Gadis Penjual Bunga

Gadis Penjual Bunga
bab 26


__ADS_3

Maria kembali ke ruangannya dan diberondong pertanyaan oleh teman teman nya.


"kenapa kamu dipanggil mar?".


"Lo baik baik aja kan mar?".


",Lo gak di apa apain mar?".


"Jangan bilang lo dipecat?!".


_


_


_


_


............


"sttttttt nanya nya satu satu aku bingung nih"


"aku gak papa dan gak kenapa kenapa"


"Si bos cuma rekomendasiin pekerjaan buat cabang barunya di Surabaya,tapi aku tolak".


.....


"aaahhhh lega aku Mar...."


semuanya kembali bekerja setelah mendengar penjelasan Maria yang sebenarnya telah membohongi mereka.


"sorry temen temen aku bohong".gumam Maria sambil duduk dan meneruskan pekerjaannya.


Sore menjelang waktu pulang kantor tiba.Tapi satu divisi Maria lembur karena ada pekerjaan mendesak yang harus segera mereka selesaikan.


Jam sembilan malam semua pekerjaan kantor selesai.semua bersiap siap pulang.semua meninggalkan ruangan mereka dan berjalan meninggalkan kantor.Maria masih bertukar pesan dengan suaminya.


"*Mas aku tunggu di depan ya,tempat tadi pagi "


"ya...sayang.... tunggu aku jangan kemana-mana*!".


Maria berjalan ketempat mereka janjian tadi pagi.Sedangkan teman temannya sudah duluan pulang.


Maria berdiri disamping jalan menunggu mobil jemput suaminya.Tak sampai sepuluh menit mobil sport milik Dio berhenti tepat di depan Maria berdiri.Adam dengan segera turun dan membuka pintu mobil bagian belakang untuk Maria dan bergegas menutupnya.Adam langsung masuk ke mobil dan mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang.


Diseberang jalan di sebuah cafe ternyata Oca melihat kejadian Maria dijemput mobil mewah yang diketahui adalah milik presdirnya.apalagi jelas jelas Adam turun dan membuka mobil untuknya.

__ADS_1


"wah gak bener nih,jadi selama ini Maria jadi cewek simpenan si bos...!!".


"awas aja kamu Mar....aku bongkar semua kebusukan kamu".


Oca menatap sinis dan bergumam sehingga mengalihkan perhatian kekasih nya.


Sampai di apartemennya Maria segera masuk ke kamarnya yang didapati barang barangnya sudah tidak ada.


"Mas barang barang aku kemana?".


"Udah aku pindahin ke kamar kita di atas"


"tapi mas".


"gak pake tapi,ayo naik...aku udah capek,badan aku pliket pengen mandi".


Maria terpaksa menaiki tangga bersama suaminya dan ternyata benar, semua barang pribadinya sudah berada dikamar Dio.


"aku mandi duluan ya".


Dio masuk ke kamar mandi sedangkan Maria masih melihat sekeliling kamar yang akan ditempati nya tidur malam ini dan seterusnya.


dua puluh menit berselang Dio keluar masih menggunakan handuk melilit pinggang nya.


Maria bergegas ingin meninggalkan kamar dan tangannya ditarik Dio.


"Kamu mau kemana?"


"udah sana mandi gantian udah malem,aku juga laper"


mendengar perkataan Dio Maria bergegas masuk ke kamar mandi dan segera mandi air hangat.


Maria mandi tak kurang dari lima belas menit dikarenakan dia sangat capek dan laper sehingga tak perlu berlama-lama untuk mandi.


Maria keluar dengan menggunakan jubah mandi dan mengambil pakaian dan segera masuk kedalam kamar mandi untuk berganti pakaian.


Dio yang sedang duduk di sofa samping tempat tidur tersenyum dengan kelakuan Maria.


"Ternyata dia malu".Lirih Dio... yang sibuk dengan gadget ditangannya.


Maria menggunakan setelan piyama berwarna pink motif hello Kitty dan handuk menutup rambut basahnya.


"mas mau aku masakin apa?".


"Gak usah....aku udah pesen gofood,takut kamu capek".


"secapek capeknya aku kalo buat masak masih sanggup mas"

__ADS_1


"aku percaya,tapi besok aja...aku terlanjur pesen,ntrar mubadzir".


Maria duduk di depan cermin dan menancapkan colokan hair dryer.Maria membuka handuk di rambutnya dan segera mengering kan rambutnya.


Dio melihat dari tempat duduknya bergegas berdiri dibelakang Maria dan meraih hair dryer ditangan Maria.


"sini aku bantu"


Maria tampak malu malu di depan cermin memandangi wajah suaminya.Dia tidak menyangka akan secepa ini Dio jatuh cinta padanya.


Ting ....tong.....


"Mas kayanya itu goofood"


"aku turun dulu "


"kita sama sama aja,ayuk"


Dio menggandeng tangan Maria menuruni tangga dan membuka pintu.Dan benar ternyata Abang goofood yang datang.Dan seperti biasa Dio selalu memberi uang lebih dan satu paket makanan untuk Abang goofood.Itu sudah menjadi kebijakan Dio sejak lama.


"ini uang buat kamu,dan makanan yang satu bawa kamu pulang"


"makasih pak, bapak selalu baik,saya doakan bapak panjang umur dan murah rejeki.aamin".


"Aamiin".


Dio masuk dan membuka makanan yang sudah dipesannya.sedangkan Maria membuat minuman teh hangat untuk mereka berdua.


Dio dan Maria lekas makan karena perut mereka sudah sama sama keroncongan sejak tadi.


jam sebelas lewat mereka selesai makan dan menuju kamar mereka dan keduanya sudah sama-sama berada didalam kamar.Maria agak canggung untuk tidur bersama suaminya untuk pertama kalinya.


Dio lebih dulu naik ranjang dan melihat Maria yang masih mematung disamping ranjang.


"kamu gak tidur yang?".


"eh...iya ini mau tidur".


Maria segera naik ke ranjang dan merebahkan tubuhnya,dipakainya selimut sampai menutup ke lehernya.Maria tidur menyamping membelakangi Dio.


"Dia masih malu juga".gumam Dio yang segera memeluk istrinya dari belakang.


Tangan Dio memeluk pinggang ramping istrinya...dan mencium rambut wangi Maria dari belakang.


"ayo kita tidur....aku capek..."


Dio terlelap sambil memeluk Maria, sedangkan Maria masih belum bisa tidur karena dia pikir Dio akan meminta hak nya sebagai seorang suami.

__ADS_1


"aahhh...lega...kukira".lirih Maria dan bersiap untuk tidur.


Keduanya tidur dengan posisi saling berpelukan sepanjang malam tanpa aktivitas yang seharusnya suami istri lakukan apalagi mereka pengantin baru yang belum pernah melakukan nya.


__ADS_2