Gadis Penjual Bunga

Gadis Penjual Bunga
bab 16


__ADS_3

Tidak berapa lama setelah Maria masuk kamar mandi Dio menyenderkan dirinya di ranjang.Entah karena kecapekan atau memang hari yang sudah sangat larut akhirnya Dio terlelap dengan masih menggunakan kemeja dan celana panjangnya.Tak berselang lama Maria keluar kamar mandi sudah menggunakan piama tidur yang sudah disiapkan pegawai hotel.


"Dio...kamu gak mandi dulu?".panggil Maria sambil menepuk-nepuk kaki suaminya.


Dengan mata yang mengeryap ngeeyap Dio bangun dan tersadar dirinya ketiduran sebelum membersihkan diri.


"maaf aku ketiduran...capek banget"jawab Dio yang sudah berjalan menuju kamar mandi.


Maria duduk di meja rias untuk mengeringkan rambutnya yang basah,dan menggunakan skincare rutinitas nya.


sebelum Dio keluar kamar mandi Maria mengambil selimut dan bantal dan dibawa ke sofa.Maria juga sangat lelah seharian tanpa bisa beristirahat.Maria mulai memejamkan matanya dan berusaha tidur di sofa.Karena dia enggan tidur dalam satu ranjang dengan suami yang tidak dicintainya.


Setengah jam Dio berada di kamar mandi akhirnya keluar dan mendapati Maria yang sudah tertidur pulas di sofa.


"Kenapa kamu tidur disini". dengan heran Dio menggeleng kepalanya.


Sejurus kemudian Dio mengangkat tubuh kecil Maria dan merebahkan nya secara perlahan.Dio mengusap rambut Maria dengan lembut dan menutupi tubuh Maria dengan selimut.


"Kamu gak usah khawatir aku gak bakal ngapa ngapain kamu".bisik Dio lembut dan beranjak menuju sofa.


Terdengar adzan subuh Maria menggeliat dan mencoba membuka matanya.Dan dia tersadar bahwa dirinya tadi malam tidur di sofa kenapa sekarang dia bisa di ranjang.sedangkan dilihatnya Dio yang tertidur di sofa.Dia menyadari ada yang janggal.Maria melihat kedalam selimut dan mendapati dirinya masih menggunakan pakaian lengkap.


"Alhamdulillah ....aku kira semalam terjadi apa apa yang gak kusadari". tampak wajah lega Maria dan segera bangun untuk mengambil air wudhu dan bersiap sholat.Belum juga Maria memakai mukena Dio sudah berdiri dan hendak menuju kamar mandi.


"Tunggu aku... kita sholat jamaah".ujar Dio dengan wajah yang masih terkantuk-kantuk.


Maria hanya mengangguk dan menunggu Dio datang untuk mengimami nya.Dan untuk pertama kalinya mereka sholat berjamaah dengan khusuk.setelah selesai Dio menghadap kebelakang berniat agar Maria mengalaminya.Tapi Maria sudah beranjak dari duduknya dan melepas mukena yang dipakainya.


Memang keduanya bisa dikatakan belum seperti pasangan normal pada umumnya.dikarenakan belum tumbuh rasa cinta antara keduanya.


Seharusnya mereka berdua menginap tiga hari di hotel.Tapi karena mereka jenuh tidak melakukan apapun, mereka berniat pulang ke apartemen Dio.sedangkan keluarga yang lain sudah lebih dulu meninggalkan hotel sesaat acara resepsi selesai.Sebelum pulang Dio dan Maria sarapan di dalam hotel yang sudah disiapkan petugas hotel.

__ADS_1


Sebelum meninggalkan hotel Dio menghubungi Adam untuk menjemput nya di hotel, sejurus kemudian Adam pun bergegas tanpa bertanya kepada tuannya.satu jam kemudian Adam sudah menunggu di lobby hotel dan memberi tahu tuannya bahwa dia sudah sampai.


Maria dan Dio pergi meninggalkan hotel menuju apartemen Dio.Dudalam perjalanan tidak ada percakapan yang berarti.Adam sesekali melirik tuan dan nyonya barunya melalui kaca mobil.


Maria tampak menyandarkan kepalanya di kaca jendela mobil dan melihat ke arah jalanan ibukota.


"Pengantin baru kok diem dieman".gumam Adam dalam hati.


sambil memecah kemacetan ibukota Adam memutar lagu melalui audio mobil,dan memilih lagu.Dan dipilih nya


Dewa 19 yang berjudul Dua Sejoli.


_


_


_


Yang membasahi pipimu


Kupastikan semuanya


Akan baik baik saja


Bila kau terus pandangi


Langit tinggi di angkasa


Takkan ada habisnya


Segala hasrat di dunia

__ADS_1


Hawa tercipta di dunia


untuk menemani sang Adam


Begitu juga dirimu


Tercipta tuk temani aku


Renungkan sejenak


Arti hadirku di sini


Jangan pernah ingkari


Dirimu adalah wanita


Harusnya dirimu menjadi


Perhiasan sangkar maduku


Walaupun kadang diriku


Bertekuk lutut di hadapmu


Hawa tercipta di dunia


Untuk menemani sang Adam


Begitu juga dirimu


Tercipta tuk temani aku

__ADS_1


............


__ADS_2