
Satu bulan Maria sudah dalam keadaan stabil.Dia sudah bisa menerima keadaan.Senyum cerah sudah terlihat diwajahnya.Maria setiap hari membantu mamanya di toko bunga.Sampai pada akhirnya Maria meminta mamanya untuk mengambil alih toko bunga untuk dikelola nya bersama karyawan nya.
"Ma ijinin Maria ngurus toko ya,Maria suka disini,harum dan Maria merasa tenang disini punya kesibukan."Ujar Maria sambil memeluk lengan mamanya.
"Iya sayang,apapun keinginan mu mama akan kabulkan".,cup... ciuman dipuncak kepala Maria oleh mamanya.
Hari hari Maria sekarang lebih berwarna,setiap hari dia bekerja di toko bunga.Pada waktu Maria hendak ke toko Maria biasa berjalan kaki dengan menggunakan tongkat untuk menunjuk arah.
Hari ini seperti biasa Maria ke toko bunga sendiri,karena dia tidak mau merepotkan orang sekitar.Dia merasa mampu untuk melakukan semua aktifitas nya.Hingga pada kejadian buruk menimpa Maria hari ini.....
"Tolooong Tolooong....... copet............".
Maria berteriak minta tolong karena tas yang dibawanya dicopet.
Orang yang mendengar berlari menghampiri Maria menanyakan keadaan Maria.Lalu berlari mengejar copet.
Bugk bugk bugk terdengar suara pukulan ke arah pencopet,dan pencopet dibawa ke petugas yang berwajib.Tas Maria berhasil diamankan.
"Maaf mbak ini tas nya,tolong isinya dicek dulu".Ujar Dio yang telah menyelamatkan tas Maria.
__ADS_1
"Gak usah Mas saya percaya kok,makasih sudah membantu saya.Bolehkah saya meraba wajah mas,saya mau tau orang baik yang sudah menolong saya".seru Maria kepada Dio,lelaki penolong nya hari ini.
"Tentu saja boleh, silahkan."Dio memegang kedua tangan Maria dan mengarahkan nya kewajahnya.
Diraba satu persatu wajah Dio,dari mata,hidung, hingga mulut.
"Kita tadi belum sempat berkenalan,nama saya Maria".,sambil mengulurkan tangannya Maria memperkenalkan diri.dan disambut uluran tangan Dio.
"Saya Dio!!".Ujar Dio dengan suara tegasnya.
"Mbak Maria mau kemana sekalian saya antar".Dio menawarkan tumpangan kepada Maria.
"Kebetulan saya juga mau beli bunga,mari saya antar sekalian".seru Dio sambil mengambil tongkat dan memberikan nya kepada Maria.
Dio dan Maria akhirnya berjalan beriringan ke toko bunga, karena memang letak toko nya tidak terlalu jauh.Sepuluh menit mereka berjalan akhirnya sampai di toko bunga.Maria disambut Tia, karyawan sekaligus temannya.
"Pagi Ria... cie berangkat siang udah bawa gandengan aja lu,".Ujar Tia karyawan tokonya sambil melihat kearah pria tampan disamping Maria.
"Oh kenalin ini mas Dio,tadi mas Dio udah nolong aku pas kecopetan".Mas kenalin ini Tia temen aku di toko".seru Maria memperkenalkan Tia dan Dio.
__ADS_1
"Jadi kamu pemilik toko bunga ini Mbak Maria."ujar Dio sambil melihat sekeliling toko yang dipenuhi dengan bunga bunga segar yang berwarna warni.
"Jangan panggil saya Mbak, panggil saya Maria aja Mas,biar akrab".seru Maria yang merasa malu dipanggil mbak.
"Oke mulai hari ini saya panggil Maria,tapi kamu juga panggil aku Dio aja gak usah Mas,setuju!!".ujar Dio dengan suara tegas khas nya.
"Deal....".pekik Maria.
"Sebagai ucapan terima kasih saya tolong diterima ya Dio".Maria memberikan seikat bunga Gerbera kepada Dio.
"Jangan sungkan sungkan,saya Ikhlas nolong kamu, sesama manusia kan emang harus tolong menolong".Seru Dio yang merasa tidak enak hati menerima bunga pemberian Maria.
"Gak papa Dio saya juga ikhlas,ini sebagai tanda terima kasih dan sebagai tanda kita berteman".Ujar Maria yang memaksa Dio menerima bunga yang telah dirangkai cantik kepada Dio.
"Baiklah saya terima,tapi ijinkan saya untuk sering sering ke tokomu untuk membeli bunga, gimana?."ujar Dio ...
"Dengan senang hati ".seru Maria dengan tersenyum manis ke arah Dio.
"Kalo gitu saya undur pamit,saya ada keperluan di Rumah sakit menjenguk teman saya, permisi".Dio berpamitan untuk pergi ke Rumah sakit.
__ADS_1
Bye....