Gadis Penjual Bunga

Gadis Penjual Bunga
bab 17


__ADS_3

Satu jam perjalanan, Mobil Dio sampai ke apartemen miliknya.Apartermennya berada di lantai 7.Dio dan Maria naik lift terlebih dahulu, sedangkan Adam masih sibuk dengan barang bawaan tuan dan nyonya barunya.


Di apartemen Dio hanya tinggal sendiri.Dan untuk asisten rumah tangga yang bertugas memasak dan bersih bersih hanya datang pagi jam 7 dan pulang jam 5, tidak untuk menginap.Dio tidak terbiasa hidup dengan orang lain.Untuk pertama kalinya ia akan hidup dengan seorang gadis dalam satu ruang apartemen.


lift sampai di lantai 7,pintu terbuka dan keduanya keluar.Dio memencet kode tombol pintu hingga terbuka.


"Masuklah.... "Dio mempersilahkan Maria masuk ke apartemennya.


Maria masuk dan berusaha menampilkan senyum diwajahnya.


"ini kamarmu..., kamarku ada di lantai dua, jika kau butuh sesuatu panggil saja aku tak usah sungkan".Dio membukakan pintu kamar untuk Maria tempati dan meninggalkannya menuju kamar miliknya yang terletak di lantai dua.


Tak butuh waktu lama Maria langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintu.


"Setidaknya aku harus membiasakan diri tinggal disini".Gumam Maria sambil merebahkan tubuhnya.


"Ting tong ting tong...".Suara bel pintu terdengar,Maria berniat membuka pintu untuk tamunya tapi sudah keduluan Dio.

__ADS_1


"Ini koper Anda dan nyonya tuan,jika Anda perlu sesuatu hubungi saja saya".ucap Adam yang berdiri tegak di pintu apartemen.


"pulanglah dan istirahat,aku belum membutuhkan mu".Jawab Dio tegas.


Adam berpamitan dan pergi, sedangkan Maria langsung menghampiri Dio untuk mengambil koper miliknya untuk dibawa ke kamarnya.


Maria membongkar isi koper dan mengeluarkan barang-barang pribadinya.setelah satu jam membereskan Maria kelelahan dan tertidur di ranjang hingga sore menjelang.


kruk kruk suara perut Maria yang mulai lapar karena dari siang dia belum makan.


dilihatnya Dio sibuk menonton acara televisi.


"Maaf aku tadi ketiduran".Lirih Maria


"Kau pasti lapar?biar kubuatkan makanan untukmu sebentar".seru Maria yang berlalu menuju dapur.


Dio menatapnya sembari berkata"kau pasti sangat lelah,tak apa aku sudah memesan makanan melalui aplikasi online, kalau kau mau masak besok saja".

__ADS_1


"Baiklah... kalo gitu aku mau mandi dulu".seru Maria yang masih kikuk dengan suaminya.


Ting tong... bel kamar kembali berbunyi, dilihatnya Dio dari layar terlihat kurir membawa makanan.Tak butuh waktu lama Dio membuka pintu dan menerima pesanan nya.


"Ini saya terima,yang satu buat kamu dan terima ini untuk tip mu".seru Dio yang menerima pesanan makanan untuknya.


"Terimakasih tuan,anda seperti biasa selalu baik".ucap Abang kurir langganan Dio.


Maria telah selesai mandi dan duduk di meja riasnya.terdengar suara ketukan di pintu kamar Maria tok tok tok.....


Maria gegas membuka pintu.


"Ayo makan kau pasti lapar, makanan sudah siap".ajak Dio dipintu kamar Maria.


Maria yang saat itu masih menggunakan handuk dikepala dan menggunakan kaos oblong dan celana pendek menuju meja makan.


Dilihat di meja sudah tersedia Ayam Kentucky, pizza, martabak manis dan martabak telor.Tak butuh waktu lama Maria langsung duduk di meja makan berhadapan dengan Dio.Dilahapnya satu persatu makanan yang ada didepan nya.Dio terpana dengan tingkah laku Maria yang seperti tidak makan satu Minggu.sadar akan tatapan Dio,Maria tersipu malu.Dia lupa sekarang dia sudah menjadi seorang istri,dan yang duduk di hadapannya adalah suaminya.Maria buru buru minum air putih dan mengelap mulutnya dengan tisu dan bergegas meninggalkan meja makan menuju kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2