
Maria sampai di kantor, dengan cepat dia memencet lift menuju lantai tempatnya bekerja.Sesampainya di ruangan Maria dicecar pertanyaan dengan sesama karyawan perusahaan.
"Kamu gak lihat jam berapa ini,bisa bisanya anak magang udah berani berangkat telat"
"Anak magang aja belagu Lo".
"Nih selesaiin tugas tugas Lo"
mereka secara bergantian menceramahi Maria.Maria sadar dengan kesalahan nya.Dia menerima apapun perkataan teman temannya.
Maria sibuk dengan setumpuk berkas yang ada di meja nya.sampai waktu makan siang teman teman nya sudah meninggalkan meja untuk ke kantin untuk makan siang.Tapi tidak dengan Maria,dia masih sibuk sampai tidak melihat waktu untuk sekedar makan saja.sebenarnya perutnya sudah minta di isi,dari pagi Maria tidak sarapan.Tapi dia juga tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya yang sudah menumpuk di meja kerjanya.
Ruang Maria hanya ada Maria seorang.Tiba tiba terdengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya.
"Maaf nona,ini ada makanan dan minuman untuk nona makan.kata Tuan anda dari pagi belum sempat makan."seru Adam dengan goodie bag berisi sandwich dan es Americano.
"Maria menerima dengan bingung, darimana dia tau kalau dia belum makan dari tadi pagi".
"sampaikan ucapan terimakasih kasihku untuk pak Dio,dan saya minta anda jangan memanggilku nona.saya tidak ingin orang orang tau siapa saya sebenarnya.panggil saja Maria lebih enak."
__ADS_1
"Tapi..nons.."pekik Adam merasa canggung dengan permintaan calon istri Tuannya.
"Tidak ada tapi tapi an".jawab Maria dengan tegas.
"Baiklah kalau begitu saya permisi".seru Adam meninggalkan ruangan Maria.
_
_
_
_
drettt.... drettt.... ponsel Dio bergetar, dilihatnya ada panggilan masuk dari nomer yang tidak dikenalnya.Dio enggan menjawab dan membiarkan panggilan itu.tapi setelah tiga panggilan tidak terjawab ada pesan masuk diponsel nya.
nak mama minta tolong,bisakah kamu memberikan makanan untuk Maria.dari pagi dia belum sempat sarapan.mama takut Maria sakit.dia tidak terbiasa untuk tidak sarapan.
ternyata dari tadi yang menghubungi nya adalah Mama Safira.Dan dengan sigap Dio menyuruh Adam untuk membeli sandwich dan es Americano untuk Maria.
__ADS_1
"Tolong kamu belikan makanan untuk Maria,dan antar ke ruangan nya.dari pagi dia belum sempat makan".seru Dio dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Baik tuan saya akan segera melaksanakan,tapi tuan apakah tidak sebaiknya anda sendiri yang membeli dan mengantar nya,nona kan calon istri tuan".pekik Adam yang hanya dibalas dengan tatapan membunuh.
Dengan susah payah Adam menelan Saliva nya.Dan bergegas meninggalkan ruangan Tuan nya yang berubah menjadi hawa dingin.
Teman teman Maria sudah kembali ke ruangan dan melihat Maria yang sibuk dengan pekerjaan nya dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Kok kamu gak ke kantin".Seru Oca yang melihat Maria dengan sandwich di depannya.
"gak sempet mbak".saya tadi udah pesen gofood."Maria berbohong supaya teman teman Nya tidak mengetahui kalau dirinya diberi makanan oleh Presdir mereka.
"oh..."jawab Oca.
Setelah pekerjaan selesai karyawan sudah bersiap untuk pulang, begitupun Mereka pulang dengan kendaraan pribadi,ada juga yang dijemput kekasih nya bahkan suaminya.
Tapi tidak dengan Maria,dia masih setia dengan cowok bayaran.siapa lagi kalau bukan Abang ojol.Maria berdiri didepan kantor sendirian.karena entah dari tadi Abang ojolnya belum juga sampai.Tanpa Maria sadari diseberang jalan sudah ada dua pasang mata yang memandangnya.
Adam dan Dio memperhatikan Maria dari kejauhan.sebebarnya Dio ingin mengajak Maria pulang bareng,tapi itu tidak mungkin.karena Maria tidak ingin orang orang tau tentang hubungan keduanya.
__ADS_1