Gadis Penjual Bunga

Gadis Penjual Bunga
bab 30


__ADS_3

Dari kemaren ponsel Maria tak dapat dihubungi, bahkan setiap telfon rumah yang mengangkat hanya bik Nah.Dio ingin sekali mendengar suara istrinya.


Maria hari ini berangkat seperti biasa diantar Diyana.Tak ada yang istimewa dari hari hari sebelumnya.


jam sebelas siang pesawat Dio mendarat di bandara.Butuh waktu satu jam dengan mengendarai mobil menuju perusahaan.Adam dan Dio berada dalam satu mobil dengan mobil jemputan sopir perusahaan.


jam dua belas tepat Dio tiba di kantor, tanpa aba aba Dio masuk dan menekan lift lantai ruang kerja Maria.Tapi sampai di ruangan tak didapati seorangpun disana.


Sial......


Dio menggebrak meja karena tak melihat istrinya yang sangat ingin dia temui.Adam juga menyusul Dio ke ruangan Maria.Dia takut bos nya akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.


"Maaf tuan ini jam makan siang mungkin para karyawan sedang di kantin begitupun nyonya"


mendengar perkataan Adam,Dio bergegas menuju kantin tanpa mengucapkan sepatah katapun.


_


_


_


_


Maria duduk sendiri tak seperti biasanya ditemani Hasan.Hasan lebih memilih menghindari Maria agar pacarnya tak cemburu.


"Kasiaaannn.....gak da temen,bobrok sih kelakuan Lo"


Umpatan keras terdengar hampir seluruh ruang kantin.Maria memilih menghindar dan pergi meninggalkan teman teman kantornya yang asyik menggosipkan dirinya.Maria melangkah di antara para karyawan.


"Aw......"

__ADS_1


Maria hampir terjatuh karena terjegal kaki teman yang sengaja melakukannya,tapi sejurus kemudian Dio menangkap istrinya dengan cepat.


"Kamu gak papa sayang?"


Maria terhentak kaget karena didapatinya suaminya sudah berada didepannya.


"Iya...gak papa..."


"what....sayang"gumam dalam hati seorang karyawan yang tadi menjegal kaku Maria.


Dengan susah payah mereka menelan Saliva.


"Kalian semua kumpul di lobby!!!!"


"Mas...."


Maria menghiba agar suaminya tak berbuat jauh kepada karyawannya.


"sssttt...!"


Semua karyawan berkumpul di lobby.Suana tegang nampak jelas di wajah para karyawan.


Dengan langkah tegas dan penuh amarah Dio menggenggam tangan Maria berjalan diantara barisan para karyawan.Tepat di depan karyawan Dio menatap satu persatu wajah karyawannya.Maria mencoba melepas genggaman tangan Dio,tapi bukannya dilepas Dio malah menarik pinggang Maria dan membuat posisi Maria dan Dio terlihat menempel.


Maria menunduk malu mempertontonkan kemesraan di depan umum.Sedangkan para karyawan juga merasa tak enak hati melihat pemandangan dua umat manusia yang sengaja memamerkannya.


"Angkat dagumu sayang,tak usah malu... sudah saatnya mereka tau''


"tapi mas....."


"Gak ada tapi"

__ADS_1


Maria dengan berat hati memandang kedepan arah teman teman kantornya.


"Angkat dagu kalian!!"


"Dengarkan baik baik perkataanku"


"Kalian pasti bertanya tanya mengapa Maria berdiri di depan bersama disampingku.Aku akan memperkenalkan kepada kalian agar tak ada lagi kesalahpahaman terhadap semuanya.Dia adalah Maria Titania Alexander,Dia adalah istri sah ku satu satunya.Dan dia wanita paling aku cintai di dunia ini."


"Jadi aku mohon kepada kalian bersikap baik padanya... untuk kejadian yang sudah berlalu, dengan berat hati aku memaafkan kalian karena permintaan istriku.... tadinya aku mau memecat kalian semua yang sudah jahat terhadap istri saya"


flashback


semua karyawan menuju lobby, menyisakan Dio dan Maria di kantin.Dio mendudukkan Maria di kursi dan menciumi tangannya.


"Maafin aku....aku gak tau kamu disini tersiksa"


Maria mengelus rambut Dio...


"Gak papa mas...aku gak kenapa kenapa"


"Aku gak bisa diam....aku akan pecat mereka semua..!!"


"aku mohon jangan mas... kasian mereka"


"Kasian...? mereka saja tak perduli padamu!"


"Mereka begitu karena tidak tau,kalau saja mereka tau tak mungkin mereka jahat padaku,aku mohon maafin mereka"


"baiklah...tapi untuk kali ini saja!...lain kali tak ada maaf untuk mereka"


"Makasih mas...."

__ADS_1


Maria mengecup pipi suaminya...dan suana sudah mencair di antara keduanya.


flashback off


__ADS_2