliknya dengan Dio.
Acara akad selesai dan akan dilanjutkan acara resepsi di malam harinya.Mereka menuju hotel tempat di adakan acara resepsi.
Maria kembali dirias oleh MUA terkenal ibukota.Kali ini riasan Maria terlihat sangat berbeda,gaun warna mint terlihat cantik di kulit putih Maria.dengan rambut model sanggul dan memakai Tiara tidak terlalu besar membuat penampilan Maria bak princess negeri dongeng.
sedangkan di ruang lain Dio juga bersiap dengan setelan jas warna senada dengan gaun Maria.kedua bersiap menuju pelaminan yang berada di ballroom hotel.Bak raja dan ratu mereka tampak sempurna bersanding di pelaminan.Acara sangat meriah dan penuh kegembiraan diantara kedua keluarga dan tamu undangan.sampai tengah malam acara baru selesai.Rasanya kaki Maria sudah tidak bisa buat berdiri akibat memakai high heels seharian.ingin rasanya dia merebahkan diri dikamar langsung tidur.
__ADS_1
Setelah acara selesai Maria dan Dio menuju kamar yang sudah disediakan khusus untuk mereka.Kamar yang dihiasi dengan lilin dan bunga menjadikan suana romantis di dalamnya.Tapi untuk apa suasana romantis jika keduanya tidak menginginkan.
Di dalam kamar mereka menjadi kikuk, apalagi ini pertama kalinya mereka hanya berdua di dalam kamar tanpa siapapun.Maria berinisiatif membersihkan diri dahulu.
"Maaf aku duluan ya yang pakai kamar mandi,aku udah gak betah pakai gaun ini."ucap Maria kepada Dio yang sekarang sudah resmi menjadi suami nya.
"Baiklah.."seperti biasa Dio hanya bicara singkat.
Didalam kamar mandi Maria berusaha membuka gaun yang dikenakan nya,tapi setelah beberapa menit tak kunjung jua gaun itu terlepas.Maria tidak sampai meraih pengait gaun bagian belakang.Dengan bersusah payah tetap saja tidak terbuka hingga membuat Maria menyerah dan keluar kamar mandi.
"Kok gak jadi mandi,dari tadi ngapain di kamar mandi hampir satu jam?" Tanya Dio yang heran melihatnya istrinya masih menggunakan gaun pengantin saat keluar kamar mandi.
"Aku gak bisa buka bajunya".sambil tertunduk malu Maria berusaha menyembunyikan wajahnya yang sudah seperti udang rebus.
"ha ha ha ...."Dio malah tertawa mendengar pengakuan Maria.
"Kalau gak bisa kenapa tidak minta tolong?aku kan suamimu,kamu bisa minta tolong padaku".seru Dio memberi tahu istrinya.
"Aku gak bisa"jawab Maria singkat.
"kenapa".seru Dio
"Aku malu"Maria menjawab dengan masih menundukkan wajahnya.
__ADS_1
"sini aku bantu, jika kau malu,aku akan memejamkan mataku"seru Dio menegaskan.
Akhirnya dengan menahan malu Maria dibantu suaminya membuka gaun yang dikenakan nya.dan dengan terburu Maria menuju kamar mandi dengan jantung yang berdetak kencang.