
Dio berdiri didepan lift khusus sedangkan tak jauh dari tempatnya terlihat Maria dan seorang karyawan laki laki juga berdiri didepan lift umum yang ada di kantor milik Dio.Maria tampak berbincang akrab dengan karyawan lelaki itu.Dio terus memandang Maria dengan tatapan penasaran.Sebenarnya Dio ingin menghampiri Maria dan masuk dalam lift yang sama tapi tidak memungkinkan karena Dio sudah ada janji dengan client dipagi hari.
"Siapa lelaki itu? sebelumnya aku belum pernah melihatnya....dan mengapa mereka tampak akrab".gumam Dio dalam hati saat menaiki lift menuju lantai ruang kerjanya.
.................
Maria masuk ruang dengan sedikit tergesa sambil berlari kecil.
"Maaf buk saya telat". Maria tampak ngos ngosan dengan nafas yang kurang teratur.
"Hari ini saya maafkan,tapi tidak untuk lain kali". kepala divisi memberi peringatan dengan tegas terhadap Maria.
"Yasudah sana..... kerjaan kamu udah numpuk"
Di ruang Maria dan kawan kawan nya bekerja seperti biasa,tapi ada yang tak biasa yaitu kawan baru Maria di kantor.Hasan lelaki tampan berwajah Arab yang tak lain teman Maria sewaktu SMP.Karena mereka sudah saling mengenal dan bertetangga saat sebelum keluarga Maria pindah ke ibukota membuat keduanya terlihat akrab dan tidak canggung.
Waktu istirahat pun tiba,Maria mengajak Hasan untuk makan di kantin bersama.Dia berpikir Hasan pasti belum punya teman dan belum tau seluk beluk kantor.
Maria duduk berhadapan dengan Hasan dan disusul teman cewek Maria ....
"boleh gabung gak?"tanya Mita dan Ratna...
"boleh.... silahkan...."
"kenalin....aku Mita...."
"aku Ratna...."
keduanya mengulurkan tangannya mengajak berkenalan dengan lelaki tampan yang baru dilihatnya.mereka tampak berbincang dengan akrab.karena karakter Maria supel dan mudah bergaul sama dengan Hasan.
Selama rapat dengan rekan bisnis nya Dio malah banyak melamun dan tidak fokus,Dio memikirkan Maria yang tampak akrab dengan lelaki lain.Hingga rapat selesai dan waktu makan tiba Dio tak berselera makan.Dio berencana memanggil Maria untuk diajak makan bersamanya di ruang kantor.
"Dam panggil istriku suruh kesini sekarang".
",Baik tuan".
Adam memanggil bawahannya menanyakan keberadaan Maria.karena ini jam istirahat pasti Maria tidak ada di ruangan nya pikirnya.Dan pemikiran nya benar,Maria masih berada di kantin dengan teman teman nya.Dengan segera Adam berjalan menuju kantin untuk memanggil Maria.Dilihatnya sekeliling dan mendapati Maria duduk dengan senyum mengembang diwajahnya.
"Kenapa istri bos cantik banget sih kalo pas senyum".gumam Adam yang malah terpesona dengan kecantikan Maria.
__ADS_1
"*****....*****...aku kan suruh manggil nyonya malah ngapain aku".Adam menoyor kepala nya sendiri.
"Maaf nyonya.....eeee... maksud saya nona Maria...anda dipanggil Presdir ke ruangannya sekarang juga!".
"Kenapa?".Maria bingung dan menatap aneh kepada Adam.sedangkan ketiga temannya saling menatap dengan tatapan bingung juga.
"Li nglakuin kesalahan apa mar sampai dipanggil ke ruang Presdir?"
"Jangan jangan karna Lo telat tadi pagi".
Mita dan Ratna berargumen sendiri sendiri.Dan memikirkan kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi.
"Tenang,aku yakin bukan karena hal itu,udah ya aku tinggal...".
Maria meninggalkan ketiga temannya yang masih sibuk menyantap makanan yang mereka pesan sedari tadi.
"kira kira kenapa ya Maria dipanggil?gak biasanya Presdir manggil karyawan kelas bawah kata kita keruangan nya"
"Kok aku jadi deg deg an ya???.......
Hasan hanya diam dan fokus dengan makanannya.tapi dalam hati nya Hasan juga khawatir dengan keadaan Maria.
Adam dan Maria memasuki ruang Presdir.Dio duduk di kursi kebesarannya menghadap ke belakang.
"Tuan... nyonya sudah datang."
Dio membalikkan tubuhnya dan tersenyum kearah Maria,dan memberikan kode untuk Adam agar meninggalkan mereka berdua.
Dio berdiri menghampiri Maria dan meraih tangan nya untuk duduk di sofa.
"Kamu kenapa kok tumben manggil aku keruangan kamu?"
Maria tampak penasaran tak biasanya suaminya memanggilnya saat di kantor.
"Aku cuma kangen, pengen makan bareng".
Dio menggenggam tangan Maria dan meletakkan di pahanya.
"Aku sebenarnya udah makan,tapi karena kamu belum makan sini aku suapin".
__ADS_1
Maria meraih makanan yang sudah tersedia di atas meja, Makanan yang sudah dipersiapkan Adam untuk Tuan nya.
"Aakk....".Maria menyuapi suaminya dengan telaten.Sesuap demi sesuap.
Dio merasa senang karena punya istri yang perhatian dan pengertian.
Dio meraih sendok yang dipegang Maria dan bergantian ingin menyuapi istrinya.
"Aakk...buka mulutmu...."
"Aku udah makan"
"Dikit aja...sini ....Aakkkk...."
"Janji satu kali aja ya....eemmtt"
Dio mengusap rambut Maria dan mengecup kening istrinya dengan lembut.
"makasih ya... udah jadi istriku yang penyabar dan perhatian".
"Aku mau mulai sekarang kamu manggil aku jangan aku kamu,atau nama aku bisa kan?".
"terus aku manggil nya apa".
"kan bisa sayang,beb,mas atau apalah terserah kamu".
"Yaudah iya...Mas aja gimana?".
"aku seneng dengernya, makasih ya sayang".
Dan lagi lagi Dio mengecup kening istrinya dengan sangat lembut dan romantis.
"Eee...mas...tapi kalo dikator tetep bapak aja ya?kan temen temen gak ada yang tau"
"Aku maunya mereka tau siapa kamu dan tau posisi mu di hati aku"
"Maaf mas aku rasa belum saatnya,".
"Saat nya kan tiba mereka akan tau dengan sendirinya"
__ADS_1
Keduanya nampak menghabiskan waktu makan siang yang berbeda untuk pertama kalinya.Di merasa sangat gembira tak menyangka akan menjalani hari-hari yang menyenangkan yang tak pernah terbayangkan olehnya sebelumnya setelah kepergian Sania