Gadis Penjual Bunga

Gadis Penjual Bunga
bab 22


__ADS_3

Libur telah usai.........


Disaat matahari belum menampakkan sinarnya Maria sudah bangun untuk melaksanakan segala aktivitas paginya.Hari ini Maria dan Dio sudah mulai masuk bekerja, begitupun karyawan lain juga sudah mulai bekerja hari ini.


Maria telah membuat sarapan sebelum bik Nah datang.Maria membuat tumis bunga kol dan menggoreng nugget serta sosis.Makanan simple yang cepat membuatnya.


Maria menuju kamar Dio untuk menyiapkan kebutuhan Dio, setelan jas berwarna navy dan dasi diambil Maria dan diletakkan di atas ranjang.sembari Dio masih di kamar mandi Maria juga menyiapkan kopi panas.Maria segera keluar dari kamar Dio sebelum Dio selesai mandi dan menuju kamarnya untuk segera ganti baju kerja.


Dio sudah duduk di kursi makan dengan pakaian yang sudah dipilihkan Maria untuknya.Sedangkan Maria masih di dalam kamar belum ada tanda-tanda akan keluar bahkan setelah Dio menunggu cukup lama dan memilih sarapan terlebih dahulu.


Maria keluar dengan tergesa dan melihat Dio sudah siap berangkat.


Maria hanya minum susu hangat dan segera meninggalkan Dio.


"Aku duluan ya..".pamit Maria sembari mencium punggung tangan suaminya.


"Kau tidak berangkat bersamaku?" tanya Dio heran.


"Aku bisa naik taksi,aku gak mau jadi bahan gosip kalo aku berangkat satu mobil denganmu".


"Udah ya..aku buru buru, assalamualaikum".Maria lalu melangkah meninggalkan Dio yang masih duduk sembari menyesap kopi.


"wa'alaikumsalam". jawab Dio.


......................


Maria sampai di kantor dan langsung menuju ruangan nya.Di kantor teman teman nya sibuk menceritakan liburan mereka.


"Hai ....Mar...baru dateng? tanya Aji teman satu divisi dengannya.


"Iya ...mas"jawab Maria mulai duduk dan meletakkan tas nya di meja kerjanya.


"Rugi mar kemaren Lo gak ikut".


"Iya seru banget tau....".


mereka menceritakan dengan raut bahagia kisah liburan nya.


"Aku sebenarnya juga pengen...... apalah dayaku tak sampai.....". Maria menyangga dagunya di kedua tangan dengan lesu.

__ADS_1


Adam kebetulan lewat dan melihat Maria.Dia tersenyum begitupun Maria.Karyawan yang lain menyadari tatapan keduanya.


"Ehem ehem....Lo naksir pak Adam mar?". Tanya Oca si ratu gosip.


"Uhuk ...".Maria keselek mendengar pertanyaan oca.


"Ya gak lah....mana mungkin aku suka sama sekertaris su..... maksudku sekertaris bosku sendiri". Maria dengan terbata menyangkal perkataan Oca.


"untung gak keceplosan".batin Maria lega.


"Apanya yang gak mungkin di dunia ini mar, lagipula pak Adam aku denger masih singgel terus kamu juga jomblo.... sah sah aja kan?". Oca masih ngotot dengan pendapatnya.


"Iya emang gak ada yang gak mungkin sih...tapi masalahnya sekarang aku gak jomblo,udah ada lelaki yang ngisi hati aku". jawab Maria yang membayangkan Dio sang pujaan hati.


Maria malah melamun dan senyum senyum sendiri.


"Woi malah ngelamun ....kerja ... kerja....".seru Oca mengingatkan.


Mereka kembali bekerja hingga sore menjelang saatnya pulang.Dan sudah terbiasa Maria menunggu ojek online.


"Katanya gak jomblo......pulang masih naik ojek online aja sih Mar?kaya gue dong, antar jemput cowok gue".seru Oca dari belakang Maria yang menunggu dijemput kekasih nya.


"udah ya,Abang ojolnya udah dateng."


"cowok gue juga dah dateng"


Maria naik ojek online sedangkan Oca naik mobil sedan dijemput kekasihnya.


Maria tidak langsung pulang tapi mampir dulu ke supermarket deket apartemen untuk membeli kebutuhan pokok dan kebutuhan pribadinya.sebelumnya Maria sudah berpamitan dengan suaminya melalu pesan chat.


flashback


"Dio aku ada perlu, pulangnya agak telat."


Dio melihat pesan di ponsel nya.Lalu menyuruh dua pengawal pribadinya mengikuti Maria dan melaporkan kegiatannya.


"Bos ... nyonya berhenti di supermarket C"


pesan dari pengawalnya dibaca Dio dan segera menyusul istrinya.

__ADS_1


Maria mendorong troli dan berkeliling, mencari barang barang yang sudah di list oleh Bik Nah pagi tadi.Tak lupa dia juga membeli kebutuhan pribadinya,dari make up, skincare, hingga pembalut.


"udah semua kayanya".seru Maria mendorong troli ke arah kasir.


Tiba giliran Maria di depan kasir,barang belanjaan nya lumayan banyak.


"totalnya tiga juta tujuh ratus enam puluh satu ribu dua ratus rupiah".Seru petugas kasir..


belum juga Maria mengeluarkan dompetnya,sosok lelaki tiba-tiba datang dan menyerahkan kartu kredit kepada kasir.


"Pakai ini mbak".seru Dio menyerahkan kartu blackcard disamping Maria.


Maria menengok kearah Dio dengan tatapan bingung.


"kok kamu bisa disini". tanya Maria heran.


"Aku kebetulan juga mau beli sesuatu,terus lihat kamu... yaudah aku susulin".ujar Dio dengan sedikit berbohong.


"Sini aku bantu dorong". Dio merebut troli yang didorong Maria menuju parkiran mobilnya.


Mereka berdua pulang diantar asisten pribadi Dio.Semua barang belanjaan dimasukkan ke bagasi.Dio dan Maria duduk bersebelahan di dalam mobil.Kedua nya memberi jarak duduk mereka.Adam melihat dari kaca depan mobil.


"Suami istri duduk jauh jauhan.....ntar kalo dah bucin aja...hemmm gak tau deh".gumam Adam dalam hati .


setelah beberapa menit mereka sampai di apartemen.Dio dan Maria turun dari mobil dan langsung menuju apartemennya.sedangkan Adam sibuk membawa barang belanjaan.Dio dan Maria Sampai di ruang apartemen mereka.Keduanya berhenti didepan pintu.Maria menoleh dan menatap wajah Dio lekat.


"Kamu kenapa baik sama aku". tanya Maria.


",Emang aku orangnya ba...iiikkk".jawab Dio santai.


"Tapi kalo sikapmu kaya gini ke aku buat aku GR...."


belum juga Dio menjawab pintu dibuka dari luar.Ternyata Adam yang mau masuk.Ya sebenarnya Adam sudah tau kode akses apartemen tuannya.Tanpa disadari dua makhluk yang berdiri dibalik pintu terjatuh dengan posisi bertumpuk.


"ups.... maaf tuan...". dengan cepat Adam membalikkan tubuhnya membelakangi Dio dan Maria.


"saya gak liat apa apa....suer".


__ADS_1


__ADS_2