Gadis Penjual Bunga

Gadis Penjual Bunga
bab 21


__ADS_3

Dio segera memakai baju yang sudah disiapkan istrinya.Baju kasual untuk santai di hari libur terakhir mereka.Dio menggunakan sedikit parfum dan lotion di badan membuat tubuhnya wangi dan fresh.Ranbutnya dibiarkan sedikit basah.Dio menuruni tangga menuju meja makan.Dilihatnya Maria sudah sibuk di dapur bersama bik Nah.


"ini kopimu".seru Maria seraya menyodorkan kopi buatannya ke hadapan Dio.


"Terimakasih".jawab Dio singkat.


Maria pagi ini terlihat sangat berbeda,senyum cerah selalu terpancar di wajahnya.Entah apa yang membuatnya begitu bahagia.Tapi pagi ini benar-benar membuat Dio juga terpana.


"kayaknya moodnya sedang bagus".Gumam Dio yang menyruput kopi dan melirik Maria yang masih sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka.


Pagi ini Maria dan bik Nah membuat nasi goreng.Maria berusaha membantu bik Nah sebisanya.Walaupun dia terlahir dari keluarga kaya,tapi urusan masak Maria lumayan pandai.apalagi hanya sebuah nasi goreng,itu sangat gampang buat Maria.Tak butuh waktu lama nasi goreng dan telor ceplok siap dihidangkan.Bik Nah sebelumnya juga sudah menggoreng ayam untuk lauk tuan dan nyonya nya.

__ADS_1


Maria dan Dio duduk berhadapan bersiap untuk makan, sedangkan bik Nah masih sibuk di depan kompor untuk membersihkan sisa makanan yang berceceran.


"Bik...duduk sini makan bareng kita". panggil Maria yang melihat bik Nah , perempuan paruh baya itu belum juga berhenti menyudahi pekerjaannya.


Dio menatap heran dengan kelakuan Maria,Dio berpikir Maria sangat baik bahkan tidak memikirkan statusnya sebagai orang kaya dan menyuruh asisten rumah tangga nya duduk bersama mereka.


"Tidak usah nyonya,nanti saya makan dibelakang kalo pekerjaan saya sudah selesai'.mbok Nah merasa sungkan jika duduk bersama tuan dan nyonya nya.


"Gak papa bik,duduk sini kita makan bareng".seru Dio yang juga mempersilahkan bik Nah untuk duduk.


setelah makan dan membereskan peralatan makan Maria bersantai untuk menonton TV di ruang tengah.Dio yang hari ini juga masih libur juga memilih menonton TV bersama istrinya.Sesekali Maria melirik suaminya.

__ADS_1


"Gak bosen dari tadi lihatin aku terus?".ujar Dio yang meraih remote tv dan menatap wajah Maria.


sadar dirinya ketahuan melirik suaminya, Maria tersipu malu dan memalingkan wajahnya.


"kau sudah mengenalku dan melihat ku terlebih dahulu,tapi mengapa kau sembunyikan identitas mu kepadaku". tanya Maria dengan wajah serius.


"Aku tak pernah menyembunyikan identitasku,dari awal kau juga tau namaku Dio.kau saja yang kurang peka terhadap ku".jawab Dio sekenanya sambil memencet tombol remote tv.


"Mana kutau itu kau,kau juga tau dulu aku buta dan setelah aku bisa melihat kau tak pernah datang kembali,apa alasanmu?". tanya Maria yang mulai penasaran kenapa dirinya tak pernah datang setelah Maria bisa melihat.


"Aku punya alasan khusus,dan aku ke toko bunga pastinya untuk membeli bunga, sedangkan orang yang selalu ku kirim bunga sekarang sudah tidak ada,jadi aku tak pernah ke tokomu".Dio menjelaskan agar Maria mengerti keadaan nya.

__ADS_1


"Baiklah aku tidak akan bertanya lagi".Maria menghentikan perdebatan antara mereka.


Maria masuk ke kamar dan menguncinya dari dalam, tubuhnya direbahkan di ranjang dan menatap langit langit kamar.Maria membayangkan hari hari kedepannya dengan lelaki yang sangat dia cintai.Dia berharap Dio lambat laun akan mencintainya juga.Yang diperlukan sekarang adalah dia harus berusaha membuat Dio mau membuka hati untuknya.


__ADS_2